Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Padangsambian Kelod: Ketahanan Nasional Dibangun melalui Penguatan Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Kebudayaan

(Baliekbis.com), Anggota MPR/DPD RI I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menegaskan bahwa ketahanan nasional tidak hanya dapat dipahami melalui aspek pertahanan dan keamanan semata, melainkan juga dibangun melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, kebudayaan, literasi digital, dan ketanggapan bencana.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang membahas penguatan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika yang diselenggarakan di Kantor Desa Padangsambian Kelod Denpasar pada Senin (15/06/2026).

Menurut I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Indonesia saat ini menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Jika pada era perang dingin diwarnai ketegangan geopoltik antara blok barat dan timur yang direpresentasikan oleh NATO dan Pakta Warsawa, maka saat ini dinamika global telah bergeser menuju Geo Ekonomi, yakni persaingan antar negara dalam memperebutkan sumber daya strategis, terutama energi dan mineral.

“Ketika suatu bangsa memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar, maka kewaspadaan dan ketahanan nasional harus semakin diperkuat. Tantangan saat ini, bukan lagi semata perang senjata, tetapi perang kognitif yakni berkaitan dengan penguasaan pengetahuan, teknologi, dan informasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rai Mantra juga menyoroti pentingnya tata kelola dan integritas dalam penyelenggaraan berbagai program strategis pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rai Mantra menyampaikan program serupa telah dilakukan di berbagai negara dimana memiliki kontribusi penting dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia.

Dalam diskusi yang berlangsung, kegiatan yang turut dihadiri Kepala Sekolah di wilayah Desa Padangsambian Kelod menyampaikan aspirasi terkait pendidikan.

Salah satu hal yang disampaikan adalah keterbatasan pengetahuan guru dalam hal psikologi dasar dan kemampuan dalam penanganan murid inklusi.

“Sekolah diwajibkan untuk menerima murid berkebutuhan khusus, namun sarana dan prasarana pendukung yang tersedia, termasuk pengetahuan kompetensi guru masih sangat terbatas,” ujar Ibu Rika, Kepala SD 5 Padangsambian.

Masyarakat juga menyoroti pentingnya penguatan tata kelola dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana komite, termasuk muncul usulan keterlibatan Inspektorat dalam memberikan pendampingan dan pengawasan.

Disamping itu, permasalahan kekurangan guru akibat pensiun, tekanan dari pihak eksternal, kebutuhan fasilitas fisik, hingga moratorium pendirian sekoleh negeri juga menjadi isu penting yang disampaikan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Rai Mantra mendorong Pemerintah Daerah melalui Inspektorat dan instansi terkait agar menyediakan ruang konsultasi, pendampingan, serta pendidikan dan pelatihan bagi satuan pendidikan dalam pengelolaan dan peningkatan akuntabilitas keuangan.

Rai Mantra juga berkomitmen untuk bersama-sama mencari alternatif terbaik dalam penataan kekurangan guru, termasuk penanaganan kekerasan di satuan pendidikan.

“Melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI diharapkan dapat tumbuh kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya kemandirian bangsa, ketahanan nasional, dan keberlanjutan nilai-nilai fundamental di tengah dinamika global yang terus berkembang,” ujar mantan Walikota Denpasar ini. (ist)