Nuanu Creative City Luncurkan Program Penanaman 1.000 Pohon untuk Penguatan Ekosistem Hijau di Bali
(Baliekbis.com), Nuanu Creative City meluncurkan Inisiatif Penanaman 1.000 Pohon sebagai bagian dari komitmen jangka panjang untuk mengintegrasikan pemulihan lingkungan ke dalam pengembangan kawasan kreatif seluas 44 hektare di Bali, Selasa, 26 Mei 2026.
Program ini dipimpin oleh Magic Garden dan didukung oleh Nuanu Social Fund, dengan target penanaman 1.000 pohon spesies lokal di berbagai titik kawasan, termasuk ruang publik, taman, area pura, jalur jalan, hingga area yang bersentuhan langsung dengan komunitas.
Langkah ini dirancang untuk memperkuat infrastruktur hijau, mendukung biodiversitas lokal, serta memastikan aspek pelestarian lingkungan menjadi bagian dari pertumbuhan kawasan Nuanu secara berkelanjutan.
Program tersebut juga menggandeng Kebun Raya Eka Karya Bali sebagai mitra konservasi yang berperan dalam penyediaan keahlian terkait tanaman lokal, pelestarian biodiversitas, dan praktik restorasi jangka panjang.
CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, menegaskan konsep pembangunan di Nuanu tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas ekosistem.
“Ketika semuanya selesai dibangun, jumlah pohon di sini akan lebih banyak dibanding saat kami memulainya. Ini menjadi simbol dari upaya kami untuk menanam, merawat, dan menjaga biodiversitas Bali,” ujarnya.
Ia menambahkan Nuanu ingin menjadi ruang tumbuh bersama antara alam, komunitas, dan kreativitas, di mana setiap pohon memiliki nilai dan cerita tersendiri.

Sementara itu, Head of Nuanu Social Fund, Auditya Sari, menekankan inisiatif ini merupakan bentuk aksi nyata keberlanjutan yang melibatkan banyak pihak.
“Tanggung jawab terhadap lingkungan harus hadir melalui tindakan nyata dan berkelanjutan. Program ini bukan hanya menanam pohon, tetapi juga membangun keterhubungan antara manusia dan alam,” ujarnya.
Dari sisi konservasi, perwakilan Hadhiyyah N. Cahyono dari Kebun Raya Eka Karya Bali menyebutkan kolaborasi ini sejalan dengan upaya pelestarian biodiversitas di Bali.
Ia menilai keterlibatan berbagai institusi dalam satu program akan memperkuat kesadaran lingkungan sekaligus mendorong praktik pembangunan yang lebih bertanggung jawab.
“Inisiatif seperti ini menunjukkan bagaimana kolaborasi dapat mendukung pelestarian biodiversitas dan meningkatkan kesadaran lingkungan,” ujarnya.
Melalui program ini, Nuanu menegaskan pendekatan pembangunan kawasan kreatif yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga keseimbangan dengan alam serta penguatan ekosistem hijau di Bali. (ist)

