OJK Gelar 157 Run, Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat serta Dorong Gaya Hidup Sehat
(Baliekbis.com),Untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Provinsi Bali bekerja sama dengan FKLJK (Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan) Bali menggelar 157 Run, Minggu (1/11) di Renon Denpasar.
“157 Run merupakan salah satu upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat,” ujar Kepala OJK Provinsi Bali Parjiman disela-sela kegiatan 157 Run.
157 Run yang diikuti seribuan peserta dari berbagai lapisan masyarakat ini mengambil start di depan Kantor Gubernur Bali, Renon Denpasar. Masyarakat yang datang juga dihibur dengan penampilan dua penyanyi pop Bali, Dek Ulik dan Widi Widiana. Panitia 157 Run juga menyediakan berbagai hadiah yang menarik.
Kegiatan 157 Run dirangkai dengan Pasar Murah Pekenan Bulan Inklusi Keuangan ini melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha lokal. “Pasar murah ini diharapkan membantu pertumbuhan UMKM,” ujar Parjiman.
Dalam Pasar Murah Pekenan tersebut, masyarakat juga berkesempatan memperoleh canang sari untuk kebutuhan Hari Suci Saraswati dengan harga yang sangat terjangkau. Dengan pembayaran sebesar Rp157 melalui QRIS, masyarakat dapat membawa canang sebanyak 15 biji.
Angka 157 memiliki makna khusus yakni merupakan layanan pengaduan dan informasi OJK yang kini melayani konsumen industri jasa keuangan dan masyarakat selama 24 jam.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Dewa Made Indra mengapresiasi penyelenggaraan 157 Run sebagai bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan. Kegiatan olahraga merupakan sarana yang efektif untuk menyosialisasikan berbagai program kepada masyarakat, termasuk meningkatkan pemahaman terhadap produk dan layanan sektor keuangan.
Dewa Indra menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga keuangan dalam memperkuat industri jasa keuangan yang sehat dan berkelanjutan. “Sektor keuangan memiliki kompleksitas tinggi sehingga membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku,” ujarnya.
Inklusi keuangan, lanjut dia, memiliki peran strategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan. Namun, peningkatan akses tersebut harus diimbangi dengan penguatan literasi agar masyarakat memahami manfaat, kegunaan, serta risiko dari setiap produk keuangan yang digunakan.
“Selain tahu tentang produknya, masyarakat juga harus paham kegunaan dan juga risiko. Ini penting agar masyarakat tak dirugikan,” ucapnya.
Penyelenggaraan Pasar Murah–Pekenan Bulan Inklusi Keuangan tambah Dewa Indra juga mendukung upaya pengendalian inflasi melalui penyediaan kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau. (ist)


Leave a Reply