Peringatan Hari ANZAC 2023 di Konsulat-Jenderal Australia di Bali

(Baliekbis.com), Konsulat-Jenderal Australia di Bali bersama perwakilan dari Pertahanan Australia dan Kedutaan Besar Selandia Baru di Jakarta, pagi ini menggelar upacara di waktu menjelang fajar untuk memperingati Anzac Day.

Tanggal 25 April, Hari Anzac, adalah salah satu hari nasional terpenting di Australia. Hari ini menandai peringatan aksi militer besar pertama yang dilakukan oleh pasukan Australia dan Selandia Baru selama Perang Dunia Pertama. ‘Anzac’ adalah singkatan dari Australian and New Zealand Army Corps.
Upacara ini memperingati pengorbanan para prajurit Australia dan Selandia Baru yang merupakan bagian dari ekspedisi sekutu untuk merebut semenanjung Gallipoli pada tahun 1915. Meskipun kampanye Gallipoli gagal dalam tujuan militernya, tindakan para prajurit Anzac selama kampanye tersebut meninggalkan warisan yang kuat. bagi Australia dan Selandia Baru.

Kini, Hari Anzac telah berkembang menjadi hari untuk menghormati dan mengenang para pria dan wanita Australia dan Selandia Baru yang telah mengabdikan diri dalam perang, konflik, dan operasi perdamaian. Daun Rosemary secara tradisional dikenakan pada Hari Anzac sebagai tanda pengenang, karena tanaman ini dapat ditemukan tumbuh di Semenanjung Gallipoli.

“Kami menghormati nilai-nilai yang telah ditanamkan dalam Anzac sejati – kesetiaan, tidak mementingkan diri sendiri, keberanian – dan cara generasi selanjutnya mengukur pencapaian mereka terhadap pencapaian para prajurit yang bertempur di Gallipoli” kata Konsul-Jenderal Australia di Bali , Anthea Griffin.

Konsul-Jenderal Anthea Griffin, Counsellor dan Konsul di Kedutaan Besar Selandia Baru, Kura Hakaraia, Atase Angkatan Udara Australia, Kolonel Udara Ken Bowes, dan Wakil Konsul Inggris, John Makin, meletakkan karangan bunga untuk mengenang pengorbanan Anzac. Perwakilan dari komunitas veteran Australia memimpin upacara pengibaran bendera.
Upacara Anzac Day di Konsulat-Jenderal Australia juga dihadiri oleh perwakilan Pertahanan Australia dan perwakilan Pemerintah Provinsi Bali, TNI, Polda Bali, serta Pemerintah Kabupaten Badung, serta sekitar 220 warga Australia. dan Selandia Baru di Bali.