Ritual Potong Pantan Awali Pelantikan Pengurus Dekorwil Kalteng Puskor Hindunesia
(Baliekbis.com),Panitia Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Dekorwil Kalteng Puskor Hindunesia, Kamis (22/4) melakukan ritual Potong Pantan, yakni ritual sambut tamu yang akan masuk ke suatu tempat yang disucikan oleh umat Hindu Kaharingan.
Selain itu ritual tersebut juga membersihkan energi negatif yang ada pada tamu dan sekaligus mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama di tempat mereka.
Acara seremonial dihadiri Gubernur Kalteng yang diwakili Staff Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Ir. H. Darliansjah, M.Si, jajaran Forkompinda Kalteng dan para undangan dari banyak tokoh Hindu di Kalteng. Tampak Rektor IAHN Tampung Penyang, Mujiono, Pembimas Hindu Kalteng Made Adnyana dan tokoh Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan, Drs. Walter S. Penyang.
Mengawali rangkaian pelantikan, Ketum Dekornas membacakan SK Dekornas No. 062/PH/SK/IV/2026, yang digawangi oleh Tobie Suswoyo, Wira Margareta dan Sunareta MR Anyi, masing-masing sebagai Ketua, Sekretaris dan Bendahara Dekorwil Kalteng Puskor Hindunesia.
Yang menarik dari pelantikan kali ini, ternyata minat umat Hindu untuk menjadi Pengurus sangat tinggi. Terbukti dari SK yang sudah terbit, ada puluhan nama yang ingin ikut memperkuat Dekorwil Kalteng.
Fenomena ini disikapi positif oleh Ketum Dekornas dan juga Dewan Pembina Dekorwil, Budi Purnomo, SH., M.Si. Mereka sepakat eksistensi Puskor Hindunesia di Kalteng sudah sangat melekat di hati umat Hindu.
Oleh karena itu akan menjadi motivasi bagi jajaran pengurus inti khususnya Ketua Dekorwil untuk bisa lebih serius menata wadah pelayanan dan pengabdian dharma ini di tanah Batang Garing.
“Kita akan segera lengkapi berbagai kekurangan termasuk Sekretariat Dekorwil serta kelengkapan administratif yang dibutuhkan”, kata Bang Tobie Suswoyo, yang juga seorang pengacara.
Penyerahan Pataka dilakukan langsung oleh Ketum kepada Ketua Dekorwil, dilanjutkan dengan pembacaan janji organisasi, Sapta Prasetya Dharma (Tujuh Komitmen Wajib) bagi para pengurus. Rangkaian ditutup dengan penyematan pin Puskor Hindunesia serta pemasangan Gelang Tengang oleh Basir Fransiskus Widodo. (ist)


Leave a Reply