Kunker di Kadin Bali, Dr. Mangku Pastika Dorong Pengusaha Turut Andil Lahirkan Pemimpin yang Sejahterakan Masyarakat

(Baliekbis.com), Kehadiran Kadin Bali dinilai strategis dalam turut andil melahirkan pemimpin yang nantinya mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Kadin adalah mitra strategis yang secara formal diatur oleh UUD dalam memajukan perekonomian dan kesejahteraan rakyat.

“Secara spesifik saya hari ini datang ke Kadin karena ada transisi kepemimpinan baik kepemimpinan nasional maupun lokal bali, gubernur, bupati, walikota dan seterusnya. Maka saya berpesan agar Kadin Bali mengambil peran strategis ini dalam ikut menentukan pemimpin yang akan datang,” ujar Anggota DPD RI dapil Bali Dr. Made Mangku Pastika,M.M. saat “Kunjungan Kerja” pada Selasa (30/1) di Kantor Kadin Bali.

Kunker dengan tema “Pengawasan atas Pelaksanaan UU No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM yang Difokuskan pada Dampak Pemilu terhadap UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi di Daerah” dipandu Tim Ahli Nyoman Baskara didampingi Nyoman Wiratmaja dan Ketut Ngastawa menghadirkan narasumber Ketua Kadin Bali Made Ariandi Bali dan sejumlah pengurus.

Dikatakan para pemimpin yang akan datang tentunya yang bisa mengelola sumber daya yang ada di Bali, yang luar biasa jumlah dan kualitasnya untuk membawa kesejahteraan yang sebesar-besarnya bagi rakyat dengan memajukan perekonomiannya.

“Itu yang saya harapkan dan mudah-mudahan ini jadi pertimbangan. Kita masih punya waktu untuk menyusun kriteria yang kita inginkan bagi pemimpin ke depan. Supaya tidak hanya menerima begitu saja tanpa punya pertimbangan yang jelas. Jadi kita harus punya pilihan dan “komitmen-komitmen” dari calon pemimpin yang akan kita pilih,” jelas Mangku Pastika.

Mantan Gubernur Bali dua periode ini menambahkan memang undang-undang mengharuskan calon pemimpin didukung oleh partai politik dan gabungan parpol, walaupun ada calon independen. Namun diharapkan muncul tokoh-tokoh yang mungkin bukan dari parpol tapi memang memiliki visi misi dan kapasitas yang memadai untuk memajukan kesejahteraan rakyat Bali.

Di sisi lain, Mangku Pastika mengatakan tantangan ke depan memang besar sehingga tidak gampang jadi pengusaha. “Saya disuruh jadi pengusaha gak bisa, meski punya duit, aset dan properti. Sebab saya tidak punya jiwa pengusaha. Untuk jadi pengusaha harus memiliki jiwa tangguh, petarung, dan punya nyali besar. Bila perlu sedikit gambling,” tambahnya.

Khusus untuk Bali dikatakan pemimpinnya ke depan (Gubernur, Bupati dan Walikota) akan mengelola aset yang sangat besar. Di sisi anggaran totalnya ada sekitar Rp30 triliun per tahun, SDM yang banyak dan ribuan bidang aset tanah serta properti. Jumlah itu masih bertambah dengan adanya proyek-proyek pusat di Bali.

“Aset yang besar ini semestinya bisa membawa kesejahteraan bagi rakyat Bali kalau bisa dikelola dengan baik. Pemimpin Bali ke depan harus memiliki jiwa dan semangat entrepreneurship, maka saya optimis Bali bisa maju seperti Singapura,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut juga mengemuka masalah pajak (hiburan -spa) yang begitu tinggi hingga 75 persen dan persyaratan yang begitu banyak bagi pengusaha pemula (startup) sehingga ini menghambat perkembangan dunia usaha. Pengusaha lokal hanya jadi penonton sebab sebagian besar di drop dari pusat.

“Kalau pajak tinggi, orang akan cari tempat lain. Ini bisa menghambat dunia usaha khususnya pariwisata yang menjadi andalan Bali. Padahal banyak peluang (bisnis) lain yang besar yang bisa mendongkrak pajak,” ujar sejumlah pengurus.

“Saingan (pariwisata) kita banyak. Bahkan negara lain justru menurunkan pajak untuk menarik wisatawan. Jadi harus hati-hati buat kebijakan, sebab dampaknya sangat besar,” jelas Ketum Kadin Bali Ariandi.

Spa itu memberi jasa/layanan kesehatan dan akan jadi trend dunia. Spa Bali terkenal di dunia. “Namun kalau dibuat mahal (pajak tinggi) siapa yang mau. Saya juga gak setuju kalau pajaknya terlalu tinggi,” pungkas Mangku Pastika.(bas)