Anak Tukang Bakso dari Sukoharjo Ciptakan Teknologi Pemupukan untuk Petani Indonesia
(Baliekbis.com),Perdana Mangayu Bagyo dan rekannya Muhamad Ilham Ryan Kusuma, dua mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil menciptakan inovasi alat pemupukan semi otomatis untuk para petani di Indonesia yang diberi nama Global Tani Solution.
Di balik terciptanya Global Tani Solution tersimpan sebuah kisah inspiratif salah satu foundernya, Perdana Mangayu yang berasal dari Sukoharjo, Jawa Tengah. Perdana Mangayu terlahir dari sebuah keluarga yang sangat sederhana. Sejak kecil, ia hanya tinggal bersama sang nenek, sosok yang membesarkannya dengan penuh kasih dalam keterbatasan.
Ayahnya bekerja sebagai pedagang bakso keliling, sementara ibunya adalah asisten rumah tangga. Kondisi inilah yang membentuk karakter Perdana menjadi seorang pekerja keras, rendah hati, dan terbiasa menghadapi tantangan hidup sejak usia muda.
“Saya tinggal di Sukoharjo bersama nenek, ayah dan ibu ikut dengan majikannya. Ayah jualan bakso sedangkan ibu mengurus anak-anak majikan,” ujar Perdana.
Meskipun berasal dari latar belakang keluarga yang serba kekurangan, tidak menjadi alasan bagi Perdana untuk bermimpi besar. Ia tekun meniti pendidikan dari sekolah dasar hingga kuliah. Ketekunan itu kini terbayar melalui inovasi yang ia persembahkan untuk para petani, masyarakat yang kehidupannya sangat akrab dengan perjalanan hidup Perdana.
Gagasan mencetuskan Global Tani Solution muncul dari kegelisahan Perdana dan Ryan saat melihat kondisi petani di sekitar mereka yang melakukan pemupukan tanaman tanpa parameter yang pasti, tanpa perhitungan dosis yang jelas, dan sering kali hanya ditabur di permukaan tanah.
Kondisi ini mengakibatkan biaya pengadaan pupuk meningkat semakin meningkat, efisiensi pemupukan menurun, dan yang paling parah adalah pencemaran lingkungan dari residu pupuk kimia berlebihan.
“Selama ini petani melakukan pemupukan hanya di atas tanah, mereka juga tidak punya analisa berapa dosis pupuk yang tepat, jadinya biaya semakin mahal karena tidak efisien, oleh karena itu kami membuat alat pemupukan yang lebih efisien dimana pupuk bisa langsung masuk ke dalam tanah agar bisa diserap tanaman dengan lebih optimal,” ujar Perdana.
Bagi mereka, inovasi ini bukan hanya soal teknologi tetapi soal keadilan. Petani berhak mendapatkan cara kerja yang lebih mudah dan hasil panen yang lebih baik tanpa biaya yang membengkak.
Sebagai alat pemupukan semi otomatis, Global Tani Solution hadir dengan tiga produk utama yaitu pertama adalah alat pemupukan manual dengan mekanisme pegas yang dirancang untuk mempermudah proses pemupukan. Pengoperasiannya dilakukan secara manual dengan tenaga manusia.
Produk kedua adalah alat pemupukan dengan memanfaatkan motor penggerak, dimana alat ini tidak membutuhkan banyak tenaga manusia dan cocok digunakan untuk lahan yang lebih luas.
Sedangkan yang ketiga adalah alat pemupukan yang sudah dilengkapi dengan Software (aplikasi) analitik pemupukan yang memungkinkan petani bisa mengetahui dosis pupuk yang tepat sesuai kondisi tanaman dan kondisi tanah.
Dengan sistem ini, pemupukan tidak lagi sekadar “kira-kira”, tetapi berbasis data dan lebih ramah lingkungan. Para petani hanya perlu menginput nama dan umur tanaman ke dalam aplikasi kemudian akan keluar secara otomatis informasi mengenai kebutuhan pupuk dan cara pemupukan tanaman tersebut.
Melalui inovasi yang diciptakannya, Perdana Mangayu kini menjadi salah satu contoh nyata bahwa inovasi besar bisa lahir dari perjalanan hidup yang sederhana. Dari rumah nenek di Sukoharjo, dari keluarga yang bekerja keras demi hidup yang layak, kini ia berdiri membawa solusi yang dapat membantu ribuan petani di Indonesia.
Di Pertamuda Seed and Scale 2025, Global Tani Solution sukses menorehkan prestasi sebagai salah satu pemenang TOP 3 dari kategori Early Stage Startup.
Global Tani Solution bukan hanya teknologi, ini adalah cerita tentang harapan, keberanian, dan tekad untuk membangun masa depan pertanian yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan inklusif.(ist)

