Penyerapan Aspirasi Dr. Mangku Pastika di Buleleng, Warga Subak Keluhkan Sedimentasi dan Jebolnya Saluran Irigasi

(Baliekbis.com), Warga subak mengeluhkan keberlanjutan ketersediaan air untuk keperluan pertanian terutama pada musim kemarau. Selain itu saluran irigasi banyak mengalami sedimentasi.

“Sedimentasi ini perlu dilakukan pengerukan dengan alat berat sehingga petani bisa mendapatkan air yang maksimal,” ujar Kelian Subak Pangkung Kunyit Made Darmawan saat kegiatan reses Anggota DPD RI Dr. Made Mangku Pastika,M.M. yang berlangsung secara virtual, Sabtu (19/12) di Buleleng.

Reses terkait penyerapan aspirasi Anggota DPD RI perwakilan Bali Dr. Mangku Pastika yang dipandu staf ahli Nyoman Wiratmaja diikuti Kelian Subak Pangkung Kunyit Made Darmawan, Sekretaris Subak Banjar Munduk I Gusti Made Arsana Satwika dan pihak terkait lainnya.

Menurut Darmawan, warga subak juga mengeluhkan adanya penambangan galian C yang menjadikan saluran irigasi tersumbat. “Banyak ada galian, kami ikut jadi korbankan, petani butuh air yang cukup agar bisa menghasilkan, ” ujar Darmawan.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Subak di Banjar Munduk I Gusti Made Arsana Satwika yang membenarkan adanya aktivitas penambangan galian C  di atas saluran irigasi merusak pengairan menuju sawah petani. “Pengairan banyak tersumbat, irigasi rusak dan banyak yang jebol,” jelasnya.

Staf ahli Nyoman Wiratmaja menyerahkan bingkisan sembako

Untuk itu, pihaknya meminta adanya penertiban usaha penambangan galian C yang meresahkan dan menganggu pertanian.  Menurutnya, banyak perijinan pertambangan diterbitkan tanpa ada persetujuan dari subak, padahal sekitar tambang banyak sawah petani.

Atas kejanggalan tersebut, pihaknya sempat mempertanyakan ke Satpol PP Buleleng namun mereka hanya menjawab kewenangan perijinan ada pada tingkat pemerintah provinsi. “Galian C itu perlu dikaji ulang karena subak jadi tidak bisa maksimal dalam penanaman padi,” ungkapnya.

Sedangkan Made Sudesember dari Subak Tegal Lenge berharap ada bantuan alat berat untuk mengeruk pengendapan lumpur (sedimentasi) di aliran irigasi. Sebab bila menggunakan cara manual dari anggota subak, hasilnya tidak maksimal.

Ditambahkan usulan pengerukan sebenarnya sudah pernah disampaikan kepada pemerintah Buleleng dan pihak Balai Wilayah Sungai Bali-Penida tetapi belum mendapatkan respons sesuai harapan. Pemerintah Kabupaten Buleleng sempat melakukan pengerukan sedimentasi, tetapi karena pandemi Covid-19 rencana itu gagal dan tidak berlanjut hingga sekarang.

Desakan alat pengeruk sedimentasi juga disampaikan oleh Penjaga Bendungan Daerah Irigasi (DI) Saba I Made Sukarja. Pengerukan Bendungan Titab Ularan membendung aliran Sungai Saba dan mengairi 6 desa di 2 kecamatan di Kabupaten Buleleng agar dapat dilakukan secara berkala.

Ia juga meminta pembangunan bedungan itu agar difungsikan optimal untuk pertanian bukan lebih banyak digunakan di luar sektor tersebut. Selain sebagai saluran irigasi, bendungan ini juga difungsikan sebagai penyedia air baku sebesar 300 meter kubik per detik, dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) mikrohidro sebesar 1,5 megawatt (MW).

Sedangkan Penjaga Bendung Puluran  I Gusti Bagus Maha Putra Yasa mengharapkan bendungan itu dapat memenuhi air subak pada musim kemarau. Begitu juga, perlunya bantuan bronjong kawat untuk hilir Sungai Saba karena kondisinya sudah roboh. Bantuan itu pernah diberikan oleh Made Mangku Pastika ketika menjabat sebagai Gubernur Bali.

Menindaklanjuti beragam permasalahan dab masukabn warga tersebut, Mangku Pastika mengatakan akan menindaklanjutinya. Upaya itu dalam memastikan warga subak mendapatkan air yang cukup dan mendukung ketahanan pangan Bali dan nasional.

Dalam menyelesaikan sedimentasi dikatakan sepatutnya menggunakan alat berat. “Tidak mungkin diselesaikan dengan manual,” jelas mantan Gubernur Bali dua periode ini. Sedangkan persoalan keluhan galian C yang menggangu areal irigasi, tentunya akan dikomunikasikan dengan pihak terkait.

Acara tersebut ditutup dengan penyerahan bingkisan sembako kepada para petani yang diserahkan oleh Staf Ahli DPD Bali Mangku Pastika, Nyoman Wiratmaja. (ist)