Pengurus Wilayah IPOTI Bali Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Perkuat Soliditas dan Kompetensi Perawat Ortopedi
(Baliekbis.com), Pengurus Wilayah Himpunan Perawat Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (IPOTI) Bali periode 2026-2031 resmi dilantik dalam acara yang berlangsung di Tulip Jineng Resort Bali, Jalan Sunset Road 98, Kuta, Kabupaten Badung, Kamis (3/9/2026) malam. Sebagai Ketua IPOTI Bali, Ns. Ni Luh Putu Sri Wirayuni,S.Kep., M.Kep. Acara pelantikan dirangkai dengan Pelatihan Keperawatan Ortopedi Dasar (PKOD) 2026 yang berlangsung 3 hingga 6 September 2026.
Ketua IPOTI Bali, Ni Luh Putu Sri Wirayuni dalam sambutannya mengatakan IPOTI Bali memiliki potensi besar yang perlu disatukan dan dikembangkan agar organisasi ini semakin maju serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, pihaknya berkomitmen membangun dan memperkuat soliditas, kebersamaan, kompetensi, kolaborasi, serta jejaring antaranggota. “Harapannya, ini dapat meningkatkan kontribusi dan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Sri Wirayuni mengajak seluruh anggota IPOTI Bali untuk menjaga kebersamaan dalam menjalankan organisasi maupun memberikan pelayanan. “Mari kita berkolaborasi dan solid, jangan jalan sendiri-sendiri agar bisa maju,” tegasnya.
Ia menjelaskan saat ini perawat ortopedi di Bali yang tercatat sekitar 50 orang. “Target kami ke depannya setiap tahunnya terdata 100 orang. Kasus ortopedi ini banyak, jadi perawatnya harus banyak. Di Bali ada 18.000 perawat dan dari 18.000 itu tentu akan banyak perawat ortopedi,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat (PP) IPOTI, Ismaharjuni Islamuddin,S.Kep.,Ns.,M.B. berharap kepengurusan baru dapat membawa IPOTI semakin berkembang dan maju, termasuk dalam peningkatan kompetensi anggotanya.
Ia juga menekankan pentingnya pemerataan keilmuan sehingga terdapat kesetaraan kompetensi. Dengan demikian, pelayanan keperawatan dapat diberikan secara profesional dan maksimal sehingga menghasilkan pelayanan yang semakin baik.

Dijelaskan perawat ortopedi juga mengembangkan beberapa pelatihan-pelatihan sehingga bisa menjadi mitra dari dokter untuk operasinya. “Kasus-kasus ortopedi itu pada usia muda biasanya trauma karena kecelakaan. Tapi di usia tua biasanya di osteoporosis,” tambahnya.
Ketua PABOI (Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia) Bali dr. I Wayan Suryanto Dusak, Sp.O.T., Subsp.P.L(K) mengatakan keterampilan perawat ortopedi sangat menentukan dalam membantu dokter melakukan operasi.
Ia berharap dengan adanya pelantikan pengurus HIPOTI Bali, kerja sama antara spesialis ortopedi dengan perawat ortopedi akan semakin meningkat sehingga pelayanan terhadap pasien menjadi lebih sempurna, menjadi lebih bagus.
Dikatakan saat ini telah hadir teknologi robotik. Program robotik, terutama dalam hal penggantian sendi (artroplasti). Masalahnya harga robot lumayan mahal bisa sampai Rp18 miliar. “Di Bali sudah ada di salah satu rumah sakit di Denpasar. Dengan menggunakan robot, semua presisinya jadi lebih bagus,” jelasnya.
Sekretaris PPNI Bali, Wayan Suardana mengatakan pembentukan kepengurusan IPOTI Bali periode 2026-2031 merupakan langkah strategis. Ia berharap ke depan IPOTI dapat semakin memperkuat dukungan terhadap para perawat sekaligus membangun kolaborasi dengan profesi kesehatan lainnya. Ia menekankan pentingnya memperkuat kerja sama dan mendorong kemajuan organisasi serta pelayanan kesehatan. (ist)

