Segara Alas Mandala 2026: Marine Guard Foundation Inisiasi Wadah Konservasi Berbasis Kompetensi di Hari Bumi

(Baliekbis.com), Memperingati Hari Bumi, Marine Guard Foundation bersama Rove Garden resmi meluncurkan inisiatif bertajuk “Segara Alas Mandala” di kawasan konservasi mangrove Rove Garden, Bali. Kegiatan ini dirancang bukan sekadar sebagai seremoni lingkungan tahunan, melainkan sebuah platform edukatif dan partisipatif yang mengintegrasikan filosofi keseimbangan ekosistem Bali melalui keterhubungan antara Segara (laut), Alas (hutan), dan Mandala (harmoni kehidupan). Melalui pendekatan story-driven eco-festival, seluruh elemen masyarakat mulai dari mahasiswa hingga praktisi diajak untuk menyadari bahwa perlindungan ekosistem darat, pesisir, dan laut merupakan satu kesatuan fondasi kehidupan yang saling mempengaruhi satu sama lain.

“Bumi tidak bekerja secara terpisah. Apa yang terjadi di darat akan terasa di pesisir, apa yang terjadi di pesisir akan sampai ke laut, dan pada akhirnya, semuanya akan kembali pada kehidupan manusia itu sendiri,” ungkap drh. Manik Mustika, selaku Koordinator Program Marine Guard Foundation. Beliau menekankan bahwa kesadaran akan keterhubungan ini harus diikuti dengan aksi nyata yang bisa dimulai oleh siapa saja.

“Menjaga bumi adalah kerja kolektif yang bisa dimulai dari peran terkecil sekalipun. Kami ingin membantu setiap individu menemukan cara terbaik mereka untuk berkontribusi apakah itu melalui keahlian teknis, kreativitas, atau sekadar kedisiplinan sederhana dalam keseharian. Di Segara Alas Mandala, kami menyediakan ekosistem di mana niat baik setiap orang disatukan menjadi aksi yang lebih profesional dan berdampak nyata bagi alam Bali.”

Fokus utama dari Segara Alas Mandala 2026 adalah menciptakan komunitas konservasi yang berkelanjutan dengan target internal menjaring serta mengklasifikasikan 50 hingga 100 calon relawan berdasarkan kompetensi spesifik mereka. Marine Guard Foundation memandang bahwa setiap individu memiliki potensi unik yang jika dikelola secara terstruktur akan menjadi kekuatan besar dalam upaya pelestarian lingkungan di masa depan. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan bahwa kepedulian yang muncul selama kegiatan tidak berhenti pada unggahan media sosial semata, tetapi berlanjut menjadi kontribusi nyata yang terarah di dalam basis data komunitas yang terkurasi.

Rangkaian kegiatan yang dihadirkan mencakup talkshow edukatif bersama para praktisi, guided mangrove trekking untuk mengenal benteng pesisir secara langsung, hingga sesi eco-art dan bazaar yang mengedepankan prinsip ramah lingkungan tanpa plastik sekali pakai. Salah satu poin krusial yang ditawarkan adalah pembukaan akses peluang karier hijau melalui program magang dan tenaga lapangan bagi peserta yang mampu menunjukkan dedikasi serta kompetensi selama kegiatan berlangsung. Hal ini menjadi jembatan nyata bagi generasi muda yang ingin bertransformasi menjadi profesional di bidang konservasi, sekaligus memperkuat citra positif bagi seluruh mitra penyelenggara.

Bagi masyarakat atau pemuda yang ingin bergabung dalam basis data relawan kompetensi Marine Guard Foundation, pendaftaran dan informasi lebih lanjut dapat diakses melalui akun Instagram resmi @marineguard.id atau contact person 088213881024. Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan ini, Marine Guard Foundation berkomitmen untuk terus mengawal database relawan yang telah terbentuk agar menjadi motor penggerak bagi program-program konservasi berkelanjutan di masa yang akan datang. (ist)

Leave a Reply

Berikan Komentar