Perayaan Natal Kerukunan Praktisi Hukum Kristiani Denpasar, “Pentingnya Penyeimbang Godaan Duniawi”

(Baliekbis.com), Kerukunan Praktisi Hukum Kristiani Denpasar menggelar perayaan Natal yang kedua kalinya, Sabtu (19/1) malam di The Throne Denpasar. Perayaan Natal yang dihadiri sekitar seratus kalangan advokat dan notaris, jemaat serta undangan itu dimeriahkan pula dengan sajian kesenian dari panti asuhan.

Inisiator kegiatan Wayan Purwita,S.H. di sela-sela acara mengatakan godaan bagi advokat cukup besar. “Karena itu melalui kegiatan ini diharapkan bisa sebagai penyeimbang dalam menghadapi godaan duniawi,” ujar Ketua Peradi Denpasar ini.

Wayan Purwita, S.H.

Dikatakan Purwita sebenarnya hal yang paling susah adalah untuk menyatukan advokat. Tapi ada satu momen yang akhirnya bisa menyatukan diri dalam wadah suka duka yakni ketika  seorang rekan mereka meninggal dunia dimana pada waktu itu belum terbentuk perhimpunan.  Sehingga perhatian atau tidak ada kelompok tertentu yang menginisiasi untuk membantu keluarga atau anak istri yang ditinggalkan. “Kemudian saya mencoba untuk mengimbau rekan-rekan kristiani baik notaris maupun advokat untuk melepaskan baju organisasinya. Kita lupakan itu tapi kita berbuat sesuatu untuk teman-teman kita baik dalam keadaan suka, teristimewa yang dalam keadaan duka hingga akhirnya terbentuk kerukunan itu,” ujarnya.

Terkait tema “Aku Datang Supaya Kamu Hidup Bijaksana, Adil dan Beribadah”, menurut Purwita di samping maknanya adalah silaturahmi, juga sebagai upaya saling mendukung dalam suka dan duka. Dan yang tak kalah penting sebagai penyeimbang godaan duniawi sebab profesi ini sangat rentan.

“Kegiatan ini tentu tidak akan berhenti di sini, nanti Paskah kita akan ada acara,” tambahnya. Pihaknya juga mengundang anak-anak panti sekaligus memberikan cinderamata. “Seperti  janji 2 tahun yang lalu, waktu itu saya undang satu panti asuhan. Sekarang kita undang 2 panti asuhan, dan ke depan kita harapkan semakin besar,” ujarnya. Pada kegiatan malam itu diundang Panti Sidhi Astu dari dan Widya Asih yang anak-anak binaannya beragam dari semua agama. 

Ketua Panitia Perayaan Natal Gede Wija Kusuma,S.H.  menjelaskan awal terbentuknya kerukunan praktisi hukum yang ada di Denpasar ini bermula dari keinginan praktisi hukum Nasrani dan Katolik untuk menggabungkan diri karena dalam perjalanan banyak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti meninggal, sakit, dll. “Praktisi hukum yang ada di Denpasar ini bukan hanya orang Bali saja, juga dari luar Bali. Maka terbentuklah suka duka ini,” jelasnya. Kegiatannya pun bukan eksklusif untuk persoalan internal tapi juga  keluar seperti bakti sosial, memberi bantuan kepada anggota dan yatim piatu.

Terkait perayaan Natal ini dengan tema ‘adil dan bahagia’ adalah mereferensikan kelahiran Yesus Kristus ke dunia ini yang membawa keadilan lalu kemudian kehidupannya membawa kebahagiaan.

Kepada praktisi hukum yang beragama kristiani diingatkan kembali untuk hidup dalam kebenaran dan keadilan sehingga menjadi berkat bagi bangsa dan negara. (bas)