PSI Bali Tancap Gas, “Roadshow” Perkuat Struktur hingga Akar Rumput

(Baliekbis.com),Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bali tancap gas menghidupkan dan memanaskan mesin politik sebagai sebuah langkah strategis untuk mengaktifkan seluruh kader, relawan, dan struktur organisasi dari tingkat pusat hingga ranting (akar rumput) guna memenangkan pemilu.

“Untuk itu, PSI melakukan roadshow ke daerah-daerah, untuk konsolidasi internal dalam rangka menguatkan struktur dan militansi kader serta pengurus,” ujar Ketua DPW PSI Bali, I Wayan Suyasa,SH seusai roadshow di Badung dan Buleleng, Minggu (10/5/2026).

Seperti halnya saat di Buleleng, sebelumnya saat di Badung, roadshow dihadiri lengkap pengurus DPD dan DPC PSI setempat. Roadshow dilakukan secara marathon dimulai dari Badung, Buleleng, dan disusul ke daerah-daerah lainnya di bulan Mei hingga Juni ini.

Pada intinya perjalanan politik ini, kata Suyasa, bertujuan menguatkan komunikasi dan koordinasi dengan pengurus dan kader PSI di kabupaten/kota, melengkapi struktur kepengurusan, dan secara spesifik mengharmoniskan komunikasi DPW dengan DPD, DPC, termasuk DPRt (Dewan Pimpinan Ranting).

Ditegaskan, pasca konsinyering nasional di Jakarta, awal April lalu, PSI Bali langsung tancap gas melakukan konsolidasi total. “Penguatan struktur kami lakukan hingga mengukuhkan militansi kader tingkat bawah yang disiapkan untuk memastikan PSI tampil sebagai kekuatan politik yang siap bertarung di level lokal dan nasional,” kata Suyasa yang didampingi Sekretaris DPW PSI Bali Cok Duwi Satria dan Bendahara Komang Suarsana.

Suyasa sangat optimis PSI akan menjadi kekuatan baru untuk mewujudkan cita-cita politik partai yang berfokus pada menebar kebajikan, merawat keragaman, dan meneguhkan solidaritas dengan berbasis pada partisipasi demokrasi warga masyarakat.

“PSI bertujuan membangun politik yang jujur, inklusif, dan anti-korupsi, serta konsisten melanjutkan pembangunan di segala bidang yang bersentuhan langsung dengan kondisi riil masyarakat,” tegasnya.

“Sesungguhnya DPP PSI mengamanatkan kepada DPW-DPW untuk mengkonfirmasi terbentuknya kepengurusan DPRt (Dewan Pimpinam Ranting) dan ditindaklanjuti dengan menggelar Rakorwil Khusus.Kami dahului dengan langsung mendatangi dan bersilaturahmi dengan pengurus dan kader di daerah-daerah,” kata Suyasa yang mantan Wakil Ketua DPRD Badung itu.

Di sisi lain, Suyasa menekankan, setiap warga negara memiliki ruang yang sama untuk terlibat dalam proses politik, baik melalui pemilihan umum maupun aktivitas kepartaian yang sehat dan bertanggung jawab.

“Atas dasar itulah, PSI hadir sebagai sarana politik yang bertujuan menghidupi harapan serta memperkuat peran masyarakat dalam pembangunan bangsa melalui jalur demokrasi,” ucap Suyasa seraya menambahkan, PSI terus berupaya membangun partai yang inklusif dan terbuka, sehingga dapat menjadi rumah bersama bagi seluruh elemen masyarakat tanpa sekat perbedaan.

Sejalan dengan itu, PSI mengusung tagline “Partai Super Terbuka”, yang menegaskan keterbukaan partai bagi semua umur, semua agama, semua suku, dan seluruh golongan masyarakat.PSI juga terpanggil untuk membangun budaya politik yang akuntabel, transparan, serta dapat dibuktikan manfaat nyatanya bagi pembangunan di berbagai sektor kehidupan.

“Di tingkat daerah seperti Bali, konsolidasi organisasi menjadi fokus utama partai dalam menghadapi agenda politik dan tahapan Pemilu yang sedang berjalan,” lugasnya.

Sementara itu, proses verifikasi partai politik menuntut kesiapan struktur kepengurusan yang lengkap dari tingkat pusat hingga ke kelurahan dan desa. Oleh karena itu, PSI bekerja secara serius dan terukur untuk menyusun kepengurusan sesuai dengan amanat undang-undang serta peraturan kepemiluan yang berlaku.

Fokus utamanya adalah persiapan pemilu, peningkatan kepercayaan masyarakat, dan peningkatan soliditas kader. “Yang terpenting adalah kita menyadari bahwa kerja konsolidasi itu adalah kerja panjang, yang terus-menerus, dan tidak tanpa akhir,” ucapnya.

Meski demikian, Suyasa meyakinkan seluruh kader bahwa setiap upaya konsolidasi tidak akan pernah sia-sia dalam perjuangan politik. Maka, dilakukan penguatan struktur dari tingkat DPW hingga akar rumput (desa/DPRt), “ kata Suyasa.

Fokus pada pembentukan struktur hingga tingkat bawah akan memastikan mesin partai berjalan maksimal. Strategi yang dirumuskan mencakup penguatan struktur hingga akar rumput, konsolidasi kader, serta pembangunan basis dukungan yang lebih luas dan militan.(ist)

Leave a Reply

Berikan Komentar