Parjiman: Ekonomi Bali Tumbuh Baik, Lingkungan Perlu Dijaga
(Baliekbis.com), Kepala OJK Provinsi Bali Parjiman mengatakan ekonomi Bali tumbuh baik di Triwulan I yang mencapai 5,82 persen. Sedangkan nasional 5,11 persen.
“Pertumbuhan ekonomi didominasi sektor pariwisata. Untuk itu lingkungan perlu dijaga dan dilestarikan,” ujar Warjiman pada acara NGORTE, “Ngobrol Bersama Update Berita” Media, di Kantor OJK Bali, Jumat (10/4) malam.
Hadir pula pada acara tersebut, Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Bali Irhamsah, Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 3 OJK Bali Ni Made Novi Susilowati dan Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 4 OJK Bali Zulkifli.
Acara diawali dengan perkenalan Kepala OJK Provinsi Bali yang baru yakni Parjiman yang menggantikan rekan sejawatnya Kristrianti Puji Rahayu yang kini menjabat sebagai Kepala OJK Institute.
Berdasarkan data OJK, Parjiman sebelumnya pernah menjadi Kepala OJK Provinsi DIY pada 2020-2024.
Ia kemudian menjabat Kepala OJK Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara pada 2024-Maret 2026, dan saat ini resmi menjadi pimpinan OJK Bali.
Pada kesempatan tersebut, Parjiman menegaskan kerja sama dengan kalangan media akan makin dipupuk lebih baik lagi. Hal ini karena dia yakin tanpa media, kegiatan yang dilakukan OJK akan kurang bergaung. “SDM OJK terbatas karena itu kami memerlukan kerja sama dengan media dan ke depan kami pastikan lebih baik lagi,” tegasnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai, Parjiman mengapresiasi dukungan yang telah diberikan selama ini dan berharap kerja sama tersebut bisa ditingkatkan lagi ke depannya.
“Kami sangat memerlukan bantuan rekan-rekan media. Kerja sama yang sudah baik ini harapannya bisa lebih baik lagi agar peran OJK di daerah semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Parjiman.
Di awal sambutannya, Parjiman mengatakan ekonomi Bali tumbuh bagus, 5,82 persen di atas nasional. Sedangkan beberapa daerah masih di bawah karena tergantung pada satu sektor. Meski Bali pariwisata mendominasi, namun sektor lain juga mendukung.
Ia juga mengingatkan pentingnya merawat lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Kelestarian lingkungan sangat penting, karena sumber daya alam adalah pilar ekonomi. “Perlu waspada, lingkungan harus dijaga sebagai dampak masifnya pariwisata,” ujar Warjiman.
Sementara itu, Irhamsah memaparkan pertumbuhan ekonomi Bali mencapai 5,82 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional 5,11 persen. “Pertumbuhan ekonomi Bali masih bagus, di atas nasional,” ujarnya.
Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 3 OJK Bali Novi Susilowati mengungkapkan kredit di Bali mengalami pertumbuhan. Berdasarkan lokasi, kredit tumbuh 6,92 persen, sementara berdasarkan proyek tumbuh 7,11 persen.
Sedangkan LDR (Loan to Deposit Ratio) per Januari 2026 sebesar 58,38 persen atau tumbuh tipis dibandingkan 2025 sebesar 58,24 persen. Terkait LDR ini, Warjiman berharap bisa ditingkatkan agar dana yang dihimpun bank bisa lebih bermanfaat.
Kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) menurun di angka 2,6 persen dari sebelumnya di atas 3 persen. Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun perbankan mencapai Rp204,33 triliun atau naik 6,66 persen dibandingkan periode sama 2025 mencapai Rp191,56 triliun.
Pada acara “Ngorte Bersama Media” itu, juga terungkap cukup banyaknya usaha jasa gadai yang tak berizin. “Kita sudah lakukan pembinaan agar bisa mematuhi aturan yang berlaku,” jelas Zulkifli.
Sedangkan kehadiran lembaga keuangan non bank seperti modal ventura, LKM, dll. dinilai sangat membantu masyarakat terutama mereka yang non bankable agar terhindar dari rentenir. (ist)

