Rangkaian HUT IWO Digelar Lomba Karya Jurnalistik Antar Mahasiswa, Ini Karya Terbaik

(Baliekbis.com), Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali menjadikan peringatan HUT ke-14 IWO Nasional dan HUT ke-1 IWO Bali sebagai momentum mendorong regenerasi insan pers melalui lomba karya jurnalistik tingkat kampus. Lomba yang mengusung tema “Meneropong Bali dari Sudut Berbeda” itu menjadi salah satu rangkaian kegiatan peringatan HUT IWO yang digelar di Aula Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Minggu (30/8/2026).

Lima mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Bali ditetapkan sebagai pemenang. Mereka dinilai mampu mengangkat isu-isu Bali dari perspektif yang kritis dan berbeda. Berikut daftar lima karya jurnalistik terbaik: Pertama, Ida Bagus Surya Pranas dari ITB STIKOM Bali semester III melalui karya “Bali yang Tak Pernah Tidur: Denyut Nadi Pekerja Malam di Balik Gemerlap Pulau Wisata”.

Kemudian, Ni Putu Hana Serena Yenita, 19 tahun, dari LSPR dengan karya “Aroma Dupa yang Terganti: Menyelamatkan Jiwa Bali dari Kepungan Beton dan Sampah”. Karya terbaik lainnya adalah Kadek Lalita Devi dari Universitas Dhyana Pura dengan karya “Skandal Lahan BTID, Ruislag Tanpa Sertifikat, Penegak Hukum Siap”.

Selanjutnya, Kadek Alvina Resmiani* dari Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja mengangkat karya “Duka dari Nusa Tenggara Timur, Ketika Bumi Flotim Berguncang di Sabtu Kelabu”. Sementara I Gusti Agung Ayu Putri Pradnyaparamita dari Universitas Udayana mengangkat isu pariwisata dan kebutuhan dasar masyarakat melalui karya “Ketika Pariwisata Tumbuh Subur dan Tuan Rumah Tak Punya Air”.

Para pemenang menerima piagam penghargaan dan uang apresiasi yang diserahkan langsung Ketua IWO Bali Tri Widiyanti disaksikan Gubernur Bali Wayan Koste serta sejumlah pejabat dan tamu undangan.
Salah satu pemenang, Ni Putu Hana Serena Yenita, menilai penyelenggaraan lomba berjalan terarah dan terstruktur.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan melalui dialog publik yang menjadi bagian dari rangkaian acara. Namun, Hana memberikan catatan terkait penyebaran informasi lomba yang dinilainya masih perlu diperluas.

“Dari POV Hana pribadi event kemarin sudah sangat terarah dan terstruktur. Kemudian, juga dilengkapi dengan sesi dialog publik yang akan menambah koneksi serta wawasan para peserta,” ujarnya. Ia berharap informasi mengenai kegiatan serupa ke depan dapat disebarluaskan secara lebih masif sehingga semakin banyak mahasiswa mengetahui dan berkesempatan mengikuti lomba jurnalistik.

Ketua IWO Bali Tri Widiyanti mengatakan lomba karya jurnalistik tersebut merupakan kegiatan perdana yang diselenggarakan IWO Bali dalam rangkaian HUT IWO. Menurut dia, lomba bukan sekadar kompetisi untuk menentukan pemenang, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, kritis, berimbang, dan memiliki perspektif berbeda dalam melihat Bali.

“Bagi kami, lomba ini bukan semata-mata tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk memberikan apresiasi kepada para mahasiswa sekaligus mendorong lahirnya karya-karya jurnalistik yang berkualitas, kritis, berimbang, dan memiliki perspektif yang lebih luas dalam melihat Bali,” kata jurnalis Metrobali co.id ini.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut juga diarahkan sebagai salah satu pintu untuk menjaring dan mendorong regenerasi insan pers di Bali.

Perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat, kata Widy biasa disapa ini, menuntut dunia pers untuk terus beradaptasi. Karena itu, IWO Bali ingin memberikan ruang kepada calon jurnalis maupun mahasiswa yang baru mulai menekuni jurnalistik untuk menunjukkan kemampuan dan gagasan mereka.

“Kami ingin menjadikan lomba ini sebagai salah satu pintu untuk menjaring dan mendorong regenerasi insan pers di Bali,” tegasnya. Tri Widiyanti berharap lomba karya jurnalistik tersebut dapat menjadi agenda berkelanjutan dan berkembang pada tahun-tahun mendatang. Targetnya bukan hanya melahirkan pemenang, tetapi juga talenta baru dengan karya jurnalistik yang kuat serta memiliki kepedulian terhadap persoalan daerah.

“Momentum HUT IWO ke-14 dan HUT IWO Bali ke-1 ini kami manfaatkan bukan hanya untuk merayakan perjalanan organisasi, tetapi juga untuk melihat ke depan: bagaimana pers Bali akan terus tumbuh dan siapa yang akan menjadi bagian dari generasi berikutnya,” pungkasnya.

Peringatan HUT IWO tersebut turut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster yang juga menjabat Ketua Dewan Kehormatan IWO Bali, Direktur PT Jamkrida Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana, Kasatpol PP Provinsi Bali, Ketua Bawaslu Bali, perwakilan BNN Bali, Ketua KPU Bali, serta unsur organisasi perusahaan pers seperti JMSI dan SMSI.

Sejumlah elemen mahasiswa juga hadir, di antaranya BEM ITB STIKOM Bali, BEM Universitas Udayana, BEM Universitas Warmadewa, BEM Undiknas, PMII, KMHDI, PMKRI, GMKI, LMND, dan BEM BIM University, bersama jajaran pengurus dan anggota IWO Bali.

Selain lomba jurnalistik, rangkaian HUT IWO juga diisi seremoni peringatan, dialog publik “Meneropong Bali dari Sudut yang Berbeda”, serta kegiatan sosial berupa penyerahan bantuan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu. (rsn)

Leave a Reply

Berikan Komentar