BASCOMM Gelar Workshop: Bedah Pentingnya Disiplin Keuangan dan Perencanaan Strategis dalam Industri Pariwisata dan Perhotelan di Bali

(Baliekbis.com), Ketua Bali Sales & Marketing Community (BASCOMM) Putu Arisudhiana menyoroti semakin pentingnya disiplin keuangan dan perencanaan strategis dalam industri pariwisata dan perhotelan Bali.

“Seiring dengan terus berkembangnya industri pariwisata Bali, pelaku usaha harus menjadi lebih adaptif, berbasis data, dan memiliki disiplin keuangan yang kuat,” ujar Arisudhiana pada acara workshop pengembangan profesional bertajuk “Budgeting: Your Strategic Roadmap”, Rabu (24/6) di Discovery Kartika Plaza Hotel, Bali.

Workshop merupakan kerja sama BASCOMM (Bali Sales & Marketing Community) dengan Flywire dan Duetto.
Acara sehari penuh yang dipandu Wisesa G. Putu, CHA, Chief Financial Officer CoCo Holdings Corp. ini mempertemukan para profesional perhotelan, pemimpin komersial, revenue manager, eksekutif keuangan, pemilik hotel, pengusaha serta pengambil keputusan bisnis yang ingin memperkuat kemampuan perencanaan strategis dan penyusunan anggaran mereka dalam menghadapi siklus bisnis tahun 2027.

Workshop ini menegaskan penyusunan anggaran bukan sekadar aktivitas keuangan, melainkan sebuah peta jalan strategis yang menyelaraskan tujuan organisasi, mendukung pengambilan keputusan yang tepat, mendorong akuntabilitas, serta memungkinkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di tengah lingkungan usaha yang semakin kompetitif.

Sesi utama dipandu oleh Wisesa G. Putu, CHA, Chief Financial Officer CoCo Holdings Corp. yang membagikan wawasan praktis mengenai penyusunan anggaran yang efektif, peningkatan akurasi proyeksi bisnis, pengelolaan sumber daya secara efisien, serta penerjemahan rencana keuangan menjadi strategi bisnis yang dapat diimplementasikan.

Peserta juga memperoleh perspektif dari Fion Lim, Sales Manager Flywire, serta Amit Peshawaria, Vice President of Sales APAC Duetto, yang membahas optimalisasi pendapatan, inovasi pembayaran, integrasi teknologi, serta pengambilan keputusan berbasis data bagi bisnis modern.

Sepanjang kegiatan, peserta terlibat dalam diskusi interaktif dan studi kasus yang membahas penyusunan anggaran strategis, proyeksi bisnis, manajemen pendapatan, disiplin keuangan, penyelarasan operasional, adopsi teknologi, serta pembangunan rencana bisnis yang tangguh dalam menghadapi perubahan kondisi pasar.

Dalam sesi workshop tersebut, Wisesa G. Putu, CHA, menekankan anggaran harus dipandang sebagai alat kepemimpinan, bukan semata-mata fungsi keuangan. “Anggaran bukan hanya sekumpulan angka. Anggaran adalah panduan keuangan yang menerjemahkan tujuan bisnis menjadi tindakan yang terukur dan memberikan arah yang jelas untuk mencapai kesuksesan yang berkelanjutan. Organisasi yang menyusun anggaran secara strategis akan lebih siap mengantisipasi tantangan, memanfaatkan peluang, dan mencapai tujuan jangka panjang mereka,” ungkapnya.

Melalui workshop ini, BASCOMM bertujuan membekali para profesional perhotelan dan bisnis dengan pengetahuan praktis serta wawasan strategis yang dapat membantu mereka mengambil keputusan yang lebih baik, mengoptimalkan sumber daya, dan mempersiapkan rencana pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan.

“Penyusunan anggaran kini bukan lagi sekadar fungsi keuangan, melainkan alat kepemimpinan yang sangat penting untuk mendukung keberhasilan organisasi,” ujarnya. Ia juga menegaskan komitmen BASCOMM dalam mendukung pengembangan profesional di industri.

“Keberhasilan workshop hari ini mencerminkan komitmen kuat industri terhadap pembelajaran berkelanjutan dan profesionalisme. BASCOMM akan terus menyelenggarakan berbagai inisiatif edukatif yang memberdayakan para profesional, memperkuat kolaborasi, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan dan daya saing Bali sebagai salah satu destinasi pariwisata terkemuka di dunia,” tambahnya.

Sementara itu, Gufron,CHA, Managing Director Alpha Hotel Management (AHM) sekaligus Penasihat BASCOMM, menekankan pentingnya menyelaraskan perencanaan keuangan dengan realitas operasional dan peluang komersial yang ada.

“Banyak organisasi berfokus pada target pendapatan, namun seringkali mengabaikan pentingnya menyelaraskan anggaran dengan realitas operasional dan peluang pasar,” ujarnya.

Menurutnya, anggaran yang terstruktur dengan baik berfungsi sebagai jembatan antara strategi dan eksekusi. Dengan mempertemukan para pemimpin industri, pakar keuangan, spesialis revenue management, dan mitra teknologi, workshop ini memberikan perspektif berharga yang akan membantu peserta membangun bisnis yang lebih kuat dan tangguh di tengah lingkungan yang semakin kompetitif.

Workshop ini juga menyoroti meningkatnya kebutuhan organisasi untuk memanfaatkan teknologi, analitik, dan perencanaan kolaboratif dalam menghadapi perubahan perilaku konsumen, fluktuasi pasar, meningkatnya biaya operasional, serta ekspektasi bisnis yang terus berkembang.

Seiring Bali yang terus menarik investasi pariwisata dan kedatangan wisatawan internasional dalam jumlah besar, menurut Gufron praktik perencanaan keuangan yang lebih kuat, penyusunan anggaran strategis, dan optimalisasi pendapatan menjadi semakin penting bagi organisasi yang ingin mencapai pertumbuhan berkelanjutan dan daya saing jangka panjang.

Gufron juga mengingatkan tantangan di tahun 2027 nanti tidak lebih ringan dibandingkan tahun ini. Sehingga BASCOM berinisiatif untuk bisa memberikan share knowledge and experience untuk member agar budget di 2027 itu lebih efektif, praktis, dan yang penting peningkatan akurasinya.

“Akurasi, kemudian proyeksi bisnisnya, pengelolaan sumber daya secara efisien yang kita hadapi tahun ini, sehingga akan memberikan satu bentuk budget yang lebih realistik dan optimistik,” ujarnya.

Sementara itu Fransiska Handoko, selaku Advisor BASCOMM yang juga sebagai General Manager Wyndham Tamansari Jivva Resort Bali mengatakan BASCOM menghadirkan Wisesa G. Putu, CHA, Chief Financial Officer CoCo Holdings Corp. karena secara track record, sudah 40 tahun lebih berada di finance path.

“Beliau pernah lama menjabat sebagai Director of Finance di Alila, Director of Finance di Como. Jadi pengalamannya sangat pas untuk memberikan guidelines kepada teman-teman di industri supaya bisa membuat budget secara baik,” ujar Fransiska.

Sedangkan dua sponsor yang dipilih karena dengan segala kemajuan teknologi yang ada, mau tidak mau industri ini kan harus keep up dengan perubahan, dengan AI. “Flywire adalah perusahaan payment gateway untuk memastikan pembayaran atau pendapatan yang didapat lewat kartu kredit atau transfer bank itu aman sampai ke hotel. Kemudian Duetto ini adalah sebuah sistem yang bisa membantu tim hotel untuk memastikan revenue terbaik untuk hotel,” jelasnya.

Apresiasi kepada Sponsor dan Mitra

BASCOMM menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh mitra dan sponsor yang telah mendukung suksesnya workshop “Budgeting: Your Strategic Roadmap.” Penghargaan khusus disampaikan kepada Flywire dan Duetto atas kemitraan dan komitmennya dalam mendorong peningkatan pengetahuan industri dan inovasi. BASCOMM juga mengucapkan terima kasih kepada Discovery Kartika Plaza Hotel yang telah menjadi tuan rumah dan menyediakan venue yang sangat baik untuk kegiatan pembelajaran, networking, dan pertukaran wawasan profesional.

Komunitas ini juga mengapresiasi dukungan berharga dari para media partner di Bali yang terus membantu menyebarluaskan wawasan industri, mendorong pengembangan profesional, serta memperkuat konektivitas di sektor pariwisata dan perhotelan Bali. Atas nama BASCOMM, Putu Arisudhiana menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Kami mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Flywire, Duetto, Discovery Kartika Plaza Hotel, para media partner, para pembicara, dan seluruh peserta atas kepercayaan, kolaborasi, serta dukungannya. Workshop ini menunjukkan apa yang dapat dicapai ketika para pemimpin industri bersatu dengan komitmen yang sama terhadap pembelajaran, inovasi, dan keunggulan. Kami berharap dapat terus melanjutkan kemitraan ini dan menciptakan lebih banyak peluang yang bermanfaat bagi komunitas pariwisata dan perhotelan Bali,” ujarnya.

Keberhasilan workshop ini mencerminkan komitmen bersama para pelaku industri dalam memperkuat kapabilitas profesional, mendorong berbagi pengetahuan, serta mendukung pertumbuhan berkelanjutan industri pariwisata dan perhotelan Bali.

Tentang BASCOMM

Bali Sales & Marketing Community merupakan jaringan profesional yang menghubungkan para praktisi penjualan, pemasaran, revenue management, hubungan masyarakat, perhotelan, dan pariwisata di seluruh Bali. Melalui workshop edukatif, kegiatan networking, forum industri, dan kemitraan strategis, BASCOMM mendorong pengembangan profesional, inovasi, kolaborasi, serta berbagi pengetahuan di sektor pariwisata dan perhotelan Indonesia. (ist)