Pengurus Kadin Bali Dilantik, Gubernur Koster Paparkan Enam Potensi Ekonomi Bali

(Baliekbis.com), Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan selain pariwisata yang menjadi andalan ekonomi Bali, pihaknya juga akan mengembangkan potensi lokal lainnya.

“Ada 6 sektor unggulan yang kita kembangkan yakni 1.
Pertanian Organik, 2. Perikanan, 3. Manufaktur, 4. Industri Kerajinan Rakyat, UMKM dan Koperasi. 5. Ekonomi Kreatif dan Digital dan yang ke-6 Pariwisata,” ujar Koster saat memberi sambutan pada
Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Kehormatan, Dewan Penasehat, Dewan Pertimbangan, Kepala Badan dan Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri Provinsi Bali Masa Bakti 2025-2030 yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Werdhi Budaya Art Centre, Denpasar, Sabtu (25/4).

Hadir pada acara tersebut Anggota DPR RI Gde Sumarjaya Linggih yang juga mantan Ketum KADIN Bali dan Nengah Senantara, Ketua Komisi II DPRD Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih yang juga Ketua HIPMI Bali, Gede Wirata yang juga mantan Ketum Kadin Bali dan sejumlah tokoh lainnya.

Koster menambahkan ekonomi Bali 60 persen lebih bergantung pariwisata. Artinya dominasi pariwisata yang menentukan ekonomo Bali. Karena itu untuk mengurus Bali maka harus dibenahi dulu pariwisatanya. “Ada putaran uang Rp176 triliun dari wisatawan yang ke Bali yang dinikmati pelaku pariwisata,” jelasnya.

Namun diingatkan di balik rejeki tersebut, masalah juga muncul seperti sampah, macet dan masalah infrastruktur lainnya yang segera perlu ditangani.

Di sisi lain, Koster melihat peran penting Kadin Bali dalam pembangunan ekonomi. Untuk itu Kadin diminta selalu bersinergi dengan pemda dalam kerangka membangun perekonomian.

“Kami ingin Bali tumbuh dan berkembang dengan kekuatan lokal yang ada di Bali. Sumber dayanya dikembangkan sehingga lebih hidup pergerakannya dan bisa berkelanjutan,” jelasnya.

Koster juga mengingatkan KADIN harus berubah paradigmanya. Spiritnya harus baru memberdayakan, bukan sekadar mencari proyek. Harus fokus membangun daerah dengan memahami karakteristik ekonomi Bali.

Sementara itu Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Bali dalam mendorong diversifikasi ekonomi selain pariwisata.

Anindya menegaskan pariwisata Bali harus tetap dijaga sebagai sektor unggulan yang berkontribusi besar terhadap perekonomian. “Pariwisata adalah ekspor yang tidak perlu dikirim ke luar negeri, karena asetnya ada di sini,” tegasnya.

Terkait Dampak perang Timur Tengah, ia mengungkapkan ada dua pilihan apa bertahan dengan efisiensi atau bertahan sambil mencari terobosan. Kadin memilih yang kedua yakni efisiensi sekaligus inovasi untuk kembali ke jalur pertumbuhan.

Ia menekankan agar pengusaha lokal dilibatkan. Ini juga tradisi dan otentik. Jadi perlu diperjuangkan bersama di Bali. Tenaga kerja migran juga perlu diperhatikan karena membawa dolar.

Anindya juga mendorong KADIN Bali aktif mendukung program nasional yang menjadi unggulan Presiden Prabowo Subianto seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berkolaborasi dengan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Pada acara tersebut, Anindya memperkenalkan inisiatif “Kadin Business Pulse”, sebuah survei berkala untuk membaca sentimen pelaku usaha dan memetakan dinamika ekonomi secara berbasis data.

Made Ariandi dilantik sebagai Ketua Umum Kadin Bali untuk periode kedua oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie.

Usai dilantik I Made Ariandi mengatakan tantangan ke depan semakin kompleks sehingga dibutuhkan semangat kolaborasi yang lebih kuat.

Kadin Bali saat ini menghimpun hampir seluruh pemangku kepentingan ekonomi dalam satu wadah, mulai sektor pertanian, perkebunan, infrastruktur, kelistrikan hingga ekonomi digital dan energi terbarukan.

Ia berharap pelantikan ini menjadi titik awal konsolidasi dunia usaha untuk memperkuat daya saing, menjaga citra pariwisata dan mendorong transformasi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan dan inklusif. (ist)

Leave a Reply

Berikan Komentar