BI Bali Gelar “Ngeraos Sareng Media”, Investasi Terbesar di Sektor Jasa

(Baliekbis.com), Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali menggelar acara Ngeraos Sareng Media”, Senin (18/3) di Ubud Gianyar. Acara yang dirangkai dengan buka puasa bersama itu diisi dengan pemaparan terkait perkembangan ekonomi.

Hadir dalam acara tersebut Kepala BI Perwakilan Bali Erwin Soeriadimadja, Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Gusti Agung Diah Utari dan Advisor Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali Butet Linda Panjaitan.

Kepala BI Erwin menjelaskan dalam menyambut Lebaran tahun ini BI menyediakan uang tunai Rp 3,27 triliun. Jumlah tersebut naik dibandingkan tahun 2023 yakni Rp3,24 triliun. “Ini pertama saya menemukan uang kartal di Bali bukan hanya untuk masyarakat juga turis (pariwisata),” jelasnya.

Erwin juga menjelaskan perkembangan ekonomi yang terus meningkat pascacovid. “Bahkan pertumbuhan ekonomi Bali saat ini mencapai 5,86 persen di atas nasional yang 5,04 persen. Bali menempati peringkat ke-6 nasional,” jelas Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Gusti Agung Diah Utari.

Pertumbuhan ekonomi Bali didukung oleh akmamin, transportasi serta sektor pertanian yang tumbuh positifpositif dimana sebelumnya memang sempat kontraksi.

Diah memaparkan kondisi perekonomian global, domestik dan Bali serta inflasi. Perekonomian domestik tumbuh baik 5 persen lebih yang didukung oleh perkembangan eksternal dan domestik yang positif. “Perekonomian Bali tumbuh cukup tinggi melebihi nasional,” ungkapnya.

Terkait investasi PMA dikatakan cukup bagus meski masih di bawah sebelum pandemi. “97 persen investasi baik PMA dan PMDN di sektor tersier yakni bidang jasa (hotel dan yang terkait),” jelasnya.

Advisor Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali Butet Linda Panjaitan mengatakan dalam rangka Ramadhan, BI Bali menyiapkan kebutuhan uang tunai Rp3,27 triliun meningkat sebesar 1,6 persen dibandingkan realisasi penukaran tahun 2023.

Butet mengatakan terkait pelaksanaan Serambi Rupiah berupa penukaran uang akan dilaksanakan dengan kas keliling, baik yang dilakukan BI sendiri serta kalangan perbankan. Layanan penukaran melibatkan 29 bank umum melalui 208 kantor bank atau titik layanan yang tersebar di sembilan kabupaten/kota di Provinsi Bali. “Jumlah penukaran uang rupiah maksimal Rp4 juta per KTP,” jelasnya. (bas)