Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di SMA Negeri 1 Susut,Rai Mantra: Kunci Kesuksesan Terletak pada Etika dan Disiplin
(Dutabalinews.com), Perbedaan merupakan hal yang biasa dan bukan untuk dipertentangkan. Demikian pesan yang disampaikan Anggota MPR/DPD RI, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Camat Susut, Kepala Sekolah, Guru, Komite, dan Murid di Aula SMA Negeri 1 Susut pada Selasa (10/02/2026).
Sosialisasi Empat Pilar merupakan program strategis sekaligus bagian dari tugas konstitusional Anggota MPR RI untuk menginternalisasikan nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Kepala SMA Negeri 1 Susut, I Dewa Gede Anom,S.Pd.,M.Pd. menyambut positif pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR dalam rangka memperkuat jati diri ke-Indonesiaan.
“Kita harus berbangga SMA Negeri 1 Susut dipilih sebagai ruang penguatan nilai-nilai filosofis bangsa,” ujarnya. Dalam pemaparan yang berlangsung interaktif, Rai Mantra memaparkan membangun kesepahaman pandangan tentang Empat Pilar MPR RI yakni Pancasila sebagai pedoman etik, UUD 1945 sebagai dasar hukum yang mengatur hak dan kewajiban, NKRI sebagai bentuk negara yang mempersatukan seluruh wilayah, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai simbol kemajemukan.

Di tengah arus globalisasi, Rai Mantra menyampaikan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dalam penguatan nilai Empat Pilar MPR RI berkaitan dengan Etika Pendidikan.
Hal tersebut tercermin dari berbagai fenomena yang terjadi di dunia pendidikan seperti maraknya kekerasan berbasis digital (cyber bullying), kriminalisasi guru hingga terjadinya degradasi moral di lingkungan satuan pendidikan.
“Kami berpandangan negara harus benar-benar menjamin keamanan dan kenyamanan warga negara dalam menempuh pendidikan. Apalagi melihat fenomena virality viruses yang semakin menguat,” tegas mantan Walikota Denpasar ini.
Rai Mantra juga menyoroti tantangan terkait penurunan vitalitas bahasa daerah seiring menguatnya pengaruh budaya luar, situasi monolingual, hingga minimnya pewarisan di tingkat keluarga.
Kondisi ini menurutnya berdampak pada melemahnya nilai Empat Pilar MPR RI karena bahasa daerah merupakan bagian penting dari identitas budaya.
Sebagai penutup, Rai Mantra memberikan pesan penting bahwa kunci kesuksesan terletak pada etika dan disiplin . “Dengan menjunjung etika dan membiasakan disiplin, kita tidak hanya menjadi individu yang berpengetahuan, tetapi juga bertanggung jawab dan berdaya saing,” pungkasnya. (ist)

