Pimpin Pasar o2o, Pertumbuhan Bisnis Mitra Bukalapak Konsisten Meningkat

Mitra Bukalapak sebagai penyedia layanan online to offline (O2O) dengan pengguna UMKM
terbesar dan produk terlengkap di Indonesia telah berhasil merangkul lebih dari 14,2 juta pemilik warung dan agen individu yang tersebar di lebih dari 200 kota di seluruh Tanah Air. Sebagai sebuah aplikasi, Mitra Bukalapak menyediakan solusi terlengkap bagi pelaku usaha mikro
dan kecil dengan cara menyediakan fitur-fitur yang menjual barang-barang fisik maupun produk-
produk virtual seperti pulsa, token listrik, game voucher, pembayaran berbagai tagihan,
pembayaran untuk e-commerce dan lain-lain sehingga para pemilik warung dan kios pulsa mampu meraih pendapatan yang lebih tinggi.

(Baliekbis.com), Mitra Bukalapak mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar o2o di Indonesia dengan tingkat penetrasi tertinggi. Menurut hasil riset terbaru yang dilakukan oleh Nielsen pada Mei 2022 terhadap 2.736 warung dan kios pulsa di 14 kota di seluruh Indonesia, tercatat baru 25% warung kelontong yang sudah terdigitalisasi. Mitra Bukalapak memimpin digitalisasi ini dengan penetrasi sebesar 56%.

“Di kalangan warung yang menggunakan platform o2o, Mitra Bukalapak memimpin penetrasi di kategori grocery/bahan makanan sebesar 68% dan kategori produk virtual sebesar 46%. Pencapaian ini juga diikuti oleh pertumbuhan bisnis Mitra Bukalapak yang konsisten meningkat,” ungkap Howard Gani, CEO Buka Mitra Indonesia pada acara media gathering, Jumat (28/10) di Sanur. Hadir pula dalam acara tersebut Juragan Ni Made Suartini & Juragan Adiwitari (pelaku UMKM sekaligus pemilik warung Mitra Bukalapak).

Di kuartal kedua tahun 2022, TPV (Total Processing Value) Mitra Bukalapak naik sebesar 25% menjadi Rp17,7 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau naik sebesar 46% menjadi Rp35 triliun dari periode yang sama tahun lalu.

“Pada akhir bulan Juni 2022, jumlah warung dan UMKM lainnya yang terdaftar sebagai pengguna Mitra Bukalapak mencapai 14,2 juta, meningkat dari 11,8 juta pada akhir Desember,” jelas Howard.

Dengan posisi nomor 1 di pasar o2o, Mitra Bukalapak berkomitmen untuk terus mendigitalisasi warung dan berbagai UMKM lainnya di seluruh Tanah Air, khususnya di kota-kota Tier 2 dan 3.

Dijelaskan sebanyak 75% transaksi di Bukalapak berasal dari luar daerah Tier 1 dan ini menunjukkan besarnya potensi dari kota-kota kecil di Indonesia. Namun, warung dan UMKM lainnya di daerah-daerah ini kerap mengalami kendala seperti keterbatasan akses ke infrastruktur, teknologi dan permodalan.

Hal inilah yang mendorong Mitra Bukalapak untuk terus memberdayakan UMKM dengan kemampuan untuk menjual berbagai produk fisik serta produk dan layanan virtual. Hasilnya, para Mitra Bukalapak tercatat berhasil meningkatkan pendapatan mereka hingga 3x lipat sejak bergabung jadi Mitra Bukalapak

Keberhasilan ini juga didukung oleh posisi warung sebagai bisnis mikro dan kecil yang mampu menjangkau segala lapisan masyarakat di berbagai komunitas. Ni Made Suartini, salah satu Mitra Bukalapak di Bali bercerita sebelum menjadi Mitra Bukalapak, warung Made hanya menjual produk-produk makanan. Jumlah pelanggannya pun relatif kecil. Sejak menjual berbagai produk virtual di warungnya, Made dapat menarik lebih banyak pelanggan. Made dapat menaikkan pendapatannya hingga lebih 3x lipat per hari dari sekitar Rp 300.000 per hari ke Rp 1 hingga 2 juta per hari.

Mitra Bukalapak lainnya dari Bali, Adiwitari, merasakan manfaat dari layanan pembelian grocery melalui aplikasi Mitra Bukalapak. “Saya bisa belanja stok barang dan bahan-bahan makanan untuk dijual warung dengan lebih mudah karena tinggal pesan, kemudian barangnya diantar langsung ke warung saya. Karena inilah saya jadi pionir penjual produk segar di lingkungan saya. Bahkan sekarang saya jadi supplier bahan-bahan baku bagi rumah-rumah makan dan pebisnis kuliner di sini karena posisi warung saya yang strategis,” ujarnya.

Dari kemudahan dan kapabilitas yang diberikan oleh Mitra Bukalapak, kedua pelaku UMKM di Bali ini berhasil mencapai pertumbuhan pendapatan hingga lebih dari 2x lipat.

Howard Gani, CEO Buka Mitra Indonesia kepada media mengatakan dampak yang dirasakan oleh para Mitra Bukalapak di kota-kota di luar Pulau Jawa menjadi pendorong bagi Mitra Bukalapak untuk terus mengembangkan berbagai layanan dan fiturnya.

“Kami ingin dampak yang diciptakan oleh Mitra Bukalapak dapat dirasakan secara merata dan inklusif oleh pelaku bisnis kecil di seluruh Indonesia. Karena itu, kami akan terus memperluas akses bagi para Mitra kami ke berbagai layanan dari vertikal-vertikal bisnis Bukalapak. Dengan begitu, kapabilitas bisnis mereka akan terus tumbuh dan bisa terus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ucapnya.

Tentang Bukalapak

BUKA adalah grup perusahaan berbasis teknologi dan super enabler teknologi untuk mendukung transformasi UMKM di Indonesia serta berbagai vertikal bisnis. Berpegang teguh pada tujuan awal kami untuk memberdayakan UMKM, kini kami melayani lebih dari 120 juta pengguna serta lebih dari 20 juta UMKM di tanah air. Sebagai perusahaan teknologi Indonesia pertama yang terdaftar di bursa, fokus kami adalah menggunakan teknologi untuk mendukung kebutuhan gaya hidup digital saat ini bagi para UMKM serta masyarakat Indonesia secara umum melalui berbagai vertikal, dari marketplace, finance dan fintech, offline to online, merchant solutions, hingga pengadaan.

Dengan memanfaatkan lebih dari 1 dekade inovasi teknologi yang diperuntukkan bagi konsumen dan pemilik bisnis di Indonesia, BUKA adalah tech enabler dan pendorong transformasi digital di Indonesia.

Mitra Bukalapak diluncurkan pada tahun 2017, Mitra Bukalapak adalah platform online-to-offline (o2o) pertama di Indonesia yang menyediakan akses ke beragam produk fisik, virtual, dan finansial, dari barang kebutuhan sehari-hari, pulsa, token listrik, hingga berbagai layanan seperti pembayaran tagihan, pengiriman uang, hingga layanan logistik, ke para pemilik warung serta pelaku UMKM lainnya di Indonesia.

Melalui aplikasi Mitra Bukalapak, para UMKM dapat memiliki akses ke lebih banyak SKU produk fisik dan produk finansial, mengatasi kendala terkait rantai suplai dan pengadaan, serta kesempatan untuk menerima dukungan finansial.(bas)