UIPM Biathle/Triathle World Championships 2023, Atlet Indonesia Sukses Sumbang Medali

(Baliekbis.com), Ajang UIPM Biathle/Triathle World Championships 2023, yang diselenggarakan di Nusa Dua 1-5 November 2023, sukses digelar. Dua atlet modern pentathlon Indonesia, sukses menorehkan prestasi pada ajang bergengsi ini.

Meski dihadapkan dengan persiapan yang relatif minim, Samuel Christian Matulatuwa dan Caroline Andita Bangun, berhasil menyumbang medali perak di kategori mix relay U19 di hari pertama dan Medali Perunggu pada hari kedua untuk kategori yang sama. Termasuk juga medali emas untuk individual Samuel Christian Matulatuwa. Sedangkan di final, Samuel memperoleh Medali Perunggu.

Samuel Christian Matulatuwa mengaku sangat senang dan bersyukur atas pencapaian yang ditorehkan dalam kejuaraan dunia UIPM Biathle/ Triathle World Championships 2023. Prestasi yang berhasil diraihnya merupakan pelecut semangat bagi mereka untuk dapat meningkatkan kemampuan mereka kedepannya.

Semula ia mengaku tidak menyangka dapat memperoleh medali di kategori under 19, karena para kompetitor yang sangat kompetitif. Seperti dari Mesir, Afrika Selatan, Yunani, Inggris, India, dan Sri Lanka. Berbekal semangat untuk memberikan yang terbaik, ia akhirnya tampil dan berhasil menyumbangkan medali untuk Indonesia.

“Sangat senang bisa menyumbangkan medali. Jujur saya tidak menyangka, karena kompetitor kita cukup berat untuk U 19. Ini menjadi semangat buat kami untuk meraih lebih kedepannya,” ucapnya didampingi Caroline Andita Bangun.

Ia mengakui persiapan untuk bertanding di Bali memang cukup pendek. Namun, pihaknya mengaku sudah memiliki pengalaman tanding di Asian Games Thailand dan jenis perlombaannya relatif sama. Sehingga ia mengaku tidak terlalu kaget dan terbiasa dengan kondisi di lapangan.

Yang menjadi tantangan menurutnya adalah cuaca yang panas dan medan yang terdiri dari 3 lintasan, yaitu pasir, rumput dan aspal. Hal itu menjadi pengalaman pertama dirinya dan belum pernah dihadapi selama ini. “Persiapan awal sebenarnya untuk bertanding di Asian Games pada bulan September 2023. Itu latihannya sekitar 11 bulan. Namun karena kita dengar ada event di Bali, kita mulai program persiapan setelah istirahat selama 3 hari usai Asian Games,” ucapnya Minggu 5 November 2023.

Alfian Alfeus Bangun selaku pelatih pendamping menerangkan bahwa pihaknya selalu all out mendukung mereka untuk bertanding dengan didukung pelatih dan official dari Pemda Jabar. Walaupun persiapan yang dilakukan cukup singkat hanya 1,5 bulan pasca Asian Games, namun mereka bisa tampil menyumbangkan medali untuk Indonesia. “Terus terang ini tidak gampang dan tidak sedikit biaya yang dikeluarkan. Fisik, teknis dan latihan kita lebih kencangkan. Buat kami ini belum cukup, perlu support dari segala lini dan organisasi yang membantu,” ungkapnya.

Bertanding dalam kompetisi dunia dan menjadi tuan rumah diakuinya menjadi kebanggan tersendiri. Namun, Bali diakuinya memiliki tantangan yang cukup berat terkait medan yang dihadapi. Seperti pasir yang dalam, arus laut dan angin yang kencang. Namun hal itu tergolong masih bisa tercover, termasuk dengan faktor cuaca yang relatif panas.

Hal senada juga disampaikan oleh Diana selaku tim official dari Pentathlon Jabar, yang mengaku sangat mensupport para atlet dan berusaha membuat atlet merasa nyaman. Untuk kejuaraan kali ini, pihaknya menerjunkan 12 atlet dari berbagai usia. Mulai dari umur 12-22 tahun dengan kategori under 13, under 17, under 19 dan Junior. Semua tim official juga diakuinya turun cukup lengkap mendampingi para atlet.

Pihaknya mengaku tidak terlalu muluk untuk menerapkan target dalam kejuaraan kali ini. Yang menjadi penekanan Pemda Jabar adalah bagaimana para atlet dapat berkesempatan dan menampilkan yang maksimal untuk berkompetisi di kejuaraan dunia. Sebab hal itu menjadi wahana untuk menempa diri, di tengah minimnya pertandingan pentathlon yang ada. Sehingga ketika ada kesempatan maka itu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. “Target kita sih agar tampil optimal, kalau bisa dapat emas. Tapi karena ini kejuaraan dunia, kita tidak mau muluk-muluk. Jadi keluarkan potensi semaksimal mungkin, selesaikan sampai final dan jangan menyerah. Ini sudah sangat luar biasa di tengah waktu persiapan yang terbatas,” imbuhnya.