Tak Gentar “Dikeroyok”

(Baliekbis.com), Srikandi KONI Bali, Ir. Ida Ayu Ratih Herawati ‘diadili’ saat mediasi yang digelar Ketua Komisi Penyelenggara Pelindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali, A.A. Sagung Ani Asmoro terkait 14 atlet taekwondo Denpasar yang terkena skorsing Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Bali, Senin (3/7/2017). Selain ke-14 atlet plus orangtuanya, mediasi itu juga dihadiri perwakilan Disdikpora serta kuasa hukum  ke-14 atlet tersebut.

Sedianya Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi hadir memenuhi undangan itu, namun mendadak ke luar daerah karena ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan. Pun sejumlah pengurus KONI Bali lainnya juga punya tugas masing-masing, sehingga Ida Ayu Ratih Herawati selaku Wakil Sekretaris KONI Bali mewakili agenda mediasi itu seorang diri. Tak pelak, ibu dari tiga anak ini langsung ‘dikeroyok’ saat mediasi berjalan, dengan dihujani berbagai pertanyaan. Bahkan kuasa hukum ke-14 atlet, Siti Sapurah yang kecewa, minta KONI Bali dibubarkan jika tidak bisa mencabut atau membatalkan skorsing tersebut.

Dikonfirmasi Selasa (4/7/2017), Ratih Herawati mengaku sama sekali tak gentar ‘dikeroyok’ dengan sejumlah pertanyaan. ”Meski dicerca banyak pertanyaan, saya tidak gugup apalagi gentar. Saya yang dipercaya mewakili KONI Bali pada acara itu, pastinya sudah sangat siap. Saya jawab setiap pertanyaan, termasuk kebijakan KONI Bali yang hingga kini belum mencabut kartu atlet (KONI Card) para atlet yang kena skorsing itu,” ungkapnya.

Yang paling nyeleneh, KONI Bali didesak untuk menekan Pengprov TI Bali agar mencabut skorsing para atlet itu. Karena menurut kuasa hukum mereka, KONI Bali punya kewenangan mencabut atau membatalkan skorsing, apalagi para atlet itu diklaimnya tidak bersalah. ”Itu kan versi kuasa hukum mereka yang tampaknya tak paham hirarki hubungan KONI dengan cabor berdasarkan UU No. 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN). Artinya, kita tidak bisa intervensi sejauh itu, dengan melabrak AD/ART masing-masing,” tegas Ratih Herawati, seraya menambahkan, intinya KPPAD minta KONI Bali memberikan jaminan agar ke-14 atlet bisa bermain saat Porprov Bali XIII, September mendatang di Gianyar. (ibg)