Standar Baru Susu Formula yang Terbuat dari Susu Segar dengan One-Step Fresh akan Segera Hadir di Indonesia

(Baliekbis.com), Pemenuhan gizi anak sejak dini merupakan salah satu fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal. Pada masa ini, orang tua umumnya semakin cermat dalam membaca kandungan gizi, mulai dari kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, hingga berbagai zat gizi tambahan yang tercantum pada label produk. Namun, komposisi produk tetap harus menjadi perhatian. Di balik daftar komposisi zat gizi tersebut, ada aspek lain yang juga perlu mendapat perhatian, yaitu bagaimana produk tersebut diproses sebelum akhirnya dikonsumsi oleh anak.

Dalam konteks susu formula, banyak produk susu formula melewati proses produksi yang panjang dan bertahap sebelum menjadi produk akhir. Proses tersebut dapat mencakup pencampuran, pemanasan, homogenisasi, evaporasi, hingga pengeringan. Tahapan ini dilakukan untuk memenuhi standar keamanan dan stabilitas produk, tetapi proses pengolahan yang intensif juga dapat memengaruhi struktur alami dan ketersediaan kandungan gizi dalam susu. Di sisi lain, susu segar yang diolah menjadi susu bubuk melalui satu tahap proses produksi dapat membantu menjaga kesegaran serta mempertahankan zat gizi alami di dalamnya.

Kajian ilmiah[ Mariana Rodríguez Arzuaga, Kataneh Aalaei, Denise Felix da Silva, Sylvain Barjon, María C. Añón, Analía G. Abraham, dan Lilia Ahrné, “Infant milk formulae processing: Effect of wet-mix total solids and heat treatment temperature on rheological, emulsifying and nutritional properties,” Journal of Food Engineering, Vol. 290, Februari 2021, 110194] menunjukkan bahwa pemanasan berulang dan pengolahan intensif dapat mengubah struktur protein serta komponen penting lain di dalam susu. Perubahan ini dapat memengaruhi kualitas kandungan gizi, daya cerna, serta cara tubuh menyerap dan memanfaatkan zat gizi tersebut. Dengan kata lain, kualitas gizi suatu produk juga dipengaruhi oleh bagaimana zat gizi tersebut tetap terjaga selama proses produksi hingga produk siap disajikan kepada konsumen.

Menurut Dr. Arif Sabta Aji, S.Gz, seorang Doktor dibidang Ilmu Gizi, kebiasaan orang tua dalam meneliti informasi nilai gizi pada label susu adalah langkah yang sangat krusial. “Tetapi, kebiasaan ini penting untuk memperhatikan ketersediaan komposisi zat gizi dalam produknya. Perlu diketahui jika nama bahan yang tercantum di urutan pertama pada daftar komposisi mencerminkan kandungan utama dari produk tersebut,” tambahnya.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, inovasi pangan anak kini mulai mengarah pada pendekatan produksi dan menciptakan produk yang lebih sederhana, terukur, dan tetap mengutamakan keamanan produk. Bahkan, penelitian terkini[ X. Yu, N. Leconte, S. Méjean, G. Garric, S. Even, G. Henry, F.J. Tessier, M. Howsam, T. Croguennec, G. Gésan-Guiziou, D. Dupont, R. Jeantet, dan A. Deglaire, “Semi-industrial production of a minimally processed infant formula powder using membrane filtration,” Journal of Dairy Science, Vol. 104, No. 5, Mei 2021, hlm. 5265–5278] telah mengembangkan jalur produksi susu formula yang lebih minimal untuk menjamin keamanan mikrobiologis dan menekan perubahan protein. Pendekatan proses yang lebih singkat membantu menjaga kualitas bahan baku dan meminimalkan perubahan saat pengolahan berlangsung. Oleh karena itu, pengembangan proses ini memberikan pengetahuan baru bagi orang tua bahwa kualitas susu tidak hanya dinilai dari adanya zat gizi tambahan, tetapi juga bagaimana zat gizi tersebut dijaga dari bahan baku hingga produk akhir siap disajikan.

Walaupun begitu, Dr. Arif Sabta Aji, S.Gz. kembali mengingatkan bahwa Air Susu Ibu (ASI) adalah tetap pilihan terbaik dan harus tetap diutamakan sebagai asupan utama, khususnya untuk bayi usia 0-6 bulan awal kehidupan. Penggunaan susu formula sebagai penunjang hanya disarankan apabila terdapat kondisi medis tertentu. Oleh karena itu, orang tua diimbau untuk selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan serta meneliti kembali komposisi produk secara mendalam guna mengambil keputusan yang tepat demi mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.