Presslist 15: Hadirkan Suara Orang Pinggiran dan Refleksi Kritis untuk Negeri
(Baliekbis.com), Madyapadma Journalistic Park SMA Negeri 3 Denpasar kembali menghadirkan Apresiasi Sineas dan Jurnalist atau Presslist ke-15 Tahun 2025, sebuah perhelatan yang telah menjadi tradisi tahunan. Tahun ini, Presslist mengusung tema “Memanusiakan Keindonesiaan, Menumbuhkan Kesadaran Berkeadilan,” sebuah tema yang mencerminkan kebutuhan generasi muda untuk lebih peka terhadap lingkungan sosial, sekaligus meneguhkan nilai kemanusiaan dalam keberagaman. “Melalui Presslist kali ini kami ingin menyadarkan bahwa banyak persoalan muncul karena keadilan disepelekan, dan jika keadilan ditegakkan maka segalanya akan berjalan baik,” tegas Pemimpin Umum Madyapadma Journalistic Park, Ida Bagus Putra Banu Diwangkara (17). Presslist ke-15 dihadirkan sebagai wadah bagi pelajar dan mahasiswa untuk menyalurkan bakat, gagasan, dan karya. Banu menambahkan, tema ini lahir dari refleksi panjang atas kondisi sosial Indonesia dan dunia yang penuh tantangan.
Koordinator Steering Committee, Ni Kadek Dewi Citra Lestari (17), menjelaskan bahwa makna tema “Memanusiakan Keindonesiaan, Menumbuhkan Kesadaran Berkeadilan” berangkat dari kesadaran kecil di lingkungan Madyapadma yang kemudian diperluas hingga ke masyarakat dan Indonesia. “Kami ingin menyadarkan sesama bahwa kita harus lebih memanusiakan manusia. Dari lingkup kecil di Madyapadma, lalu keluar hingga ke Indonesia,” tutur Citra. Kondisi dunia saat ini tengah menghadapi krisis ketidakadilan yang semakin terlihat jelas. Berbagai peperangan, bencana alam, dan konflik muncul karena banyak orang bersikap acuh dan tidak peduli terhadap sesamanya. Sikap apatis tersebut menjadi akar dari berbagai persoalan yang menimbulkan penderitaan dan ketidakadilan di masyarakat. Karena itu, Presslist 15 dihadirkan bukan hanya sebagai ajang apresiasi karya, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran yang berusaha menumbuhkan kesadaran berkeadilan.
Selain menjadi ajang apresiasi, Presslist juga menghadirkan peluncuran buku. Peluncuran Buku karya Madyapadma Journalistic Park SMAN 3 Denpasar merupakan kegiatan rutin yang telah diselenggarakan sejak Apresiasi Sineas dan Jurnalist (Presslist) pertama tahun 2010, dengan tujuan meluncurkan buku-buku terbaru hasil karya anggota dan alumni. Hingga kini, sekitar 85 judul buku telah diterbitkan, menjadikan penerbitan, peluncuran, dan bedah buku sebagai salah satu acara unggulan dalam rangkaian Presslist. Jenis buku yang pernah diluncurkan mencakup buku populer/jurnalistik, ilmiah, fiksi, kumpulan fotografi, hingga kumpulan karikatur. Pada Presslist ke-15 tahun ini, Madyapadma kembali menghadirkan penerbitan buku dengan empat kategori utama, yaitu buku populer, buku fiksi/sastra, buku ilmiah, dan buku kumpulan fotografi.
Salah satu buku yang paling menonjol dalam rangkaian peluncuran Presslist 15 adalah Orang Pinggiran. Buku ini tidak hanya menjadi karya jurnalistik, tetapi juga simbol kemausiaan dan keadilan yang diusung dalam tema besar tahun ini. Melalui kisah-kisah yang diangkat, Orang Pinggiran menghadirkan suara sekelompok masyarakat yang sering terabaikan dalam kehidupan sosial. “Peluncuran buku ini menjadi wadah untuk menyuarakan kehidupan orang pinggiran,” ucap Banu. Ketua Panitia Pelaksana, Putu Dhanalakshmi Indira Putri (17), menambahkan bahwa peluncuran buku dalam Presslist 15 memiliki tujuan lebih luas daripada sekadar apresiasi karya. “Tujuan peluncuran buku Orang Pinggiran adalah untuk memanusiakan keindonesiaan dengan mengangkat suara orang-orang yang terabaikan, sehingga pembaca sadar bahwa di sekitar mereka masih ada orang-orang yang hidup dalam ketidakadilan,” pungkasnya. Lakshmi menilai bahwa kehadiran buku Orang Pinggiran mampu membantu masyarakat memahami makna memanusiakan keindonesiaan, terutama bagi mereka yang sebelumnya belum mengerti konsep tersebut.
Selain rangkaian peluncuran buku, Presslist tahun ini juga menghadirkan kegiatan penulisan dan penerbitan buku karya anggota dan pengurus Madyapadma Journalistic Park SMA Negeri 3 Denpasar. Pada tahun ini, sebanyak dua puluh satu (21) judul buku diterbitkan, yang terdiri atas sebelas (11) buku populer, satu (1) buku fiksi atau sastra, delapan (8) buku ilmiah, serta satu (1) buku kumpulan fotografi. “Membukukan karya para penulis muda adalah bentuk apresiasi atas buah tangan mereka. Menurutku, ini menjadi bentuk apresiasi tertinggi sebuah karya,” ujar KM. Tri Sinta Dhyana Kuntari (16), Ketua Seksi Penerbitan dan Peluncuran Buku. Seluruh buku yang diterbitkan tidak hanya berhenti pada proses penerbitan dan peluncuran. Terdapat buku terpilih yang akan dibedah dalam kegiatan Bedah Buku sebagai ruang diskusi yang mempertemukan penulis dengan pembaca serta masyarakat umum. Bedah buku ini dapat membuka wawasan baru bagi para pembaca sekaligus memberi kesempatan bagi penulis untuk menjelaskan gagasan mereka secara langsung. Dengan begitu, karya-karya yang lahir dari Madyapadma tidak hanya menjadi bacaan, tetapi juga menjadi sarana dialog dan refleksi bersama.
Selain penerbitan buku, Madyapadma juga memiliki keunggulan dik bidang penelitian anggota dan pengurusnya. Penelitian-penelitian ini yang dapat difokuskan dan dikembangkan lebih lanjut melalui pusat studi ini. “Penelitian tersebut agar tidak hanya untuk lomba, tetapi berkelanjutan dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari,” ungkap Ida Bagus Putra Arka Diwangkara (17), Koordinator Bidang Pameran Karya Ilmiah. Terdapat lima pusat studi yang akan diluncurkan, diantaranya yaitu Pusat Studi Rompi Anti Peluru yang mengembangkan bahan alternatif rompi anti peluru yang lebih ekonomis dan ringan menggunakan serat alami seperti serat gebang dan nanas, Pusat Studi Bioavtur yang menciptakan bahan bakar pesawat ramah lingkungan sebagai alternatif avtur impor, Pusat Studi Kamboja yang memanfaatkan bunga kamboja untuk produk baru, Pusat Studi Sains dasar Berbasis Kearifan Lokal Bali yang meneliti sistem kalender tradisional secara ilmiah; serta Pusat Studi Biomaterial Maju yang mengembangkan material mutakhir dari bahan alam untuk kebutuhan era globalisasi.
Selain peluncuran pusat studi penelitian, Presslist 15 juga menghadirkan rangkaian lomba jurnalistik. Mulai dari lomba koran dinding bagi pelajar SMP se-Bali, lomba majalah sekolah tingkat nasional untuk pelajar SMP, lomba ini membuka ruang bagi sekolah-sekolah dari berbagai daerah di Indonesia untuk menampilkan karya jurnalistik mereka dalam bentuk majalah, baik cetak maupun digital. Tak lupa, lomba foto jurnalistik tingkat SMA atau sederajat dan mahasiswa se-Bali juga menjadi salah satu dari empat cabang lomba yang berlangsung. Sementara itu, lomba reportase tingkat SMP se-Bali juga mampu melatih kemampuan dasar jurnalistik, mulai dari tahap observasi, wawancara, hingga penulisan berita secara langsung di lokasi. Karya reportase yang dihasilkan juga diunggah pada blog atau laman web masing-masing peserta sebagai bagian dari proses publikasi karya milik peserta.
Tak hanya lewat tulisan, ide-ide anak muda juga diberikan panggung kreativitas yang diperluas lewat layar, dengan pelatihan film dokumenter yang mengajak anggota Madyapadma memahami bagaimana sebuah cerita dapat dihidupkan melalui film. Pelatihan ini berlangsung pada 15 – 16 Desember di Paondopo, Jalan Gandapura No. 54, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, dan diikuti oleh 17 peserta yang telah mendaftar. Selama dua hari, mereka diajak mendalami arti penting riset dalam menggali ide, menyusun skrip dokumenter, mempelajari teknik sinematografi, hingga praktik penyutradaraan dan editing. I Ketut Arijuna Aryawangsa (18), sebagai Koordinator Bidang Pelatihan Film dan BISMA, menjelaskan bahwa tujuan pelatihan ini adalah mendorong anak muda, khususnya anggota Madyapadma, untuk kembali memproduksi film dokumenter. Melalui Pelatihan Film Dokumenter, peserta dapat memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan agar mampu menghasilkan film dokumenter yang bermutu dan menarik, sekaligus menumbuhkan minat baru di kalangan generasi muda terhadap genre dokumenter.
Rangkaian perfilman dalam Presslist ke-15 juga menghadirkan pemutaran film melalui Bioskop Madyapadma Trisma (Bisma) yang dilaksanakan pada 17 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi bagi karya anggota Madyapadma Journalistic Park sekaligus film-film pemenang Youth Sineas Award (YSA) 8, 9, dan 10. Pemutaran film Bisma terbuka bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum, sehingga menjadi ruang temu antara pembuat film dengan penonton dari pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Dalam rangkaian Presslist 15, Bisma menghadirkan film dokumenter dan film fiksi yang mengangkat isu-isu kehidupan sosial di masyarakat, dengan dominasi karya dokumenter yang menyoroti persoalan ketidakadilan dan bentuk ketidakadilan yang dialami kelompok-kelompok kecil, termasuk penyandang disabilitas fisik maupun mental. Melalui film, isu-isu sosial tersebut disampaikan secara visual sebagai bagian dari upaya menghadirkan ruang apresiasi, refleksi, dan pemahaman terhadap permasalahan sosial yang terjadi di sekitar masyarakat.
Pemutaran film dalam Bisma dibagi ke dalam tiga sesi yang masing-masing mengangkat topik yang berbeda. Sesi pertama mengusung topik Kekuatan dalam Kekurangan dengan pemutaran film berjudul Secercah Harapan di Ujung Senja, Suara di Antara Aksara, Ibu Periku, dan Maaf Terima Kasih. Sesi kedua mengangkat topik Mereka yang Terpinggirkan melalui film Langkah Seorang Ibu, Tempurung si Penyu, Simbiosis, Kabar dari Angin Selatan, dan Hak Tak Berpihak. Sementara itu, sesi ketiga memiliki topik Di Ambang Realitas menampilkan film A Place to Call Home, No Land for Idiots, Romansa di Balik Pagar Akal, dan The Left Behind. Juna juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan Bisma tidak hanya difokuskan sebagai ruang pemutaran film, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap karya film dokumenter.
Dalam acara puncak Presslist 15 yang diadakan pada Sabtu, 27 Desember 2025, karya-karya hasil penelitian keluarga besar Madyapadma Journalistic Park akan dipamerkan sebagai ruang apresiasi atas riset yang telah dilakukan. Pameran ini menampilkan berbagai prototype produk dan alat hasil penelitian yang dikembangkan oleh anggota Madyapadma. Pameran ini turut menghadirkan poster hasil penelitian, buku-buku karya ilmiah, serta infografis yang menggambarkan perkembangan riset keluarga besar Madyapadma Journalistic Park dari waktu ke waktu. Sebagai bagian dari pameran karya ilmiah, Presslist 15 turut menampilkan pameran hak kekayaan intelektual (HaKI) yang dimiliki oleh Madyapadma Journalistic Park. Pameran ini memamerkan hasil cipta karya intelektual yang telah memperoleh perlindungan hukum, dengan jumlah total sebanyak 67 HaKI. Melalui pameran ini, Madyapadma telah menunjukkan betapa pentingnya perlindungan terhadap hasil karya.
Selain pameran karya ilmiah, pameran karya jurnalistik anggota Madyapadma Journalistic Park dan peserta lomba dalam rangkaian Presslist 2025 juga turut dihadirkan. Pameran ini menampilkan berbagai bentuk karya jurnalistik, seperti pameran buku, pameran foto jurnalistik, pameran karya jurnalistik berupa majalah sekolah dan koran dinding, serta pameran inkubator bisnis dan wirausaha. Melalui pameran ini, pengunjung dapat melihat keberagaman karya yang dihasilkan oleh insan Madyapadma dan para peserta lomba. Madyapadma Journalistic Park memiliki empat rumpun, yakni rumpun Redaksi, Audiovisual, Technopreneur (TE), serta Usaha. Masing-masing rumpun mampu menghasilkan karya dengan kualitas yang terjaga. Karya-karya dari keempat rumpun tersebut memiliki nilai sehingga layak untuk dipamerkan sebagai bentuk apresiasi bagi setiap rumpun untuk menampilkan karya unggulan yang telah dihasilkan, sehingga pengunjung dapat melihat secara langsung capaian dan perkembangan kualitas karya yang dihasilkan.
Rasa kepedulian dalam Presslist ke-15 diwujudkan melalui program Madyapadma Berbagi. Program ini dirancang untuk menumbuhkan rasa kepedulian dan empati di kalangan anggota Madyapadma Journalistic Park, sekaligus mendorong terciptanya kepekaan terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitar melalui aksi nyata berbagi. Madyapadma Berbagi pertama kali dibentuk pada masa awal pandemi di tahun 2020 dan berlanjut hingga saat ini. Tidak hanya diberikan kepada masyarakat luar, donasi yang telah dikumpulkan juga diberikan kepada keluarga besar SMAN 3 Denpasar dan orang-orang yang membutuhkan di area sekitar Denpasar. Sasaran Madyapadma Berbagi dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kebutuhan masyarakat, sehingga kegiatan berbagi dapat tepat sasaran dan memiliki makna bagi penerima maupun pelaksana kegiatan.
“Presslist 15 tahun ini diharapkan dapat mewadahi anak muda di bidang jurnalistik dan memberikan inspirasi lewat karya-karya yang telah dilakukan Madyapadma,” pungkas Ida Bagus Putra Banu Diwangkara (17), Pemimpin Umum Madyapadma Journalistic Park. Melalui tema Presslist 15 yang diusung, bertujuan untuk mengajak masyarakat luas menyadari bahwa kondisi Indonesia saat ini tidak sepenuhnya baik, sehingga penting untuk peka terhadap berbagai persoalan sosial di sekitar. Presslist bukan sekadar ajang lomba atau apresiasi karya, tetapi menjadi ruang belajar yang mempertemukan kreativitas dan kesadaran sosial, sehingga karya yang lahir mampu memberi inspirasi sekaligus mendorong refleksi kritis bagi masyarakat luas. (wnd)

