Perkuat Layanan Bedah Jantung, RS Ngoerah Resmi Hadirkan “Medistim MiraQ Cardiac”
Dengan menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang mengadopsi bypass flowmeter berstandar internasional, RSUP Ngoerah menunjukkan layanan bedah jantung kelas dunia yang kini dapat dilakukan di dalam negeri. Ini sekaligus membuka potensi Bali sebagai destinasi wisata medis.
(Baliekbis.com), Memperkuat pelayanan bedah jantung, RS Ngoerah resmi menghadirkan “Medistim MiraQ Cardiac” teknologi mutakhir yang memungkinkan pengukuran dan verifikasi aliran darah secara real-time selama berlangsungnya operasi jantung, pada Jumat (5/6/2026) di Aula Bisma RS Ngoerah. Dalam peluncuran ini hadir pula pakar bedah jantung asal Jepang, Prof. Keita Kikuchi. Kehadiran teknologi ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan presisi tindakan Coronary Artery Bypass Grafting (CABG) atau operasi bypass jantung koroner.
Dalam operasi CABG, keberhasilan tindakan tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan pemasangan graft (jalur bypass), tetapi juga oleh kualitas aliran darah yang melewati graft tersebut. Selama ini, penilaian keberhasilan graft banyak mengandalkan pengalaman dan penilaian visual operator. Dengan Medistim MiraQ Cardiac, tim bedah kini dapat melakukan pengukuran yang objektif dan akurat sebelum operasi selesai.
Teknologi ini menggunakan metode Transit Time Flow Measurement (TTFM) dan pencitraan ultrasonografi untuk menampilkan data aliran darah secara langsung, sehingga setiap graft yang dipasang dapat diverifikasi fungsinya saat itu juga. Direktur Utama RS Ngoerah Dr. I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, SKp., M.Kes. menyampaikan pemanfaatan Medistim MiraQ Cardiac merupakan bagian dari transformasi layanan jantung yang berfokus pada peningkatan mutu dan keselamatan pasien.
“Dalam bedah jantung, presisi merupakan faktor yang sangat menentukan hasil akhir. Medistim MiraQ Cardiac memberikan kemampuan kepada tim bedah untuk memastikan bahwa setiap graft yang dipasang berfungsi optimal sebelum operasi dinyatakan selesai. Dengan kata lain, keputusan klinis tidak hanya berdasarkan pengalaman, tetapi juga didukung oleh data objektif yang dapat diukur,” ujarnya.
Penggunaan teknologi ini memungkinkan tim bedah mendeteksi lebih dini apabila terdapat graft yang belum memberikan aliran darah optimal, sehingga koreksi dapat dilakukan segera di ruang operasi tanpa harus menunggu munculnya komplikasi pascaoperasi. Ketua Tim Bedah Jantung RS Ngoerah menjelaskan keunggulan utama Medistim MiraQ Cardiac terletak pada kemampuannya meningkatkan ketepatan tindakan melalui verifikasi langsung terhadap hasil operasi.
“Kami tidak hanya melakukan bypass, tetapi juga memastikan bypass tersebut bekerja dengan baik. Teknologi ini membantu meningkatkan presisi tindakan, mengurangi potensi kegagalan graft, serta memberikan keyakinan lebih tinggi terhadap kualitas hasil operasi yang diterima pasien,” jelasnya.

Menurut dr. I Komang Adhi Parama Harta, Sp.BTKV, Konsultan Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular. kehadiran Medistim MiraQ Cardiac menempatkan RS Ngoerah sebagai salah satu rumah sakit yang mengadopsi teknologi verifikasi graft intraoperatif untuk mendukung praktik bedah jantung modern. Inovasi ini sekaligus memperkuat komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan kardiovaskular yang mengutamakan presisi, keselamatan, dan hasil klinis terbaik bagi pasien.
Melalui pemanfaatan teknologi terkini, RS Ngoerah terus mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan yang setara dengan standar pusat-pusat bedah jantung terkemuka, sehingga masyarakat dapat memperoleh akses terhadap layanan jantung yang semakin akurat, aman, dan terpercaya. Menurutnya, alat tersebut berfungsi untuk memastikan graft yang dipasang benar-benar terbuka dan mampu mengalirkan darah dengan baik sehingga hasil operasi menjadi lebih optimal.
“Alat ini tujuannya untuk menentukan apakah pada saat kita melakukan bypass apakah sudah berhasil graft yang kita pasang, istilah kita patent atau tidak sehingga hasil dari operasi akan menjadi lebih baik. Risiko terjadinya gangguan setelah operasi juga menjadi lebih kecil sehingga pasien bisa pulih lebih cepat,” ujarnya.
“Kehadiran teknologi Medistim MiraQ Cardiac menghadirkan parameter objektif yang dapat dibuktikan secara ilmiah. Kalau kita melakukan operasi bypass, dokter bedah merasa ini bagus kemudian ternyata hasilnya tidak sesuai, tidak ada bukti bahwa ini benar-benar bagus atau tidak. Alat ini menjadi approval yang menyatakan apa yang disampaikan dokter bedah bukan hanya berdasarkan perasaan, tetapi ada bukti objektif yang menunjukkan hasilnya memang baik,” ujarnya.
Menurut dr. Adhi, hasil pengukuran tersebut juga dapat menjadi dokumentasi yang memberikan keyakinan kepada pasien maupun keluarga mengenai kualitas tindakan yang telah dilakukan. Pakar bedah jantung asal Jepang, Prof. Keita Kikuchi menjelaskan penggunaan Transit Time Flow Measurement sudah menjadi bagian dari prosedur standar operasi bypass di negaranya. Setiap kali dokter menyelesaikan sambungan pembuluh darah atau anastomosis dalam operasi bypass, aliran darah pada graft langsung diperiksa menggunakan flowmeter.
“Kami secara rutin menggunakan transit time flow measurement. Setelah menyelesaikan setiap anastomosis, kami langsung memeriksa aliran graft menggunakan alat tersebut,” kata Prof. Kikuchi. Menurutnya, kontrol kualitas selama operasi memiliki peran besar dalam menentukan hasil jangka pendek maupun jangka panjang pasien. “Kontrol kualitas ini sangat penting untuk memberikan hasil yang baik dan hasil jangka panjang yang baik untuk pasien,” ujarnya.
Disebutkan selain mengukur aliran graft, tim bedah di Jepang juga memanfaatkan pencitraan ultrasonografi frekuensi tinggi untuk mengevaluasi kondisi aorta selama operasi. Langkah tersebut dilakukan guna mengurangi risiko stroke pascaoperasi akibat adanya plak atau kalsifikasi pada pembuluh darah. Prof. Kikuchi menegaskan penggunaan teknologi verifikasi seperti Medistim MiraQ bukan lagi hal yang bersifat tambahan di Jepang, melainkan telah menjadi standar kualitas dalam operasi bypass jantung. “Pasien tentu menginginkan operasi dengan kualitas seperti ini,” ujarnya.
Kehadiran teknologi Medistim MiraQ Cardiac juga memiliki dampak yang lebih luas terhadap penguatan layanan kesehatan nasional. Selama beberapa tahun terakhir, banyak warga Indonesia memilih menjalani pengobatan ke luar negeri, terutama ke Singapura dan Malaysia, termasuk untuk prosedur jantung kompleks seperti operasi bypass koroner. (ist)


Leave a Reply