Terkumpul 115 Kantong Darah, Kondisi Kesehatan Civitas Akademika Unud Dipertanyakan

(Baliekbis.com), Sejumlah civitas akademika Universitas Udayana (Unud) tidak lolos pemeriksaan kesehatan dalam acara donor darah pada Jumat (29/8). Kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan di Gedung Agrokompleks Kampus Sudirman ini merupakan rangkaian Dies Natalis Unud ke-61. “Banyak calon pendonor tekanan darah atau hemoglobinnya tidak memenuhi standar,” ujar pembina Unit Kegiatan Mahasiswa Palang Merah Unud, Dr. Ir. Gede Suarta, M.Si., IPM, saat ditemui di lokasi kegiatan.

Pengurus PMI Bali itu menjelaskan, sejatinya donor darah tersebut menargetkan 200 kantong darah, namun hanya tercapai 115 kantong. Hal ini menjadi catatan penting, kata Wakil Dekan Fakultas Peternakan Unud tersebut, mengenai kondisi kesehatan civitas akademika yang masih perlu ditingkatkan. “Saya berharap pimpinan Unud memberikan perhatian khusus ke depannya,” jelasnya.

Sejumlah peserta donor darah tampak bersemangat mengikuti kegiatan tersebut sebagai wujud kepedulian kepada sesama. Pihaknya berupaya menyukseskan bakti sosial ini untuk semakin mendekatkan Unud dengan masyarakat sekitar. “Kegiatan ini bermanfaat untuk kemanusiaan. Saya sebagai bagian civitas akademika Unud dengan senang hati berpartisipasi,” jelas Wayan Dharmawa usai donor darah. Pegawai Fakultas Teknik Unud itu menambahkan bahwa dirinya rutin mengikuti kegiatan donor darah dan berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkelanjutan di Unud.

Adevia, mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Unud, mengaku mengikuti donor darah untuk kelima kalinya. “Saya tahu kegiatan ini dari platform digital milik Unud yakni Imissu. Kegiatan ini seru dan bermanfaat,” ujarnya dengan senyum penuh arti. Saat ditanya apa yang dimaksud seru, Adevia menjawab, panitianya ramah dan komunikatif, konsumsi melimpah, serta bingkisan yang disediakan beragam.

Ketua Panitia Dies Natalis Unud ke-61, Ir. I Made Agus Dharmadiatmika, S.P., M.T., menjelaskan kegiatan donor darah menjadi wujud bakti sosial Unud pada negeri. “Donor darah ini sudah menjadi kegiatan rutin dalam rangkaian Dies Natalis, karena kami menyadari manfaatnya yang besar bagi masyarakat, terutama di tengah stok darah yang terus menurun,” tegas Dosen FP Unud itu. Antusiasme peserta, lanjutnya, baik dari civitas akademika maupun masyarakat umum, patut diapresiasi. Selain donor darah, kegiatan terdekat dalam rangkaian Dies Natalis Unud adalah workshop kesehatan pohon yang bekerja sama dengan Fakultas Pertanian dan IALI Bali.

Ia menegaskan kegiatan donor darah berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Walaupun jumlah kantong darah belum mencapai target, kata Agus Dharma, kegiatan ini menunjukkan kepedulian nyata Universitas Udayana terhadap masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara kampus dan PMI. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin serta semakin meningkatkan partisipasi civitas akademika dan masyarakat luas. (*)