Bali Villa Connect (BVC) 2026 Menata Ekosistem Villa Rental & Management Menuju Industri Pariwisata Bali yang Lebih Profesional, Berkualitas, dan Berdaya Saing Global
(Baliekbis.com), Audiensi bersama Bupati Badung menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku industri vila di Bali melalui penyelenggaraan Bali Villa Connect (BVC) 2026.
Dalam audiensi tersebut, Ketua BVRMA, Kadek Adnyana, menyampaikan bahwa BVC 2026 hadir sebagai platform kolaboratif yang mempertemukan pemerintah, operator vila, pengelola villa rental & management, travel agent, penyedia teknologi pemasaran, UMKM lokal, hingga berbagai pemangku kepentingan pendukung industri pariwisata dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
BVC 2026 dirancang sebagai ruang strategis untuk memperkuat jejaring industri, berbagi wawasan, mendorong inovasi, serta membangun standar tata kelola akomodasi vila yang lebih profesional, berkualitas, dan berkelanjutan.
Melalui forum ini, seluruh pemangku kepentingan diajak untuk bersama-sama membangun masa depan pariwisata Bali yang tidak hanya memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat lokal, tetapi juga menjaga kelestarian adat, budaya, seni, serta keseimbangan lingkungan sebagai fondasi utama pariwisata Bali.
BVC 2026 akan menghadirkan:
• 40 exhibitor dari sektor operator vila, villa rental & management, travel agent, rental mobil, teknologi pemasaran, hingga berbagai sarana dan prasarana pendukung industri pariwisata
• Partisipasi UMKM lokal sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis masyarakat
• 30 narasumber dan praktisi nasional dari berbagai bidang keahlian dan industri
• Sekitar 900 peserta yang akan terlibat dalam sesi business networking, edukasi, diskusi strategis, dan kolaborasi industri
Selain menjadi ajang konektivitas industri, BVC 2026 juga diharapkan mampu menjadi katalis dalam mendukung penataan akomodasi, khususnya vila di Kabupaten Badung, agar lebih tertib, legal, profesional, dan berorientasi pada quality tourism.
Berbagai isu strategis yang menjadi perhatian bersama antara lain penertiban vila ilegal, pengendalian alih fungsi lahan LSD, pengelolaan limbah dan sampah, kemacetan, hingga penguatan regulasi dan tata kelola pariwisata yang berkelanjutan.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, S.H., menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan BVC 2026 dan menilai kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah daerah dalam penertiban akomodasi ilegal, optimalisasi penerimaan pajak daerah, serta pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata berkualitas di Kabupaten Badung.
Beliau juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, asosiasi, serta pelaku industri dalam menjembatani berbagai tantangan sektor pariwisata yang berkembang saat ini. Salah satu langkah strategis yang tengah dilakukan pemerintah adalah kerja sama dengan berbagai OTA (Online Travel Agent) untuk memperkuat pendataan akomodasi secara lebih akurat dan terintegrasi.
“Saat ini terdapat sekitar 12.000 akomodasi resmi yang terdata di Kabupaten Badung, namun masih terdapat banyak akomodasi yang belum memenuhi legalitas. Karena itu, kami mendorong seluruh pelaku usaha untuk memenuhi kewajiban administrasi dan perpajakan, minimal memiliki NPWPD. Kebijakan yang tepat hanya dapat dihasilkan melalui data yang akurat,” ujar Bupati Badung.
Melalui semangat kolaborasi, kepedulian, dan komitmen bersama antara pemerintah dan pelaku industri, BVC 2026 diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem pariwisata Bali yang sehat, berkualitas, berdaya saing global, serta berkelanjutan bagi generasi masa depan. Karena masa depan Bali dibangun bersama melalui sinergi, tata kelola yang baik, dan visi menuju Bali yang sustainable.

