Dr. Mangku Pastika, M.M. Puji Abon Labu Siam Ma Ira

(Baliekbis.com), Terobosan Mama Ira mengolah labu Siam (buah jepang) dan papaya muda menjadi abon mendapat apresiasi Anggota DPD RI dapil Bali Dr. Made Mangku Pastika,M.M.

“Labu dan papaya muda yang sehari-hari kebanyakan dipakai sayur, di tangan Ma Ira menjadi pangan siap saji yang bukan saja enak, bernilai gizi tinggi juga bikin kita sehat,” ujar Mangku Pastika saat mengunjungi sentra oleh oleh khas Buleleng Ma Ira, Jumat (28/4).

Dalam penyerapan aspirasi dengan tema “Produk Olahan Pertanian sebagai Nilai Tambah”, mantan Gubernur Bali dua periode ini didampingi Tim Ahli Nyoman Baskara, Ketut Ngastawa dan Nyoman Wiratmaja.

Menurut Mangku Pastika inovasi yang dilakukan Ma Ira selain mengangkat nilai ekonomi produk pertanian juga menolong petani agar lebih semangat membangun pertaniannya.

“Bagi konsumen produk abon dari labu Siam dan pepaya ini sangat sehat sehingga bisa menjadi pilihan sebagai makanan vegetarian. Setelah saya coba ini enak sekali, padahal dari labu,” tambahnya.

Labu siam saat lagi musim, harganya murah, sekitar Rp1.000 per buah. Bahkan kerap dipakai makanan ternak. Namun setelah jadi olahan abon, produk ini nilainya berlipat.

“Kalau sudah jadi abon dengan kemasan yang bagus harganya jadi ratusan ribu. Itulah harga dari sebuah kreativitas dan inovasi,” jelas Ma Ira kepada Mangku Pastika.

Ditegaskan pula, daerah Buleleng sangat cocok dengan berbagai komoditi pertanian. SDM-nya juga tersedia. Sekarang tinggal mengembangkannya agar potensi besar ini bisa bernilai ekonomi.

“Mengembangkan pertanian, apalagi organik akan sangat membantu menjaga alam Bali agar semakin lestari. Ini juga sejalan dengan pembangunan menuju Bali yang hijau,” ucap Mangku Pastika.

Ma Ira membangun usahanya tahun 2018 silam dengan mempekerjakan tiga karyawan. Abonnya selain digemari warga lokal, juga banyak dibawa tenaga migran yang keluar negeri sebagai oleh-oleh.

Saat ini Abon Ma Ira berkembang cukup pesat dengan delapan jenis produk. Selain dari labu dan pepaya yang rata-rata perbulannya menghabiskan ratusan kilogram labu dan pepaya, ia juga memproduksi abon ikan Marlin, abon gerang, abon ayam, dll. Sebagian besar bahan baku abon dihasilkan dari petani setempat. (bas)