KAK Melati Rayakan HUT ke-16, Dirangkaikan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
(Baliekbis.com), KAK (Kelompok Arisan Keluarga) Melati (Menjalin Tali Silaturahmi Tiada Batas) merayakan hari jadi ke-16 yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Minggu (6/9). Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Nuansa Kori Barat IV No. 8, Br. Tegal Kori, Ubung Kaja, Denpasar Utara.
KAK Melati berdiri pada 7 Juli 2010 dan kini memiliki sekitar 40 anggota. Komunitas ini tidak hanya beranggotakan warga sekitar, tetapi juga sejumlah anggota yang telah berpindah domisili ke berbagai daerah, seperti Jakarta dan Palembang, namun tetap menjadi bagian dari KAK Melati.
Koordinator/Ketua KAK Melati, Lutfi Hidayati mengatakan perayaan tahun ini mengusung tema “Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW Meningkatkan Semangat Kita untuk Menebar Kebaikan dan Menjaga Persaudaraan dalam Keberagaman Umat.” Menurutnya, tema tersebut menjadi pengingat bagi anggota untuk terus menjaga persaudaraan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
“Visi kami adalah berbagi dan bersedekah. Kami berharap perkembangan ekonomi tetap tumbuh dan harga-harga tetap stabil,” ujar Lutfi.

Lutfi Hidayati, mengatakan santunan anak yatim menjadi salah satu wujud kepedulian sosial yang ingin terus dikembangkan. Hari ini ada santunan dan pihaknya juga dibantu oleh Bolo Bolo Surabaya.
Lutfi berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat dari berbagai latar belakang. Semangat KAK Melati adalah menjaga persaudaraan tanpa memandang agama, profesi maupun asal seseorang.
Sementara itu, Penasehat KAK Melati, Djoko Moeljono mengatakan kegiatan perayaan dirancang untuk melibatkan seluruh anggota keluarga, mulai dari balita, anak-anak, remaja hingga orang tua. Berbagai permainan dan hiburan juga disiapkan khusus untuk anak-anak. “Kami bersyukur mendapat banyak dukungan suvenir dari beberapa rekanan, sehingga semuanya kebagian dan mereka sangat senang,” ungkapnya.
Djoko menambahkan, salah satu tradisi dalam kegiatan tersebut adalah penggunaan telur yang memiliki makna simbolis sebagai bentuk upaya mempererat tali silaturahmi. Menurutnya, telur yang memiliki beberapa lapisan, mulai dari cangkang hingga bagian dalam, menggambarkan pentingnya menjaga hubungan dan kebersamaan. “Ini sebagai simbol dan merupakan tradisi kami, tetapi maknanya juga bisa diterapkan secara umum, yakni untuk mempererat silaturahmi,” tambahnya.
Selain menjadi agenda perayaan ulang tahun dan Maulid Nabi, kegiatan sosial juga menjadi bagian dari aktivitas rutin KAK Melati. Djoko mengatakan komunitas tersebut secara berkala melaksanakan kegiatan CSR, termasuk mengunjungi panti asuhan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pada perayaan HUT dan Maulid Nabi, kegiatan juga dikemas dengan berbagai hiburan untuk anak-anak dan keluarga. Mulai dari permainan tanya jawab berhadiah hingga pinata, yakni tradisi memecahkan bungkusan hadiah yang digantung berisi permen dan makanan ringan lainnya sehingga suasana berlangsung meriah dan penuh keakraban. (ist)

