Bali yang Pertama Sosialisasi BI-Fast

BI-Fast diharapkan bisa mendukung pelaku industri menjadi lebih efisien. Karena lebih cepat, aman dan bisa kapan saja. Biaya juga lebih murah, hanya Rp2.500.

(Baliekbis.com), Bali menjadi wilayah pertama sosialisasi BI-Fast yang mengangkat tema “Akselerasi ekosistem ekonomi keuangan digital Indonesia melalui BI-Fast”. Sosialisasi dibuka Asisten Gubernur-Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Fillianingsih Hendarta, Selasa (9/8) di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Lumintang Denpasar yang diikuti sekitar seribu peserta dari berbagai kalangan.

Fillianingsih mengatakan Bali dipilih karena digitalisasinya dinilai luar biasa. BI-Fast ini merupakan terobosan baru sistem pembayaran di level nasabah yang aman, efisien dan bisa transaksi 24 jam dimana saja.

“Ini transformasi digital di bidang pembayaran yang bisa menjawab tantangan digitalisasi yang ingin semuanya serba ‘cemumuah’ (cepat, mudah, murah, aman dan handal). Jadi masyarakat ada alternatif, pilihan sesuai kebutuhannya,” tambahnya.

Kepala Perwakilan BI Bali Trisno Nugroho

Dengan adanya BI-Fast ini diharapkan bisa mendukung pelaku industri menjadi lebih efisien. Karena lebih cepat, biaya transaksinya lebih murah, hanya Rp2.500.

Fillianingsih menambahkan sejak diluncurkan pada 21 Desember 2021, BI-Fast ini mendapatkan sambutan yang baik dari berbagai kalangan. Transaksi BI-Fast terus meningkat. Sampai Juli 2022 tercatat mencapai 180,9 juta transaksi.

Sementara Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan dengan BI-Fast, transfer bisa dilakukan 24 jam selama 7 hari, kapan saja dan dimana saja.
Adanya peningkatan penggunaan QRIS maupun BI-Fast akan membuat ekonomi Bali lebih cepat pulih dan bangkit.

Trisno mengatakan ekonomi Bali telah tumbuh 3,04 persen meningkat dari sebelumnya hanya 1,46. Namun posisi Bali di peringkat 31 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia.

Trisno Nugroho mengaku optimis pertumbuhan ekonomi Bali akan terus meningkat. Hal ini terlihat dari pertumbuhan sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi terus meningkat. (bas)