Peluncurkan Logo Baru dan Buku “Lawar Leadership” Meriahkan Stakeholder Gathering dan Pengundian Tabungan Arisanku BPRKanti
Melalui Tabungan ArisanKu, nasabah berkesempatan memperoleh hadiah spektakuler:
- 1 unit Mitsubishi Destinator;
- 1 unit BYD M6 MD;
- 1 unit Toyota Avanza Hybrid; dan
- 5 unit Honda Scoopy.
Namun sesungguhnya, hadiah terbesar bukanlah mobil dan sepeda motor itu. Hadiah terbesar adalah tumbuhnya budaya menabung, tumbuhnya kesadaran finansial, dan tumbuhnya kepercayaan masyarakat kepada lembaga keuangan yang hadir dengan hati.
(Baliekbis.com), Dalam rangkaian Stakeholder Gathering Tahunan dan Pengundian Tabungan ArisanKu, BPR Kanti juga meluncurkan logo baru dan buku “Lawar Leadership”, Senin (1/6/2026) malam di Restoran Hongkong Garden, Denpasar.
Acara yang bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni, ini dihadiri Gubernur Bali yang diwakili Kepala Dinas Koperasi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, OJK Bali, rektor PTN/PTS se-Provinsi Bali, Dato Pardip Kumar Kukreja, ratusan tokoh masyarakat, pemimpin desa adat, pemegang saham, nasabah setia BPR Kanti, serta para undangan.
Direktur Utama BPR Kanti, Made Arya Amitaba, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan merupakan momentum kebangkitan kesadaran, peneguhan arah, dan momentum ketika sebuah lembaga keuangan memilih untuk tidak hanya bertumbuh secara bisnis, tetapi juga secara moral, spiritual, dan kemanusiaan.
“Di tengah dunia yang berubah begitu cepat, kita menyaksikan begitu banyak institusi berlomba menjadi besar. Namun tidak semua berlomba menjadi bermakna. Banyak yang tumbuh dalam angka, tetapi belum tentu tumbuh dalam nilai. Banyak yang maju secara teknologi, tetapi kehilangan sentuhan hati nurani,” ujar Amitaba.
Karena itulah hari ini BPR Kanti ingin menyampaikan sebuah keyakinan besar, bahwa masa depan tidak boleh dibangun dengan melupakan budaya. Kemajuan tidak boleh mematikan kebijaksanaan leluhur. Dan transformasi tidak boleh menghilangkan kemanusiaan.
“BPR Kanti percaya, institusi yang akan bertahan bukanlah yang paling besar, melainkan yang paling mampu menjaga nilai, memuliakan manusia, dan tetap setia pada dharma pengabdiannya,” tegas Amitaba.
Hari ini menjadi semakin istimewa karena momentum ini juga merupakan bagian dari agenda rutin tahunan BPR Kanti, yaitu Stakeholder Gathering BPR Kanti. Sebuah ruang kebersamaan. Sebuah ruang silaturahmi untuk mempererat hubungan antara perusahaan dengan masyarakat, antara lembaga dengan komunitas, antara pelayanan dengan kepercayaan.
Ia meyakini bank bukan sekadar tempat menyimpan uang. Bank adalah tempat menyimpan harapan, tempat menyimpan kepercayaan, dan tempat membangun masa depan bersama.
“Melalui Stakeholder Gathering ini, kami ingin menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang tulus kepada seluruh nasabah, masyarakat, dan stakeholder yang selama ini telah berjalan bersama BPR Kanti,” jelasnya.

Dikatakan, perjalanan BPR Kanti sampai hari ini bukan dibangun oleh satu orang, tetapi dibangun oleh kepercayaan bersama, doa-doa masyarakat, dan loyalitas para nasabah yang setia. Hari ini pula BPR Kanti melaksanakan pengundian Tabungan ArisanKu sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang telah mempercayakan masa depan finansialnya bersama BPR Kanti.
BPR Kanti juga meluncurkan produk baru, yaitu Tabungan ArisanKu Generasi Baru. Sebuah produk tabungan yang tidak hanya menghadirkan manfaat finansial, tetapi juga menghadirkan harapan, kebahagiaan, dan kesempatan mewujudkan impian masyarakat.
Amitaba menambahkan, menabung bukan hanya soal uang, tetapi juga harapan, disiplin, masa depan keluarga, pendidikan anak-anak, dan tentang kehidupan yang lebih baik. BPR Kanti ingin menjadi bagian dari perjalanan itu.
Logo Baru BPR Kanti
Pada kesempatan tersebut, BPR Kanti secara resmi meluncurkan logo baru BPR Kanti. Transformasi ini bukan sekadar perubahan visual. Ini adalah pernyataan jiwa. Sebuah sumpah nilai. Bahwa BPR Kanti tidak ingin hanya dikenal sebagai lembaga keuangan, tetapi sebagai rumah pengabdian yang tumbuh dari akar budaya, dipimpin oleh hati nurani, dan berjalan dengan kehormatan.
Logo baru BPR Kanti bukan sekadar gambar. Ia adalah doa, napas perjuangan, dan wajah dari jiwa perusahaan. Di dalam logo itu terdapat dua energi yang saling merangkul dan bergerak menuju satu pusat harmoni.
Ia melambangkan keseimbangan antara profesionalisme dan kemanusiaan, antara keberanian dan kebijaksanaan, antara modernitas dan akar budaya, serta antara pertumbuhan usaha dan ketulusan pelayanan.
Gerak melingkar yang menyatu itu mengajarkan bahwa kehidupan tidak dibangun oleh persaingan yang saling menjatuhkan, melainkan oleh kolaborasi yang saling menguatkan. Di dalamnya juga tersirat bentuk tangan. Tangan yang bekerja tanpa lelah, melayani tanpa pamrih, menolong tanpa memilih, dan tangan yang menggenggam kepercayaan masyarakat dengan penuh tanggung jawab.
“Bagi kami, kepemimpinan bukanlah tentang siapa yang paling berkuasa, tetapi siapa yang paling tulus mengabdi. Pemimpin besar bukanlah mereka yang paling tinggi duduknya, melainkan mereka yang paling dalam kepeduliannya,” ujar Amitaba.
Warna biru dalam logo melambangkan kepercayaan, integritas, keteduhan, dan keteguhan moral. Sedangkan warna oranye melambangkan semangat kehidupan, keberanian berubah, energi pembaruan, dan api pengabdian.
Perpaduan biru dan oranye merupakan perlambang keseimbangan agung. Karena sesungguhnya, institusi yang besar bukan hanya yang kuat secara finansial, tetapi juga yang mampu menjaga keseimbangan nilai di tengah perubahan zaman.
Selain logo, BPR Kanti juga hadir dengan visi dan misi baru.
Visi: “Menjadi mitra finansial terpercaya, berlandaskan prinsip kehati-hatian, dan berkelanjutan dalam menghadirkan solusi bermakna serta nilai tambah nyata bagi nasabah.”
Misi:
- Pelayanan Finansial Bermakna dan Bertanggung Jawab;
- Inovasi dan Teknologi yang Andal;
- Pengelolaan Risiko dan Tata Kelola Berintegritas;
- Pengembangan SDM, Budaya, dan Kemitraan Berkelanjutan.
Peluncuran logo baru ini sekaligus menandai lahirnya Corporate Culture Transformation BPR Kanti menuju Community Bank. Ini adalah sebuah lompatan paradigma, dari sekadar lembaga keuangan menjadi institusi yang hidup bersama masyarakat, yang mendengar denyut kebutuhan masyarakat, bertumbuh bersama komunitas, dan hadir sebagai bagian dari solusi kehidupan.
Selanjutnya, Amitaba menjelaskan transformasi budaya ini dibangun di atas fondasi nilai KANTI: Kepedulian, Akuntabilitas, Nilai Tambah, Transparansi, dan Inovasi. Serta diperkuat melalui budaya kerja DKKB: Disiplin, Komunikasi, Kerja Sama Kolaboratif, dan Belajar Berkelanjutan.
Transformasi budaya ini diperkuat melalui peluncuran buku Lawar Leadership. Lawar bukan sekadar makanan tradisional Bali. Lawar adalah filosofi kehidupan. Berbeda unsur, rasa, dan warna, namun menyatu menjadi harmoni yang utuh.
Dari sanalah lahir filosofi Lawar Leadership: kepemimpinan yang ngayah, melayani, menghormati perbedaan, membangun kebersamaan, dan menjaga harmoni kehidupan.
Sebagaimana seorang peramu lawar menjaga keseimbangan rasa agar tidak ada unsur yang mendominasi, demikian pula pemimpin sejati harus mampu meramu manusia, nilai, visi, dan harapan menjadi kekuatan kolektif yang harmonis.
Bahwa masa depan Bali harus dibangun melalui kepemimpinan yang berakar pada budaya, bertumbuh melalui transformasi, dan berorientasi pada kemaslahatan komunitas.
“Kita ingin membangun lembaga yang sehat, membangun manusia yang bertumbuh, membangun budaya kerja yang luhur, dan membangun kepemimpinan yang berjiwa pengabdian,” jelasnya.
Karena pada akhirnya, institusi yang akan bertahan bukanlah yang paling besar, melainkan yang paling mampu menjaga nilai, memuliakan manusia, dan tetap setia pada dharma pengabdiannya.
“Mari berbank dengan BPR Kanti. Kenapa mesti berbank dengan BPR Kanti? Karena berbank dengan BPR Kanti berarti turut mewujudkan mimpi pengabdian kami bagi seluruh masyarakat Bali maupun Indonesia,” harap Amitaba yang sudah 28 tahun menakhodai BPR Kanti. (ist)

