Bali Sales and Marketing Community Gelar Workshop “Bahas Cara Menggaet Segmen Australia dan India”
(Baliekbis.com), Bali Sales and Marketing Community (BASCOMM) menggelar workshop industri berdampak besar, Rabu (15/4) bertempat di Bali Sunset Road Convention Center. Workdshop akan membahas cara menggaet segmen Australia dan strategi untuk menembus pasar India yang masif dan minat mereka yang terus tumbuh terhadap paket liburan Bali.
Untuk memberikan analisis mendalam mengenai perilaku konsumen dan tren pemesanan, BASCOMM menghadirkan panel ahli terkemuka yakni Troy Rosee (Senior Manager – Partnerships & Contracting Asia, Luxury Escapes Australia), Abhishek Kumar Mishra (Regional Director, Makemytrip.com) dan Waluyo Suwito (Yoyok) selaku Senior Sales & Business Development, Lighthouse.
Mewakili situs B2C terbesar di Australia dan Selandia Baru, Rosee akan membahas cara menggaet segmen Australia yang mana Bali tetap menjadi destinasi pulau utama bagi mereka.
Sebagai pemimpin dari kanal B2C terbesar di India, Mishra akan menyoroti strategi untuk menembus pasar India yang masif dan minat mereka yang terus tumbuh terhadap paket liburan Bali yang unik.
Sedangkan Waluyo Suwito (Yoyok) selaku Senior Sales & Business Development, Lighthouse akan memberikan keunggulan teknis dengan memaparkan bagaimana platform pemasaran digital dan kecerdasan data (data intelligence) dapat mengoptimalkan pendapatan di lanskap digital yang kompetitif.

Menurut Gufron, CHA selaku Managing Director Alpha Hotel Management (AHM) sekaligus Penasihat BASCOMM acara penting ini berfokus pada dua motor utama pertumbuhan pariwisata Bali yakni Australia dan India, yang terus menunjukkan peningkatan signifikan secara tahunan (year-on-year), baik dalam jumlah kedatangan maupun pengeluaran wisatawan.
Sebagai inisiatif besar kedua dari BASCOMM tahun ini, workshop ini bertujuan untuk membekali industri dengan data yang dapat ditindaklanjuti serta wawasan strategis untuk menavigasi lanskap pariwisata global yang terus berkembang.
Acara ini menarik sekitar 500 delegasi dari berbagai sektor perhotelan, mempertemukan kelompok profesional yang beragam termasuk pemilik hotel dan resor, general manager, serta grup manajemen vila.
Pertemuan ini juga menghadirkan para pengambil keputusan kunci di bidang penjualan dan pemasaran serta spesialis di bidang revenue dan e-commerce yang semuanya fokus pada memajukan masa depan industri pariwisata Bali.
Mendukung Masa Depan Pariwisata Bali
“Workshop ini adalah bagian dari komitmen berkelanjutan BASCOMM untuk mendukung industri dengan memberikan pengetahuan dan wawasan yang dibutuhkan agar tetap unggul dalam menghadapi perubahan pariwisata,” jelas Gufron,CHA.
“Dengan memahami kebutuhan spesifik dari pasar kita yang paling potensial Australia dan India para profesional dapat lebih baik dalam mengubah tantangan menjadi peluang,” tambahnya.
Ditanya kondisi saat ini di tengah perang yang terjadi di Timur Tengah, diakui terasa dampaknya, seperti ada kenaikan minyak sehingga mempengaruhi harga penerbangan, inflasi di negara-negara tersebut, dan juga di Indonesia.
Perlu ada identifikasi market dan tentu harus fokus pada market-market penyumbang wisatawan terbesar di Bali yang tidak terdampak secara signifikan accessibility-nya dan connectivity-nya seperti Australia, India juga ada Cina dan Rusia.
Seperti Pasar Australia yang dekat sehingga walaupun ada kenaikan biaya avtur atau flight-nya tetapi masih affordable bagi Australian market untuk datang ke Bali. “Nah, ini menjadi kesempatan Bali. Karena di Bali ini harga-harga barang, makanan, minuman kan masih murah dibanding dengan negaranya mereka. Accessibility juga bagus, banyak sekali penerbangan. Ini menjadi momentum yang baik untuk Bali,” jelas Gufron.
Wisatawan Australia juga akan menghindari penerbangan jauh ke Eropa. Sehingga Bali. jadi pilihan. Namun Gufron mengingatkan kompetitor yang menginginkan share, seperti Thailand, Vietnam, Kamboja, dan sebagainya. “Kita harus hati-hati, fokuslah di Australia market. India juga hal yang sama. India itu growth-nya bagus, itu nomor dua untuk saat ini.
Bali perlu fokus pada pasar yang memiliki kedekatan geografis dan aksesibilitas aman, yaitu Australia dan India. Bali dianggap lebih terjangkau (affordable) bagi wisatawan Australia dibandingkan biaya hidup di negara mereka sendiri atau berwisata ke Eropa/Amerika.
Peran BASCOMM memberikan pembaruan pasar (market update) berdasarkan data fakta dari para ahli untuk membantu pelaku industri menentukan strategi penjualan (tactical selling).
Acara ini terlaksana berkat dukungan kolaboratif dari para sponsor dan mitra strategis, termasuk Lighthouse, Bali Sunset Road Convention Centre, Luxury Escapes Australia, Makemytrip.com India serta mitra media dari Bali.
Tentang BASCOMM
Bali Sales and Marketing Community (BASCOMM) adalah organisasi profesional yang berdedikasi pada pertumbuhan dan pengembangan sektor perhotelan di Bali. Melalui jejaring, pelatihan, dan workshop strategis, BASCOMM memberdayakan para profesional penjualan dan pemasaran untuk menavigasi kompleksitas pasar pariwisata global. (ist)

