Rai Mantra Pantau Layanan Kesehatan Mental di Puskesmas II Kuta
(Baliekbis.com),Anggota DPD RI Dapil Bali I.B. Rai Dharmawijaya Mantra melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas II Kuta Badung. Kunjungan tersebut terkait Layanan Kesehatan Mental (kesehatan jiwa) yang dinilai penting mengingat ‘suicide rate’ di Bali yang tinggi.
“Tingginya tingkat bunuh diri di Bali bahkan melewati Jogja yakni 3,07 per 100 ribu penduduk. Angka ini juga melampaui rata-rata nasional,” ujar Rai Mantra dalam tatap muka dengan jajaran Puskesmas II Kuta, Badung.
Peningkatan kasus dipicu sejumlah faktor di antaranya tekanan ekonomi (masalah keuangan), beban keluarga dan kurangnya literasi kesehatan mental.
Di sisi lain, permasalahan utama dalam proses layanan kesehatan antara lain menyangkut ketersediaan SDM, keberlanjutan tenaga kesehatan yang statusnya PPPK yang dalam hal ini tergantung kemampuan daerah untuk mengcover kebutuhan SDM.
“Jogja mampu menekan suicide rate (tingkat bunuh diri) karena 30% puskesmas sudah memiliki Psikolog Klinis,” jelas Rai Mantra.
Psikolog Klinis melakukan upaya promotif (skrining melalui CKG dan penyuluhan/edukasi). “Adanya CKG (Cek Kesehatan Gratis), cakupan kita bisa luas. Dengan penguatan skrining
maka penanganan atau pengobatan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efektif. Kita tidak perlu menunggu tapi sudah bisa melakukan upaya preventif,” tambah mantan Walikota Denpasar ini.
Disebutkan, hasil CKG di Satuan Pendidikan ternyata juga ditemukan ada siswa yang mengalami permasalahan jiwa karena tekanan dari keluarga (internal).
Sementara itu terungkap Puskesmas II memiliki wilayah dua kerja yang cukup luas yakni Legian dan Seminyak dimana jumlah masyarakat yang ditangani cukup banyak terutama masyarakat urban.
Untuk pemenuhan sarana dan prasarana (Sarpras) telah dilakukan secara bertahap sampai dengan 2028. Jumlah SDM 88 pegawai (38 PNS dan 50 PPPK). Puskesmas juga membuka layanan UGD selama 24 jam dan satu-satunya yang menyediakan Psikolog Klinis.
Terkait status gizi disebutkan rata-rata baik, tapi ada temuan menyangkut permasalahan stunting dan berat badan kurang.
Untuk pelayanan dilakukan pelayanan gedung dan luar gedung seperti Poskeling, Badung Sehat, pelayanan UKK, Posyandu ILP.
Pelayanan kesehatan jiwa yang dilakukan berupa pemeriksaan fisik, screening, konseling keluarga, pelayanan admisntrasi dan rujukan lanjut untuk membantu keluarga dan pasien yang sudah dinyatakan dalam kondisi tenang.
Disebutkan kasus kesehatan mental seperti gejala depresi, cemas terjadi pada berbagai kalangan dari usia anak, remaja hingga dewasa.
Psikolog klinis sangat diperlukan mengingat jumlah skrining semua melompok usia yang cukup banyak. Puskesmas kesulitan untuk menangani permasalahan konseling karena jarak RS yang jauh. Pasien rawat jalan membutuhkan konsultasi psikolog klinis.
Adapun tantangan yang dihadapi yakni
meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan jiwa,
ragam kasus dari setiap individu yang melakukan konseli dan kondisi penyerta bervariasi. (ist)


Leave a Reply