Perbaikan Layanan Pendidikan Positif, Kemendikdasmen Lanjutkan Transformasi Pendidikan 2027
(Baliekbis.com),Perbaikan layanan pendidikan menunjukkan perkembangan positif. Transisi PAUD ke SD meningkat, Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 7–18 tahun bertambah, serapan kerja lulusan vokasi menguat, dan tata kelola kementerian semakin baik. Capaian tersebut menjadi pijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk melanjutkan transformasi pendidikan pada 2027.
Di hadapan pimpinan dan anggota Komisi X DPR RI, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan perencanaan pendidikan 2027 merupakan kelanjutan dari berbagai upaya yang telah berjalan sekaligus penguatan intervensi pada bidang yang berdampak langsung terhadap peserta didik, guru, dan satuan pendidikan.
“Kami juga mengucapkan terima kasih atas semua dukungan dari pimpinan Komisi X beserta seluruh anggota sehingga kebijakan dan program yang kami laksanakan selama ini dapat berjalan dengan optimal, dan hasilnya juga sudah dirasakan oleh masyarakat,” ucap Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Senin (31/8).
Dalam paparannya, Mendikdasmen menjelaskan sejumlah indikator kinerja sasaran strategis Kemendikdasmen tahun 2025 yang memperlihatkan perkembangan positif. Pada aspek kesiapan dan akses pendidikan, capaian transisi PAUD ke SD meningkat menjadi 66,15 persen, dari 63,81 persen pada 2024. APS usia 7–18 tahun juga naik menjadi 93,13 persen, dari 92,37 persen. Indeks Kualitas Lingkungan Belajar PAUD turut meningkat menjadi 65,15.
Pada aspek kualitas pembelajaran, ketercapaian standar literasi mencapai 67,94 persen, sedangkan numerasi mencapai 62,53 persen. Sementara itu, indeks karakter, iklim keamanan, inklusivitas, dan kebinekaan kategori baik tercatat sebesar 42,66 persen.
Perkembangan positif juga terlihat pada pendidikan vokasi. Serapan kerja lulusan yang bekerja kurang dari satu tahun meningkat menjadi 74,60 persen, dari sebelumnya 71,83 persen. Di sisi tata kelola, Indeks Reformasi Birokrasi Kemendikdasmen meningkat menjadi 92,34, dari 89,10 pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Denny Cagur turut memberikan apresiasi terhadap capaian tersebut, terutama peningkatan angka partisipasi sekolah dan serapan kerja lulusan pendidikan vokasi.
“Kami memberikan apresiasi terkait angka partisipasi sekolah yang di paparan disampaikan mencapai angka partisipasi sekolah usia 7-18 tahun meningkat itu merupakan upaya pemerataan akses di Indonesia, kemudian apresiasi transformasi tingkat serapan kerja lulusan vokasi yang mencapai 74,60% dalam waktu kurang dari satu tahun,” ujar Denny Cagur.
Untuk melanjutkan berbagai capaian tersebut, Kemendikdasmen memperoleh Pagu Anggaran TA 2027 sebesar Rp61,10 triliun. Angka ini meningkat Rp2,86 triliun dibandingkan Pagu Indikatif TA 2027 sebesar Rp58,24 triliun.
Dari total pagu tersebut, Rp55,5 triliun difokuskan untuk mendukung Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN). Alokasi ini diarahkan pada sejumlah program strategis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan satuan pendidikan, peserta didik, dan guru.
Rinciannya meliputi Rp9,28 triliun untuk Revitalisasi Satuan Pendidikan, Rp5 triliun untuk inisiatif awal menuju terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya, Rp250 miliar untuk bantuan perlengkapan sekolah, Rp7,21 triliun untuk Sekolah Nasional Terintegrasi, dan Rp5,83 triliun untuk Digitalisasi Pembelajaran.
Dukungan terhadap guru dan peserta didik juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program 2027. Kemendikdasmen mengalokasikan Rp14,09 triliun untuk peningkatan kesejahteraan guru non-ASN, Rp13,79 triliun untuk Program Indonesia Pintar (PIP), serta Rp40 miliar untuk Studio Guru.
Mendikdasmen menyampaikan bahwa seluruh arah kebijakan tersebut merupakan bagian dari visi Kemendikdasmen. “Terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua dengan dukungan partisipasi semesta dalam rangka mewujudkan bersama Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045,” ucapnya.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti memandang keberhasilan pembangunan pendidikan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Dukungan Komisi X DPR RI menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai kebijakan dan program pendidikan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
“Kami menyampaikan apresiasi atas komitmen bapak dan ibu pimpinan beserta anggota Komisi X DPR RI dalam mendorong peningkatan pembangunan pendidikan secara keberlanjutan. Sehingga, kami berharap semua anak Indonesia mampu memperoleh akses pendidikan yang adil, berkualitas, relevan, serta membentuk jati diri bangsa yang kuat dan berdasar nilai luhur,” pungkas Mendikdasmen.
Dengan capaian pendidikan yang terus meningkat dan berbagai program yang disiapkan untuk 2027, Kemendikdasmen melanjutkan transformasi melalui perluasan akses, peningkatan mutu pembelajaran, penguatan dukungan bagi guru dan peserta didik, serta pemerataan layanan pendidikan. (ist)


Leave a Reply