Ketua GBN MI Bali: Gunakan Medsos sebagai Perekat Toleransi pada Perayaan Nyepi & Idul Fitri
(Baliekbis.com), Hari Raya Nyepi 2026 Tahun Baru Saka 1948 merupakan hari raya suci dan sakral bagi umat Hindu, telah berlangsung ratusan tahun yang lalu dengan keheningannya tak pernah tercoreng.
Saat ini, mudahnya menggunakan dan mendapatkan informasi, melalui media sosial janganlah kita membuat konten atau perhatian publik yang tidak elok/tidak pantas apalagi membuat berita bohong (hoax) sehingga dapat mencederai toleransi yang sudah kental.
“Saya berharap khususnya masyarakat non Hindu di Bali, marilah kita kuatkan diri, sadar diri dengan landasan Pancasila dalam kerangka Bhineka Tunggal Ika, guna mengedepankan rasa saling menghormati dan menghargai serta larut dalam perayaan HR Nyepi, dengan menggunakan media sosial secara kreatifitas positif sehingga dapat menyejukkan suasana,” ujar Tonny Kushartanto,SS sebagai Ketua Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia Provinsi Bali (DPP GBN MI Bali) di Denpasar, Senin (16/3).
“Gunakan Media Sosial sebagai perekat toleransi di HR Nyepi dan HR Idul Fitri, hal ini merupakan bentuk toleransi yang dalam berdasarkan Jiwa Bela Negara, karena ini adalah langkah memperjuangkan kebenaran, kedamaian dan melestarikan budaya/agama dalam perbedaan dengan kondisi aman, nyaman, dan damai di NKRI khususnya di Bali,” tambah Tonny.
Menurutnya larut dalam perayaan Nyepi bagi umat non Hindu, bukanlah masuk ke hal-hal khusus umat Hindu, melainkan hal penting yang umum yaitu jangan keluar rumah, jangan membuat keributan/ kebisingan, atau hal lain yang dapat menodai perayaan Nyepi.
Tonny mengaku sebagai umat non Hindu yang lahir di Denpasar, yang sudah puluhan tahun menikmati Hari Raya Nyepi dengan damai dan penuh arti tersendiri. Sehingga menurutnya kehadiran Hari Raya Nyepi itu sangat penting bagi umat manusia, dimana hari raya ini dapat dijadikan waktu khusus pembersihan diri, pembersihan alam sehingga kita dapat introspeksi diri.
Terkait prediksi Nyepi yang berdekatan dengan Idul Fitri, menurutnya perlu disikapi dengan ketulusan hati bagi umat muslim di Bali untuk dapat menerima keadaan mengedepankan toleransi, maka lebih eloknya menjalankan takbiran dengan tidak menggunakan pengeras suara, penerangan secukupnya, tidak berjalan-jalan serta melaksanakan takbiran di rumah masing-masing.
Walau keterbatasan yang ada tapi tidak mengurangi makna dari takbiran itu tersendiri, sehingga terciptanya ketenangan dan kedamaian, saat Hari Raya Nyepi,
yakinlah umat muslim yang cinta Bali pasti dapat menjalankannya.
“Cinta Bali sama dengan Cinta Indonesia, inilah bentuk jiwa Bela Negara yang sejati,” kata Tonny yang juga sebagai Wakil Ketua I Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat/TNI AD Bali.
“Ayo kita bangun semangat Jiwa Bela Negara, maka terciptalah semboyan Nyepi & Idul Fitri Untuk Semua, dengan ini semua umat bahagia,” ujarnya sembari tak lupa Tonny ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi dan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447H, Mohon Maaf Lahir Bathin. (ist)

