Dorong Pengembangan Usaha, Universitas Terbuka dan ITB STIKOM Bali Bantu Alat Produksi Bumbu Bali Nepaon

(Baliekbis.com), Pengabdian kepada Masyarakat merupakan salah satu kewajiban dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sebagai wujud pelaksanaan kewajiban tersebut Universitas Terbuka (UT) bekerja sama dengan ITB STIKOM Bali menerjunkan beberapa dosen dan mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dalam mendorong pengembangan usaha Bumbu Bali Nepaon. Kegiatan ini menyasar kelompok masyarakat (mitra) Sekehe Wirang yang beralamat di Banjar Tibulaka Bali, Desa Bukit, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali. Sehari-hari mitra Sekehe Wirang ini memproduksi Bumbu Bali dengan merk “Nepaon”.
Tim pengabdian terdiri dari dosen UT yaitu Gede Suwardika, S.Si., M.Si sebagai ketua tim., Agus Tatang Sopandi, S.Sn., M.Pd., Kadek Masakazu, S.M.B., M.M dibantu dua mahasiswanya yakni Ni Made Sri Damayanti dan Ni Nyoman Dea Reskit, sementara dari dosen ITB STIKOM Bali yaitu I Ketut Putu Suniantara, S.Si., M.Si dan I Gusti Ngurah Satria Wijaya, S.T., M.M.

Gede Suwardika menjelaskan, berdasarkan kunjungan awal ke mitra yang dilakukan oleh tim pengabdian didapatkan mitra mengalami permasalahan dalam bidang produksi dan bidang pemasaran. Pada bidang produksi permasalahan yang dihadapi mitra diantaranya alat produksi hanya 1 kompor dan 1 wajan, tidak memiliki alat penyimpanan, alat pengemasan masih sederhana dengan menggunakan setrika listrik dan proses pengemasan masih mengalami kebocoran, sehingga produk tidak tahan lama dan label/merk menjadi rusak.

“Sedangkan pada bidang pemasaran permasalahan yang dihadapi mitra yaitu pemasaran hanya di kota Amlapura saja, sehingga penjualan produk kurang maksimal menyebabkan omset yang dihasilkan kurang. Seharusnya penjualan berbanding lurus dengan omset yang dihasilkan,” kata Gede Suwardika di Denpasar, Jumat (25/08/2023).

Menurut Gede Suwardika, melihat permasalahan tersebut, tim pengabdian tergerak untuk memberikan bantuan alat – alat produksi dan kegiatan pelatihan untuk meningkatkan produksi secara kuantitas dan kualitas.

“Bantuan alat-alat produk seperti meja produksi, kompor, wajan, waskom dan box penyimpanan senilai Rp. 7.866.600 ini menggnakan dana hibah dari Universitas Terbuka, sudah kami serahkan pada Sabtu, 24/6/2023 lalu yang dihadiri oleh seluruh tim pengabdi dan anggota kelompok mitra, di salah satu rumah mitra,” kata Gede Suwardika.

Masih menurut Gede Suwardika, bantuan kepada mitra Sekehe Wirang ini adalah untuk kali kedua. Sebelumnya, tahun 2022 tim pengambdi juga membantu alat produksi berupa mesin giling bumbu, wajan dan gemblang, senilai Rp. 9.700.000. Hal ini sebagai wujud untuk meningkatkan pertumbuhan usaha mitra di desa tersebut.

“Kami tim pengabdian tidak hanya sebatas memberikan bantuan tetapi dari hulu sampai ke hilir kami dampingi. Jadi, hulunya apa yang dibutuhkan seperti fasilitas di bidang sarana dan prasarana, kemudian di hilir kita dampingi dan kita bina di bidang SDM-nya yang kita berikan pelatihan-pelatihan seperti bagaimana mengelola usaha tersebut dengan baik. Pemberian hibah berupa bantuan peralatan yang bertujuan meningkatkan usaha mitra dan mendorong tumbuhnya usaha – usaha lainnya di desa ini,” beber Suwardika.

Anggota tim pengabdian lainnya, I Ketut Putu Suniantara, menambahkan, pemberian bantuan berupa peralatan produksi kepada mitra ini bertujuan untuk meningkatkan produksi dan mengembangkan usahanya sehingga nantinya mampu membuka lapangan pekerjaan bagi orang-orang disekitarnya,” kata Suniantara.

Atas bantuan ini, Ketua kelompok Sekehe Wirang I Made Kompiang Wirasa menyampaikan rasa terima kasih kepada tim pengabdian dari UT dan ITB STIKOM Bali. Menurutnya, fasilitas yang diberikan sangat berguna untuk pengembangan usaha mereka. Selain itu I Made Kompiang Wirasa juga mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat sekali, mengingat peran perguruan tinggi sebagai wadah pembelajaran bagi masyarakat. Saat ini kelompok Sekehe Wirang mampu menghasilkan produk Bumbu Bali Nepaon yang siap dipasarkan secara luas. (rls)