Komunitas F&B Bali Kumpul Lagi, Bahas Keberlanjutan & Kolaborasi di BRCA Gathering

(Baliekbis.com), Komunitas food and beverage (F&B) Bali kembali berkumpul di Temple by Ginger Moon pada 15 April 2026 dalam acara rutin bulanan yang diadakan oleh Bali Restaurant and Café Association (BRCA). Acara ini menjadi ruang bagi para pelaku industri, entrepreneur, dan pemerhati F&B untuk berdiskusi, berbagi ide, serta membahas masa depan industri F&B di Bali.

Bertempat di restoran milik salah satu pendiri BRCA, Chef Dean Keddell, acara ini merupakan bagian dari rangkaian pertemuan rutin yang digelar di berbagai venue di Bali. Konsepnya terbuka untuk umum dan dirancang sebagai platform bagi pelaku industri F&B untuk saling terkoneksi, belajar, dan berkolaborasi.

Pada sesi kali ini, Kevin Vignier-Groiez dari Ecollabo8 berbagi tentang bagaimana limbah plastik dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai desain dan fungsi. Sementara itu, Tobias Klanner dari Altarize juga membahas material berkelanjutan serta pentingnya penggunaan bahan yang lebih ramah lingkungan di dunia hospitality.

Setiap pertemuan BRCA selalu menghadirkan pembicara yang menarik, di antaranya pelaku sustainability, petani dan produsen lokal, hingga pelaku bisnis F&B dan entrepreneur. Tujuannya sederhana—agar semua pihak dapat saling bertukar ilmu dan pengalaman secara langsung.

Sebelumnya, BRCA juga telah menghadirkan berbagai pembicara dari Eco Mantra, Terra Water, Astungkara Way, Shiva Industries, Eco Bali, hingga Chop Value, dengan topik seputar keberlanjutan di industri hospitality yang semakin relevan di Bali saat ini.

Ke depan, BRCA juga sedang menyiapkan beberapa inisiatif baru, termasuk Bali Restaurant Guide dan festival kuliner, untuk semakin memperkuat posisi Bali sebagai destinasi kuliner kelas dunia.

Seiring komunitas yang terus berkembang, BRCA juga mengundang restoran, kafe, dan pelaku usaha F&B di Bali untuk bergabung sebagai anggota BRCA pada tahun 2026 dan menjadi bagian dari upaya bersama membangun industri F&B yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Tentang BRCA

Bali Restaurant and Café Association (BRCA) adalah asosiasi yang menaungi para pelaku usaha restoran dan kafe di Bali yang berkomitmen untuk mengembangkan sektor food and beverage yang terus berkembang pesat di pulau ini. BRCA bertujuan memposisikan Bali sebagai destinasi kuliner kelas dunia dengan menyediakan akses informasi yang relevan, layanan pendukung industri, serta wadah kolaborasi bagi pelaku hospitality.

BRCA berfokus pada peningkatan standar operasional, khususnya dalam aspek keberlanjutan, kebersihan, dan sanitasi, serta mendorong terciptanya ekosistem industri yang lebih bertanggung jawab dan berdaya saing.

Didirikan pada masa pandemi COVID-19 oleh para profesional industri Chris Salans, Anthony Syrowatka, dan Dean Keddell, BRCA telah aktif mendukung pertumbuhan dan promosi industri F&B Bali melalui berbagai program dan inisiatif.

Di antaranya termasuk Sustainable Food Festival (2022–2023) yang bekerja sama dengan Bali Restaurant Association, serta “Sip and Savour,” sebuah acara kuliner berkelanjutan yang menampilkan konsep dining ramah lingkungan dan dukungan terhadap produsen lokal.

BRCA juga menjalin kemitraan strategis dengan Eco Tourism Bali (ETB) untuk memperkuat upaya keberlanjutan di sektor hospitality. Ke depan, BRCA akan meluncurkan Bali Restaurant Guide serta berbagai inisiatif festival kuliner untuk memperkuat posisi Bali di kancah kuliner internasional.

Seiring dengan pertumbuhan komunitas yang terus berkembang, Bali Restaurant and Café Association (BRCA) menyambut restoran, kafe, dan pelaku bisnis hospitality di seluruh Bali untuk menjadi bagian dari upaya kolektif dalam membentuk masa depan industri F&B di pulau ini melalui keanggotaan BRCA.

“Seiring Bali terus berkembang sebagai destinasi kuliner kelas dunia, kami mengundang para pelaku bisnis hospitality untuk bergabung dengan BRCA dan turut berperan dalam mendorong praktik industri yang lebih berkelanjutan, bertanggung jawab, dan berpikiran maju,” ujar Dean Keddell, Founding Member BRCA.