Mangku Pastika Sandang Doktor ke-2 Ilmu Agama “Napak Tilas Jejak Ajaran Veda dan Implementasinya pada Krama Hindu di Bali”

(Baliekbis.com), Jumat 13 Maret 2026 menjadi hari dimana Made Mangku Pastika secara resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Agama setelah mengikuti rangkaian Wisuda XII Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar yang dilaksanakan di Kampus Pusat Jln. Nusantara, Kubu, Bangli.

Gelar Doktor ini merupakan gelar S3 (Ilmu Agama) yang ke-2. Sebelumnya Mangku Pastika menamatkan S3 yang pertama pada 2019 di Program Doktor Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum, Universitas Udayana.

Pada Wisuda XII ini, Mangku Pastika diminta memberikan kesan dan pesan sebagai perwakilan wisudawan. Dalam kesan dan pesannya tersebut, Mangku Pastika sangat mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada para dosen yang telah memberikan bimbingan dan konsultasi intens, sehingga studi S3-nya berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan.

Tidak lupa sebagai seorang mahasiswa yang juga pernah menjabat sebagai Gubernur Bali Periode 2008-2013 dan 2013-2018, sebagai Anggota DPD RI Periode 2019-2024, Mangku Pastika berpesan kepada para pengajar untuk terus meningkatkan diri mengikuti perkembangan zaman dalam memberikan materi materi kuliah.

Mangku Pastika juga berharap Tri Dharma Perguruan Tinggi dijalankan dengan baik, sehingga sumbangsih kepada bangsa dan negara serta masyarakat dapat dirasakan manfaatnya.

“Dengan demikian, keberadaan Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa telah melalui proses yang panjang dan menjadi kebanggaan kita tentu akan semakin baik ke depannya,” ungkap Mangku Pastika.

Untuk para adik-adik angkatan, Mangku Pastika berpesan untuk terus belajar. “Walaupun sudah tamat dan diwisuda tetaplah belajar karena selama kita masih hidup kita terus belajar,” tambah mantan Kapolda Bali ini.

Pada momen penuh makna tersebut, Mangku Pastika menegaskan kita patut berbangga karena ajaran Hindu yang sudah dipelajari merupakan pedoman hidup seorang manusia.

Dalam menjalani kehidupan ini, Hindu yang dikenal dengan nama Sanatana Dharma atau Kebenaran Abadi memiliki sifat universal, flexible, scientifik, simple, logik, dan adaptif.

Dengan modal ini ajaran Hindu dari ribuan tahun sebelum abad Masehi hingga saat ini ajarannya masih tetap eksis dan dapat diterapkan oleh semua orang.

“Karena itu, kesan saya sangat berbangga dan bergembira karena Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa berada dalam “track” yang benar. Kampus kebanggan kita ini sudah berada di jalan yang benar menuju “Word Class University” itu merupakan sejalan dengan Hindu Dharma,” ujar Mangku Pastika.

Lebih lanjut, menurut Mangku Pastika ajaran Hindu dapat berdampingan secara paralel dengan “scient” adalah Hindu Dharma yang kita kenal dengan Sanatana Dhama mampu berjalan berdampingan dengan “scient” dan teknologi Hindu tidak dogmatik dan apolegetik. Dalam Hindu semua hal bisa ditanya dan hal ini merupakan ciri ilmu pengetahuan.

Ke depan Mangku Pastika berharap Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa menjadi kampus penyemaian dan dalam konteks luas dapat menjadikan sebagai
“Hindu for better life”.

Pada kesempatan tersebut, Mangku Pastika menyerahkan buku dengan judul “Napak Tilas Jejak Ajaran Veda dan Implementasinya pada Krama Hindu di Bali” yang “notabene” merupakan penelitian dari disertasinya kepada Dirjen Bimas Hindu dan Perwakilan Pemerintah Provinsi Bali. (ist)