ITB STIKOM Bali Perkenalkan Budikdamber dan Teknologi IoT untuk Ketahanan Pangan Jemaat GBI Swiss Ministry

(Baliekbis.com), Tim Pengabdian Masyarakat (PKM) dari ITB STIKOM Bali kembali menggelar pengabdian bertajuk “Budidaya Ikan dan Sayur untuk Ketahanan Pangan Rumah Tangga” di GBI Swiss Ministry Denpasar pada Minggu (29/6). Pengabdian ini memanfaatkan konsep Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) serta budidaya sayuran aquaponik yang menggunakan air hasil budidaya lele sebagai media tanam.

Dalam kegiatan ini, peserta menerima satu set alat Budikdamber lengkap, termasuk bibit sayuran, benih lele, ember Budikdamber, pakan lele, dan alat pakan otomatis berbasis Internet of Things (IoT). Alat inovatif ini dirancang oleh Putu Widiadnyana, S.Pd., M.T., salah satu anggota tim PKM. Alat ini memungkinkan pemberian pakan ikan secara terjadwal hingga tiga kali sehari tanpa memerlukan kabel, dengan hanya memanfaatkan tethering hotspot dari ponsel dan sumber daya dari powerbank.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Tim PKM ITB STIKOM Bali, Ida Ayu Maharani, S.S., M.Hum., bersama anggota tim lainnya, yaitu Putu Diah Kurnia Pramadewi Putra, S.E., M.M.; Ni Putu Dilia Dewi, S.S., M.Hum.; dan Putu Widiadnyana, S.Pd., M.T.

Perwakilan jemaat GBI Swiss Ministry, Pdp. Paulin Ester Mawarti, mengungkapkan rasa syukur atas program ini. Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat, khususnya untuk jemaat yang menghadapi tantangan ekonomi. “Kami merasa diberkati dengan inisiatif ini. Semoga dapat memotivasi jemaat untuk menjadi lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” ungkapnya.

Program ini juga selaras dengan visi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui transfer ilmu yang aplikatif. Indikator keberhasilannya mencakup peningkatan keterampilan jemaat dalam teknologi pertanian perkotaan, pengurangan ketergantungan pada pasar, serta kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan komunitas.

Melalui pendekatan ini, jemaat GBI Swiss Ministry tidak hanya dibekali pemahaman tentang produksi pangan mandiri, tetapi juga keterampilan praktis untuk membangun sistem pangan yang berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang dapat diadaptasi oleh komunitas lain.

Dengan program ini, ITB STIKOM Bali mempertegas komitmennya untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat perkotaan, sembari memberikan solusi inovatif atas tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat. (ist)