Akhirnya Yayasan Mutiara Hati Santhi Miliki Wantilan, Dr. Mangku Pastika, M.M. Berharap Anak-anak Disabilitas Mendapat Penanganan Lebih Baik

(Baliekbis.com), Setelah sekitar 20 tahun anak-anak disabilitas mendapat penanganan di tempat yang sederhana dan relatif terbatas, kini mereka bisa lebih lega beraktivitas dengan selesainya bangunan wantilan di tempat Yayasan Mutiara Hati Santhi, Bedulu Gianyar.

Bangunan wantilan ukuran 6×8 meter dibangun atas donasi Yayasan Bali Binar Bhakti, Senin (15/4) dipelaspas dan dihadiri Ketua Yayasan Bali Binar Bhakti dan pengurus, Pj. Bupati Gianyar yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, sejumlah tokoh dan puluhan anak-anak disabilitas dari Gianyar dan kabupaten lainnya.

Di masa Covid, Yayasan Bali Binar Bhakti juga bergerak membantu pengadaan alat bantu oksigen serta kegiatan sosial lainnya. Yayasan ini diketua Dr. Made Mangku Pastika, M.M. dengan Pembina Nyoman Nuarta, Wakil Pembina sekaligus Ketua Pengurus Agus Maha Usadha, Sekretaris I Ketut Ngastawa, Bendahara I.B. Budi Hartawan serta Pengawas Nyoman Baskara dan Nyoman Wiratmaja.

Pada upacara pamelaspas anak-anak disabilitas juga turut sembahyang bersama dan tampak begitu gembira. Pada kesempatan tersebut juga hadir sejumlah relawan yang selama ini turut membantu perawatan anak-anak tersebut.

Mangku Pastika yang hadir serangkaian kegiatan reses mengaku terharu melihat kegembiraan anak-anak. “Saya berharap dengan adanya wantilan ini penanganan anak-anak ini bisa lebih baik lagi sehingga pemulihannya menjadi lebih cepat,” ungkap Anggota DPD RI dapil Bali yang aktif turun ke lapangan ini.

Gubernur Bali 2008-2018 ini sebelumnya sempat beberapa kali datang ke yayasan ini sekaligus memantau perkembangan anak-anak tersebut. Saat itu ia melihat yayasan yang dikelola ibu rumah tangga Ni Wayan Siki sejak tahun 2003 silam ini kondisinya sangat sederhana dan anak-anak dirawat pada ruang yang terbatas.

Melihat berbagai keterbatasan itu, Mangku Pastika melalui Yayasan Bali Binar Bhakti lantas membantu membangun wantilan. “Setidaknya adanya bangunan ini bisa membuat anak-anak lebih senang. Tinggal masalah lainnya yang perlu ditangani seperti tenaga terapisnya,” ujar Mangku Pastika.

Ketua Yayasan Mutiara Hati Santhi Ni Wayan Siki
sebelumnya mengatakan anak-anak (difabel) ini mendapatkan bantuan terapi namun beberapa bulan terakhir sudah terhenti. Perawatan anak-anak yang jumlahnya sekitar 40 orang dilakukan di rumahnya yang terbatas. Kini ia lega karena sudah ada wantilan yang bisa secara khusus untuk merawat anak-anak tersebut.

Mangku Pastika mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Ni Wayan Siki dalam membantu anak-anak penyandang disabilitas ini. Meskipun dengan kondisi ekonomi yang begitu sederhana, masih ada yang peduli dengan anak-anak yang lain. “Tentu saya prihatin melihat anak-anak berkebutuhan khusus seperti itu dengan fasilitas dan kunjungan kesehatan yang terbatas. Anak-anak ini perlu dibantu dan bisa kita lakukan dengan cara gotong royong, ” ucapnya.

Dari laporan, sebagian besar anak-anak disabilitas ini lahir prematur dengan berat badan sekitar 800 gram. Menurut Mangku Pastika perlu ada semacam penelitian mengapa banyak anak-anak yang sebelumnya terlahir prematur, yang kemudian berdampak kecacatan. Padahal dari sisi gizi mereka cukup dan lingkungan tinggalnya juga sehat.

“Saya yakin masih banyak anak yang menderita, hanya mereka tersembunyi. Mungkin ada ribuan. Anak-anak ini anugerah Tuhan dan menjadi tanggung jawab kita. Mari kita bergabung bantu mereka. Kita berdosa kalau pura-pura tidak tahu. Harap pemerintah juga ikut turun tangan peduli,” pinta Mangku Pastika.

Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gianyar Dr. Ketut Mudana, S.H., MBA yang hadir mewakili Pj. Bupati Gianyar sangat mengapresiasi berbagai pihak yang peduli dan begitu tulus membantu anak-anak ini. “Kami dari Pemkab Gianyar siap membantu. Kami sudah data dan catat apa yang perlu dibantu. Nanti akan kita anggarkan,” janji Dr. Mudana. (bas)