Pengurus Baru Karang Taruna Saptana Jagaraga Siap Jadi Motor Penggerak Desa Singapadu
(Baliekbis.com),Karang Taruna Saptana Jagaraga, Desa Singapadu, resmi memulai babak baru kepemimpinan. Prosesi pelantikan dan serah terima jabatan pengurus periode 2026–2029 berlangsung khidmat di Gedung Kesari Yuda, Singapadu, pada Jumat (26/2/2026).
Dalam prosesi tersebut, I Ketut Agus Susana Putra terpilih sebagai Ketua Karang Taruna yang baru, menggantikan I Made Moris Brahmantika yang telah menuntaskan masa baktinya selama periode 2022–2026.
Dalam sambutan perdananya, I Ketut Agus Susana Putra menegaskan komitmennya untuk menjadikan Karang Taruna sebagai wadah strategis bagi generasi muda untuk belajar dan mengabdi. Ia membawa visi besar untuk menciptakan organisasi yang solid, kreatif, dan inovatif, terutama dalam pembangunan desa serta pelestarian budaya.
“Mari kita jadikan Karang Taruna bukan hanya sekadar nama, tetapi rumah besar tempat kita tumbuh, berkembang, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas melalui program nyata di bidang sosial, ekonomi, hingga seni budaya,” ujar Agus Susana Putra.
Perbekel Desa Singapadu, I Made Budiarta, menyambut baik regenerasi ini. Ia menekankan pentingnya peran pemuda sebagai mitra strategis pemerintah desa.
“Kami berharap Karang Taruna Saptana Jagaraga tidak hanya aktif secara internal, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata dan menciptakan terobosan program yang menarik demi kemajuan Desa Singapadu ke depan,” pesan Made Budiarta.
Di sisi lain, I Made Moris Brahmantika, selaku ketua periode sebelumnya, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan organisasi selama lima tahun terakhir. Ia berharap estafet kepemimpinan ini dapat membawa organisasi ke level yang lebih tinggi.
“Harapan saya, adik-adik pengurus baru dapat bekerja lebih inovatif agar dampak positif Karang Taruna Saptana Jagaraga semakin dirasakan oleh masyarakat luas,” ungkapnya.
Dengan semangat regenerasi ini, Karang Taruna Saptana Jagaraga diharapkan mampu bertransformasi menjadi motor penggerak pembangunan yang modern tanpa melupakan akar budaya lokal di Desa Singapadu. (ist)


Leave a Reply