Suasana Haru Warnai Wisuda ke-37 ITB STIKOM Bali
(Baliekbis.com), Suasana haru mewarnai acara wisuda ke-37 ITB STIKOM Bali, Rabu (13/5/2025) yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Badung.
Pada acara wisuda yang melepas 582 wisudawan, pihak Kampus ITB STIKOM Bali juga menyerahkan beasiswa kepada putra-putri almarhum dosen ITB STIKOM Bali I Gusti Rai Agung Sugiarta, ST, MT.
Isak tangis keluarga almarhum tak tertahankan saat dilakukan prosesi penyerahan bea siswa yang disaksikan 582 wisudawan dan keluarga serta undangan yang hadir.
Wisuda ITB STIKOM Bali kali ini sebanyak 582 wisudawan yang terdiri dari 14 Magister, 567 Sarjana, dan 1 Diploma III dari berbagai program studi D3, S1 dan S2.
Sejumlah wisudawan juga berhasil meraih gelar dual degree melalui program kerja sama internasional dengan HELP University.
Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan pada kesempatan itu berharap kepada para wisudawan dan wisudawati untuk tetap berkiprah. Wisuda hari ini bukan akhir daripada suatu perjalanan, tapi merupakan awal bagi para wisudawan untuk melangkah ke dunia kerja, dunia wirausaha, dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yang disebut dengan “BMW”: Bekerja, Melanjutkan dan Wirausaha.
“Untuk bekerja, di kami sudah ada Career Development Center yang akan mengantarkan mereka ke dunia kerja. Kemudian untuk melanjutkan, kami sudah punya S2-nya. Dan wirausaha juga kami sudah punya inkubator bisnis yang harapannya semua wisudawan itu secepat mungkin bisa melaksanakan ketiga hal itu,” ujar Dadang Hermawan seraya menambahkan sebagian besar sekitar 70 sampai 85% wisudawan sudah bekerja karena kebanyakan sudah bekerja sebelum lulus.
Dadang mengatakan pihaknya akan terus melaksanakan berbagai program, berbagai terobosan untuk memajukan kampus. Antara lain bagaimana memperbanyak orang kuliah ke perguruan tinggi dengan cara memberikan beasiswa dari yayasan, kemudian mengakses KIP Kuliah, dan juga sejalan dengan program Pak Gubernur yaitu Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS).

“Itu in-line dengan program kami, sehingga harapannya nanti masyarakat Bali khususnya, masyarakat Indonesia bisa lebih banyak kuliah sehingga Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi bisa lebih bagus dan lebih naik lagi karena itu in-line dengan tingkat kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
SDM juga terus ditingkatkan. Pada sebulan lalu ITB STIKOM Bali sudah ada satu profesor dan itu satu-satunya profesor IT di swasta. Kemudian juga yang sedang kuliah S3 ada puluhan orang dan yang lulus S3 sudah puluhan orang.
“Sebanyak mungkin akan kita terus dorong supaya kualitas dosen maupun tenaga kependidikan kita makin baik dan makin meningkat. Akreditasi sekarang juga ‘Baik Sekali’ dan sedang proses reakreditasi ke ‘Unggul’,” pungkasnya.
Sementara itu, Vice President of HELP University Stephen Wu Ghee Kean yang hadir pada acara tersebut mengaku sangat senang bisa berpartisipasi dalam wisuda ITB STIKOM Bali.
Stephen Wu mengatakan
telah menjadi mitra selama sekitar 17 tahun. Hal yang membuat saya sangat senang adalah kinerja para mahasiswanya. Dan sangat menghargai kemitraan dengan ITB STIKOM Bali.
“Kami baru saja menyelesaikan wisuda kami pada tanggal 10 Mei tahun ini, di mana Pak Dadang beserta beberapa rekan lainnya dari STIKOM Bali, bersama dengan 13 mahasiswa STIKOM Bali yang telah berpartisipasi dalam program gelar ganda (dual degree) di bidang IT (Sarjana IT), turut berpartisipasi dalam wisuda tersebut,” jelasnya.
“Hari ini, saya berada di sini untuk ikut serta dalam wisuda ITB STIKOM Bali. Ke depannya, kami berharap dapat berbuat lebih banyak lagi bersama ITB untuk membantu masyarakat Indonesia, khususnya di bidang Kecerdasan Buatan (AI), Manajemen Energi Terbarukan, Teknologi Desain dan Pengemasan, serta bidang lainnya,” tambahnya.
Stephen Wu berharap dapat melaksanakan program Magister (S2), program Doktor (S3), dan juga program mobilitas jangka pendek. “Kami juga berharap dapat melakukan promosi bersama agar lebih banyak mahasiswa internasional dari berbagai negara bisa datang ke Bali untuk mengikuti program gelar ganda dengan ITB STIKOM,” ujarnya.
Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Prof. Dr. Made Bandem mengatakan
Yayasan selalu berbangga karena perkembangan ITB STIKOM Bali pada saat ini sangat signifikan. Utamanya hubungan kerja sama antara ITB STIKOM Bali dengan berbagai kampus di luar negeri.
“Tadi sudah dinyatakan dari HELP University, ada dari China, sekarang ada juga dari UK. Jadi ini menambah perbendaharaan kami. Tidak hanya itu saja, tetapi menjadikan kampus ITB STIKOM Bali ini berkelas dunia,” ujar Prof. Bandem.
Ditambahkan pihaknya saat ini tengah menunggu SK dari pusat tentang Peningkatan Status ITB STIKOM Bali menjadi USB (Universitas STIKOM Bali). “Segala persyaratannya sudah disampaikan, diterima oleh pusat, dan Pak Rektor sudah bolak-balik ke Jakarta dan tidak ada masalah lagi sebetulnya kalau dari persyaratan,” jelas Bandem yang juga mantan Rektor ISI Jogja ini.
“Kami sabar menunggu, mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama ini bisa terjadi, sehingga dengan demikian kita akan makin maju, bisa melangkah lagi ke dunia internasional,” tambahnya. (ist)


Leave a Reply