PE-NOVTRA: Inovasi Panen Sawit dari Riau yang Mengubah Getaran Menjadi Energi

(Baliekbis.com), Siapa yang pernah menyangka, dari hamparan kebun sawit di Riau, lahir sebuah ide inovasi yang tak hanya mempermudah pekerjaan para pemanen, tetapi juga menandai babak baru pemanfaatan energi terbarukan di sektor perkebunan.

Inovasi itu bernama PE-NOVTRA, karya Muhammad Ar Rayan, mahasiswa Universitas Elektronika Negeri Surabaya (PENS), yang berhasil menembus jajaran TOP 3 Pertamuda Seed and Scale 2025 untuk kategori Energy Founder, subkategori Energy Future.

PE-NOVTRA hadir sebagai alat panen kelapa sawit berbasis self-charging system dengan memanfaatkan teknologi piezoelektrik yang mampu mengubah tekanan dan getaran mekanik menjadi energi listrik. Setiap ayunan, setiap getaran, setiap gerakan pemanen, semuanya dikonversi menjadi sumber daya listrik untuk mengisi ulang perangkat secara otomatis.

Sebagai anak seorang petani sawit di Riau, Rayan tumbuh dan menyaksikan betapa melelahkannya proses panen konvensional. Pemanen harus bekerja berjam-jam di bawah terik matahari, menggunakan alat manual yang berat, dan bahkan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk peralatan yang harus rutin diperbaiki.

Dari keresahan itulah muncul tekad untuk merancang alat panen yang lebih efisien, hemat biaya, dan bisa mandiri energi, sesuatu yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan di tingkat petani kecil.

“Saya melihat biaya yang dipatok para pemanen sangat tinggi dengan waktu panen yang lama. Cara lama ini membuat pendapatan petani tidak berubah, PE-NOVTRA kami rancang agar petani dapat bekerja lebih efisien tanpa tergantung pada sumber listrik eksternal. Setiap gerakan panen menghasilkan energi baru,” jelas Rayan.

PE-NOVTRA menggunakan material piezoelektrik, teknologi yang mampu menghasilkan muatan listrik ketika mendapatkan tekanan atau getaran mekanis. Pada proses panen sawit, getaran dari pelepasan tandan, gerakan batang alat, atau tarikan alat akan menghasilkan energi yang kemudian disimpan untuk mengoperasikan sistem elektronik perangkat.

Keunggulan PE-NOVTRA diperkuat dengan teknologi SmartCycle Battery Management, sistem yang mengatur dua baterai untuk bekerja secara bergantian dan otomatis. Sistem ini menghasilkan energi selalu stabil. Dengan sistem ini, petani tidak lagi khawatir soal mengisi daya alat panen, membeli baterai baru, atau menghentikan pekerjaan karena kehabisan energi.

Saat ini PE-NOVTRA mulai memasuki tahap implementasi melalui pilot project bersama Koperasi RAM Harapan di Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Riau. Para petani mulai menguji langsung bagaimana PE-NOVTRA bisa mengurangi beban kerja dan menekan biaya operasional.
Langkah ini menjadi pintu awal bagi PE-NOVTRA untuk membuktikan efektivitasnya, sekaligus membuka jalan kolaborasi dan pengembangan lebih luas.(ist)