Lantik Jajaran Pengurus PSI se Bali, Kaesang Tekankan Kerja Nyata dan Keberpihakan kepada Rakyat
(Baliekbis.com),Ketum PSI Kaesang Pangarep menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Provinsi Bali sekaligus melantik Ketua DPW PSI Bali I Wayan Suyasa beserta jajaran pengurus lainnya untuk masa jabatan periode 2025-2030, Sabtu (24/1/2026) di The Trans Resort Badung.
Dalam prosesi tersebut, Kaesang menyerahkan pataka partai kepada kepengurusan baru sebagai simbol amanah dan tanggung jawab kepemimpinan.
Acara pelantikan tersebut menjadi langkah strategis partai dalam mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029.
“Saya melantik saudara-saudara sebagai pengurus DPW dan DPD PSI se-Bali. Saya titipkan PSI di Pulau Bali kepada kepengurusan yang baru,” kata Kaesang dalam sambutannya.
Kaesang pada menyinggung dinamika politik nasional, khususnya bergabungnya sejumlah kader Partai Golkar ke PSI. Menurutnya perpindahan kader merupakan hal yang lazim dalam dinamika politik. Meski demikian, PSI tetap menjunjung tinggi etika politik serta menghormati seluruh partai.
Ia juga menekankan pentingnya kerja nyata dan keberpihakan kepada rakyat, meskipun PSI saat ini belum memiliki kekuatan besar di parlemen Bali.b”Kita mungkin belum besar secara kursi, tapi kita harus besar dalam kerja dan keberpihakan kepada rakyat,” ujarnya.
Kaesang juga mengaitkan logo gajah PSI dengan sejarah Bali, khususnya dari wilayah Tabanan, yang dinilainya sebagai simbol kekuatan dan pertumbuhan partai. Target masuk empat besar pada Pemilu 2029 pun disebut realistis untuk dicapai.
Sementara itu, Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali mengingatkan seluruh kader agar menjaga soliditas internal serta menghormati adat dan budaya Bali dalam setiap aktivitas politik. Kedatangan Kaesang pada acara tersebut dimeriahkan dengan Iring-iringan tarian Gajah Sena.
Kader PSI I Putu Alit Yandinata menjelaskan, Gajah Sena punya makna kuat sebagai simbol kekuatan. Dalam cerita Mahabarata, Gajah Sena hadir saat kelahiran Bima yang terbungkus cangkang keras.
“Gajah Sena ini berperan membantu memecahkan cangkang telur yang keras itu, sehingga Bima terlahir ke dunia,” kata Alit.
Ia juga menyampaikan, simbolisasi itu menegaskan PSI yang mengusung solidaritas tinggi dan rasa memiliki untuk menyebarkan kebaikan.
Pembuatan barong itu diselesaikan dalam waktu dua hari. Itu dikerjakan langsung oleh kalangan generasi muda yang begitu kreatif. “Semoga dengan penyambutan ini, keberadaan PSI di Bali ke depannya semakin jaya, dan semakin dicintai oleh masyarakat Bali,” imbuhnya. (ist)

