Strategi Teknikal vs Fundamental, Apa Bedanya?

(Baliekbis.com), Seperti membangun bisnis, berinvestasi juga membutuhkan strategi. Di pasar modal, ketika investor memutuskan untuk berinvestasi saham, maka ada dua pilihan strategi yang bisa dipilih untuk menganalisis saham yang akan diinvestasikan, yakni strategi teknikal atau strategi fundamental.

Strategi investasi ini dapat dipilih setelah investor memahami risiko investasi dan mengetahui profil risikonya masing-masing. Strategi investasi juga berkaitan dengan jangka waktu investasi dan target return atau keuntungan yang hendak diraih. Yang pertama adalah, strategi teknikal yaitu strategi yang digunakan dalam berinvestasi dengan cara menganalisis kenaikan dan turunnya harga saham perusahaan.

Strategi ini berfokus pada pola kenaikan atau penurunan harga dari saham suatu perusahaan dibandingkan kondisi ekonomi secara makro. Investor yang memilih menggunakan strategi teknikal akan memantau perkembangan investasi secara jangka pendek.

Strategi teknikal akan efektif menghasilkan return yang optimal, jika investor aktif memantau harga saham, kapan naik dan kapan turun, dan siap mentoleransi risiko setiap hari, bahkan setiap waktu. Seorang investor yang menggunakan analisis teknikal, haruslah mempelajari dan memahami pergerakan grafik harga saham yang terjadi. Hal ini karena analisis teknikal berpatokan pada pola perubahan harga, yang divisualisasikan dengan grafik atau chart.

Perlu diingat, strategi teknikal ini membutuhkan perhatian lebih karena investor harus aktif setiap waktu dalam memantau harga saham. Tidak disarankan memilih strategi ini jika hanya sekadar ikut-ikutan, tanpa paham apa risikonya dan tanpa memiliki waktu mencermati pergerakan harga.​ Pengguna analisis teknikal umumnya disebut dengan trader yang melakukan investasi secara jangka pendek atau investasi secara harian. George Soros adalah salah satu pengguna analisa teknikal yang populer di pasar saham dunia.

Sebaliknya, strategi fundamental dilakukan berdasarkan analisis fundamental dari kinerja perusahaan yang sahamnya hendak dibeli. Strategi ini sangat cocok untuk investor yang ingin berinvestasi jangka panjang. Pemilihan saham secara fundamental dilihat berdasarkan kinerja perusahaan di masa lalu dan masa kini, seperti apa pertumbuhannya, dan analisa kinerja serta prospek bisnis perusahaan di masa depan.

Analisa kinerja di masa depan bisa didapatkan dari hasil riset yang dibuat analis di perusahaan sekuritas tempat para investor membuka rekening saham. Analisa terhadap kinerja perusahaan di masa depan juga bisa diperoleh dari sumber lainnya, seperti media massa atau dengan menganalisa sendiri dari corporate action setiap perusahaan jika mampu melakukannya sendiri. Bagi investor fundamental, membeli saham adalah menjadi pemilik perusahaan.

Jadi, investor perlu memahami bidang industri yang digeluti perusahaan dan persaingan serta keunggulan produk atau jasa perusahaan. Jika kinerja perusahaan selama ini baik dan menunjukkan tren pertumbuhan, maka harga saham cenderung akan mengalami potensi pertumbuhan yang baik juga di masa depan. Strategi fundamental harus didukung dengan analisis fundamental menggunakan indikator-indikator perusahaan yang tertera pada laporan keuangan perusahaan, seperti Price to Earning Ratio (P/E), ROE (Return to Equity), dan lain-lainnya.

Analisis fundamental kerap digunakan oleh investor jangka panjang seperti Warren Buffet untuk memilih saham yang masuk ke dalam portofolio investasinya. Setiap strategi investasi memiliki potensi keuntungan dan risiko masing-masing. Oleh sebab itu, setiap investor memiliki metodenya tersendiri dalam menentukan strategi investasi saham.

Strategi teknikal harus didukung analisa kondisi pasar yang sedang terjadi dan pengamatan dalam kurun waktu yang pendek. Sementara, investor fundamental harus memiliki kepercayaan tinggi terhadap bisnis yang dilakukan perusahaan yang sahamnya hendak dibeli. Sebab, dalam membuat keputusan investasinya, investor fundamental relatif tidak terpengaruh pada fluktuasi harga saham dalam jangka pendek dan cenderung berinvestasi pada jangka panjang.

Ada juga investor yang memilih untuk menggabungkan kedua strategi tersebut dalam melakukan transaksi. Pada akhirnya, analisa terbaik untuk digunakan dalam investasi bergantung pada gaya investasi investor masing-masing. (ist)