Penangkaran Penyu Diharapkan Jadi Wisata Pendidikan

(Baliekbis.com), Berbagai agenda dilakukan Anak Agung Gde Agung Bharata di hari terakhirnya sebagai Bupati Gianyar. Salah satunya adalah meninjau penangkaran penyu Bali di Banjar/Desa Saba Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Selasa (20/2). Dengan santai Bupati Agung Bharata duduk di batang kayu yang melintang di tanah dan berbincang dengan anggota kelompok Konservasi Penyu Bali.

Kedatangan Bupati Agung Bharata yang terkesan mendadak, disambut dengan antusias oleh anggota kelompok. Ketua kelompok Konservasi Penyu Bali, I Made Kikik dan beberapa pengurus kelompok menyampaikan kendala yang mereka hadapi dalam melakukan penangkaran.

Bupati Agung Bharata meminta Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan Gusti Ayu Dewi Hariani agar memfasilitasi kendala yang dihadapi kelompok Konservasi Penyu Bali. Diantaranya, memfasilitasi pelatihan bagi anggota kelompok agar lebih profesional dalam penangkaran penyu.

Keberadaan balai konservasi penyu ini selain bertujuan pelestarian, juga sebagai ajang edukasi bagi warga sekitar akan perlindungan satwa langka di Bali. “Diharapkan jika kegiatan penangkaran ini berhasil akan menjadi salah satu potensi wisata pendidikan, saat ini sudah ada wisatawan mancanegara yang belajar bagaimana cara menanam telur, bagaimana memelihara tukik, dan melepasliarkan tukik,” terang Made Kikik.

Sepanjang 2017, Kelompok Konservasi Penyu Bali telah berhasil menetaskan 2.488 butir telur. Telur-telur itu didapatkan dari “berburu” yang dilakukan anggota kelompok saat musim penyu bertelur. “Ada juga masyarakat yang datang kemari menyerahkan telur penyu yang mereka temukan,” ujar Kikik. Ditambahkannya, pihaknya terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar membawa telur yang mereka temukan ke balai konservasi. “Telur-telur ini bila tidak kita pindahkan ke balai konservasi akan dimakan oleh anjing-anjing liar atau diambil orang tak bertanggung jawab,” ujar Kikik.

Bupati Agung Bharata berterima kasih atas kepedulian anggota kelompok Konservasi Penyu Bali terhadap kelestarian penyu Bali. Bupati Agung Bharata meminta dinas terkait agar memfasilitasi dan membantu keberadaan kelompok Konservasi Penyu Bali ini. “Ini satu-satunya konservasi penyu yang ada di Gianyar, apalagi penyu yang bertelur di Pantai Saba cukup banyak,” ujar Agung Bharata.

Keberadaan balai penangkaran ini juga atas bantuan berbagai perusahaan yang ada di Bali dan berbagai yayasan sosial yang peduli terhadap pelestarian penyu Bali. “Sampai saat ini kami hanya menerima bantuan berupa infrastruktur berupa bangunan, misalnya bak penetasan telur, kolam perawatan tukik, dan yang lainnya,” pungkas Kikik. (ist)