Jelang Pemilihan Ketua PERADI SAI Denpasar 2026-2030, Kedua Calon Sepakat Siap Menerima Hasil Musyawarah Cabang dan Mendukung Ketua Terpilih
(Baliekbis.com), Dua Calon Ketua DPC PERADI SAI Denpasar periode 2026 – 2030 masing-masing Wayan Gede Yudiana,S.H.,M.H.,CLA dan I Made Suardana,S.H.,M.H. yang akan berkompetisi pada 3 Juli 2026 pada Musyawarah Cabang secara bersama-sama membacakan komitmennya yang tertuang dalam 4 poin, yakni:
- Mematuhi dan melaksanakan segala aturan dan tata tertib Musyawarah Cabang II DPC PERADI SAI Denpasar 2026 yang ditetapkan oleh Panitia Pelaksana dengan
sebaik-baiknya sehingga dapat mewujudkan Musyawarah Cabang II DPC PERADI SAI Denpasar 2026 yang berintegritas dan bermartabat. -
Melaksanakan kampanye dengan damai dan beradab, menghormati pihak-pihak lainnya, tidak saling menjelekkan, memfitnah, menyerang pribadi masing-masing calon dan tetap menjunjung tinggi etika profesi advokat yang ‘officium nobile’.
-
Menjaga kebersamaan, kerukunan dan kondusivitas baik sebelum dan sesudah Musyawarah Cabang II DPC PERADI SAI Denpasar 2026 serta siap untuk menerima hasil Musyawarah Cabang dengan jiwa besar dan mendukung Ketua DPC PERADI SAI Denpasar periode 2026-2030 dan pengurus yang nantinya dibentuk.
-
Kami masing-masing calon yang kelak terpilih dan dipercaya oleh peserta Muscab PERADI SAI Denpasar, akan merangkul dan melakukan rekonsiliasi dalam semangat kebersamaan dan tidak akan meninggalkan dan atau menciptakan kebencian terhadap pihak lain yang tidak berhasil terpilih.

“Demikian deklarasi ini saya buat dan tandatangani tanpa paksaan dan tekanan dari pihak manapun,” ujar Wayan Gede Yudiana,S.H.,M.H.,CLA dan I Made Suardana,S.H.,M.H., pada acara “Deklarasi Damai dan Pengundian Nomor Urut Bacalon Ketua Peradi SAI Masa Bakti 2026-2030, Kamis, 25 Juni 2026 di Two Fat Monk, Jln. Cok. Raka Tresna, Denpasar.
Sebelum dilaksanakan pengundian nomor urut dan pembacaan Deklarasi Damai, Ketua Panitia Kadek Miarta menjelaskan dalam proses pemilihan calon hanya dua kandidat yang mendaftar yakni Wayan Gede Yudiana,S.H.,M.H.,CLA dan I Made Suardana,S.H.,M.H.
Sementara Ketut Ngastawa selaku SC dalam arahannya mengatakan meski ada riak-riak yang berkembang namun ia menekankan agar tetap menjaga semangat kebersamaan, persaudaran dan perdamaian sesuai tema “Deklarasi Damai”.
“Yang namanya kompetisi pasti ada riak-riak. Jangan kita alergi dengan demokrasi. Saya harap ada nuansa-nuansa yang bisa diteladani untuk kejayaan PERADI SAI,” ujar pengacara senior ini.
Hal senada disampaikan Agung Mayun yang berharap muscab ini bisa disambut gembira untuk membesarkan organisasi. “Saya juga lihat ada riak-riak tapi jangan hal itu diperuncing. Kita satu warna hanya memilih siapa yang terbaik,” ujarnya seraya menambahkan pemilihan model ini yang pertama sebab sebelumnya dilakukan dengan penunjukan dan aklamasi.
Sekretaris DPC PERADI SAI Nengah Jimat juga berharap muscab ini bisa berjalan lancar dan damai. “Mari kita jaga kekompakan dan bersatu sebagai kekuatan kita,” ungkapnya.
Usai pembacaan deklarasi, dilakukan Penandatangan Deklarasi Damai oleh kedua calon dan dilanjutkan dengan pengambilan nomor urut dimana Wayan Gede Yudiana,S.H.,M.H.,CLA mendapat nomor urut 2 sedangkan I Made Suardana,S.H.,M.H. nomor urut 1. Keduanya akan bertarung pada Muscab 3 Juli nanti yang akan dihadiri sekitar 500 anggota PERADI SAI.
Dalam pesan dan harapannya, baik Yudiana maupun Suardana pada intinya menekankan pada ide, gagasan, knowledge serta pengalaman. Pilih sesuai hati nurani dan yang bisa memajukan PERADI SAI. (ist)

