Sosialisasi di SMAN 1 Semarapura, Rai Mantra Tekankan Pentingnya Empat Pilar bagi Generasi Muda
(Baliekbis.com), Anggota MPR/DPD RI, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra aktif mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI di kalangan generasi muda.
“Empat Pilar MPR RI merupakan landasan etis dan filosofis bagi warga negara dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara baik di dalam bermasyarakat maupun pergaulan internasional,” ujar Rai Mantra saat kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di SMA Negeri 1 Semarapura pada Minggu (15/03/2026).
Sosialisasi diikuti Kepala Sekolah, Guru, dan Murid. Rai Mantra menambahkan nilai-nilai kebangsaan sangat penting dibekali kepada generasi muda seiring tantangan yang semakin kompleks, terutama di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat.
“Saat ini banyak informasi yang beredar di media sosial, namun kita belum mengetahui kebenarannya. Inilah kemudian yang menjadi ancaman bagi stabilitas dalam negeri (ketahanan nasional),” tambah Anggota DPD RI perwakilan Bali yang duduk di Komite III ini.
SMA Negeri 1 Semarapura dikenal sebagai salah satu sekolah yang aktif dalam peningkatan keilmuan peserta didiknya melalui pengembangan jurnal pendidikan.

Dalam pemaparan yang berlangsung interaktif, Rai Mantra melontarkan pertanyaan terkait ancaman media sosial terhadap Empat Pilar MPR RI. Sinta, siswi Kelas XII SMA Negeri 1 Semarapura menanggapi bahwa media sosial kini bertumbuh bagai pisau bermata dua seiring informasi yang tidak terkontrol.
“Ketika informasi tidak tersaring dengan baik dan pemahaman kita terhadap 4 Pilar Kebangsaan lemah, maka moralitas kita sebagai warga negara patut dipertanyakan,” ujar Sinta.
Rai Mantra menekankan dalam menanggapi informasi di media sosial perlu disertai proses analisa yang matang, agar tidak terjebak dalam logika sesat. Apalagi saat ini banyak orang yang ingin populer dengan memanfaatkan media sosial.
“Dalam menanggapi informasi yang beredar, tidak bisa secara spontan (reaksional), dibutuhkan proses analisa dan literasi yang baik,” jelas Rai Mantra.
Sebagai penutup, mantan Walikota Denpasar dua periode ini mengajak generasi muda untuk mempersiapkan diri secara matang melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan peningkatan disiplin, jiwa kepemimpinan, dan keterampilan.
Menurutnya, kesiapan generasi muda menjadi kunci dalam memanfaatkan momentum bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
Bonus demografi adalah situasi dimana usia produktif lebih tinggi dibandingkan non produktif dan hanya terjadi 1 (satu) kali dalam suatu negara, oleh karenanya peran pemuda menjadi penting. “Jika dahulu, pemuda berjuang untuk revolusi, maka hari ini pemuda berjuang melalui karya,” pungkasnya. (ist)

