Kebangkitan Spiritual: Pembangunan Patung “Sabdo Palon Nagih Janji” di Kaki Pulau Bali
(Baliekbis.com), Setelah dilakukan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Rabu (3/6) lalu, pembangunan Patung Sabdo Palon Nagih Janji yang berlokasi di kaki Pulau Bali, tepat di kawasan Ungasan, Badung, berlanjut dengan digelarnya upacara “Doa Mulia” pada Sabtu (13/6) di lokasi berdirinya Patung Sabdo Palon.
Upacara dipimpin Ida Rsi Agung Siliwangi didampingi Ida Istri dan dihadiri Ketua Yayasan Sabdo Palon Nusantara Ida Bagus Dharmika, Ketut Ngastawa, Romo Galuh, serta para undangan. Upacara diawali dengan menghaturkan sesajen, nedunang Ida Batara, persembahyangan, serta doa bersama.
Ida Rsi Agung Siliwangi dalam kata pengantarnya menyampaikan bahwa dirinya bisa merasakan adanya energi yang luar biasa. Di mana alam berkata dan manusia berusaha. Waktu dipertemukan bukan karena kebetulan, tetapi sudah ditakdirkan atau sudah ditentukan waktu ini terjadi.
“Kita memahami ada shruti, ada smerti, ada pewisik, ada sastra. Sebagai seorang sulinggih, pewisik adalah tanda di mana kita harus mengikuti perintah dari yang tidak terlihat tadi. Rasa digerakkan, pikiran digerakkan, langkah digerakkan. Langkah dan kata pikiran itu diwujudkan dalam bentuk upacara hari ini,” ujar Ida Rsi.
Ida Rsi juga menyampaikan terima kasih karena sudah diberikan kesempatan untuk memuja di tempat yang luar biasa ini. Ia berharap semoga Sabdo Palon bisa benar-benar mewujudkan janji-Nya yang sudah berlangsung selama 500 tahun. Maka beliau menagih janji-Nya sekarang kepada semua anak bangsa.

“Kita bergerak bersama untuk mewujudkan apa yang beliau tagih. Keadilan sedang tidak terjadi pada hari ini. Dan Sabdo Palon nagih sekarang. Mana janji kalian? Yang katanya akan memuliakan, akan memakmurkan bangsa ini. Kita menginginkan sebagai anak bangsa guyub, mempersatukan pikiran, langkah, dan gerak kita untuk mewujudkan Indonesia Emas. Semoga di tempat ini akan terwujud, akan terbentuk apa yang diinginkan oleh beliau,” ungkap Ida Rsi.
Sementara itu, Ketua Yayasan Sabdo Palon Nusantara, Gus Marhaen, mengatakan menurut ayu ayuning dewasa, ayu ayuning buana, hari ini adalah hari baik yang ditandai dengan upacara yang begitu khidmat yang dipimpin oleh Ida Rsi Prabu Siliwangi.
“Hari ini adalah hari yang sangat-sangat spektakuler. Dari sisi spiritual, alias niskala memargi antar, antarning antar. Tidak ada kata lain bahwa kita berdoa semua di sini dalam berbicara sastra yang mana sastra berbunyi, sastra berkata 500 Tahun Nagih Janji Sabdo Palon Noyo Genggong,” ungkap Gus Marhaen yang juga Pendiri Museum Agung Bung Karno.
“Niat-niat luhur yang datang dari segala penjuru, kita wujudkan sastra tersebut. Sangat berdosa sekali kita jika tidak mewujudkan ini yang di mana pagarnya adalah eling, waspodo, waskito.
Mendengar ucapan-ucapan mantra Ida Resi tadi dan dengan untaian genta di kawasan yang disebut Taman Suci ini oleh pemerintah, saya sebagai Ketua Yayasan Sabdo Palon Nusantara sepakat ini adalah kawasan Taman Suci. Maka dari itu, berangkat dari penghormatan kita percaya dan memahami tentang Catur Guru, khususnya guru wisesa, maka ke mana lagi kita harus mencari keadilan, soko gurunya? Yaitu guru wisesa. Guru wisesa telah menyatakan lahan Ibu Pertiwi Ungasan yang ada di titik ini adalah Taman Suci,” tegasnya.

Gus Marhaen mengatakan hari yang baik ini merupakan galah temu yang tidak bisa dihindari. Terjadilah hari dewasa ayu hari ini yang mana ucapan upacara doa semesta, ucapan doa semesta Nusantara, dan ucapan doa semesta dunia menyaksikan hari ini adalah hari baik dalam menyongsong terwujudnya Sabdo Palon Noyo Genggong Nagih Janji 500 Tahun.
“Hari ini, hari yang tepat yang merupakan bagian dari 500 tahun, sesuai dengan sastra yang ada. Sesuatu yang besar yang tidak main-main agar kebaikan datang dari segala penjuru,” ungkapnya.
Di sisi lain, Gus Marhaen menegaskan pembangunan Patung Sabdo Palon merupakan pekerjaan besar sehingga memerlukan biaya yang besar, waktu yang lama, dan keseriusan. Saat ini proses pengerjaan pembangunan patung tengah berjalan di atas lahan seluas sekitar 20 are. Di lokasi terlihat pengerjaan sondir untuk mengetahui daya dukung tanah dan mengukur kedalaman lapisan tanah sebagai dasar untuk mendesain fondasi bangunan agar aman dan tidak mudah ambles.
“Kawasan ini namanya kawasan Taman Suci. Nantinya di atas Ibu Pertiwi Taman Suci ini akan terwujud Patung Sabdo Palon Noyo Genggong Nagih Janji. Jikalau ditanya kapan selesainya, ya Sang Hyang Gusti, waktulah yang menentukan dan Sang Hyang Gusti Alam-lah yang memprosesnya. Saya bisa bersumpah demi alam semesta, yakin Sabdo Palon secepatnya terwujud,” tambahnya.
“Upacara ini adalah Doa Mulia yang disampaikan oleh Ida Resi melalui ucapan-ucapan nyanyian alamnya. Selanjutnya nedunang Ida Betara. Semoga Sabdo Palon Nagih Janji itu terwujud dalam bentuk fisiknya karena spiritnya sudah ada. Nedunang spiritnya memberikan spiritnya kepada pertiwi agar ajeg di sini.”
Sementara itu, salah seorang tokoh yang hadir, Ketut Ngastawa, menjelaskan bahwa atas kehendak-Nya semua akan terjadi. Tanpa adanya semangat, idealisme, dan kerja keras, semua tidak akan tercapai. Ngastawa mengajak semua bersama-sama menjaga Bali sesuai ajaran dharma.
Romo Galuh dalam pernyataan singkatnya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Gus Marhaen dalam upaya mewujudkan Sabdo Palon ini.
Menurut Gus Marhaen, Sabdo Palon bukanlah konsep yang asing, melainkan nilai universal yang selaras dengan berbagai keyakinan. Konsep “Sabda” identik dengan firman atau wahyu, sementara “Palon” berarti kebenaran yang bergema di alam semesta. Spirit inilah yang diyakini mengkristal dalam Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang digali oleh Bung Karno.
Sabdo Palon—yang kerap disimbolkan melalui karakter orang tua seperti Semar dan Tualen—adalah representasi murni dari rakyat. Sabdo Palon ini simbol rakyat, yang berakar dari rakyat dan oleh rakyat. (ist)

