Grand Launching Philips Lighting Store Denpasar, Sediakan Berbagai Solusi Pencahayaan
(Baliekbis.com), Rumah kini tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga ruang untuk bekerja, beristirahat, berkumpul bersama keluarga, hingga mengekspresikan gaya hidup. Perubahan tersebut turut membentuk ekspektasi baru terhadap pencahayaan yang kini tidak sekadar berfungsi menerangi ruangan, tetapi juga mendukung kenyamanan, fungsi, suasana, dan estetika hunian.
Menjawab kebutuhan tersebut, Signify menghadirkan Philips Lighting Store Denpasar sebagai Philips Lighting Store pertama di Indonesia di luar Pulau Jawa. Kehadiran toko ini menjadi bagian dari rencana ekspansi jaringan secara bertahap ke sejumlah daerah di Indonesia bersama mitra.
“Melanjutkan langkah Signify setelah pembukaan Philips Lighting Store di Surabaya, kehadiran di Bali menghadirkan pengalaman retail pencahayaan yang lebih relevan dengan karakter hunian dan gaya hidup di Bali,” ujar Dedy Bagus Pramono, President Director Signify Indonesia didampingi Head of Marketing-Consumer Signify Commercial Indonesia, Burhan Noor Sahid saat Grand Opening Philips Lighting Store di Atika Galeria Denpasar, Jalan Gatot Subroto Tengah No. 309, Denpasar, Kamis (10/9). Grand launching ditandai dengan pengguntingan pita.
Dedy menjelaskan, kebutuhan pencahayaan di Bali terus berkembang, tidak hanya untuk menerangi ruang, tetapi juga mendukung kenyamanan, fungsi, suasana, estetika, dan karakter rumah, vila, hingga properti hospitality. Philips Lighting Store Denpasar menghadirkan hingga 200 solusi pencahayaan yang mencakup kategori fungsional, dekoratif, outdoor, serta smart lighting untuk kebutuhan ruang indoor dan outdoor.

“Store ini memungkinkan konsumen melihat, mencoba, serta membandingkan berbagai aplikasi pencahayaan secara langsung, sekaligus mendapatkan konsultasi yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan ruang, aktivitas, desain, dan anggaran,” jelas Dedy.
Menurut Dedy, kebutuhan pencahayaan di setiap hunian di Bali memiliki karakter tersendiri yang tumbuh dari budaya dan tradisi arsitektur yang kuat. Rumah, vila, dan properti hospitality di Bali juga banyak menggabungkan ruang indoor dan outdoor. Karena itu, pencahayaan tidak hanya perlu mendukung aktivitas, tetapi juga menciptakan suasana yang sesuai dengan karakter setiap ruang.
“Kami melihat kebutuhan untuk menghadirkan pilihan pencahayaan yang lebih beragam, sehingga masyarakat dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan dan konsep ruang yang dimiliki. Melalui Philips Lighting Store, kami menyediakan berbagai solusi pencahayaan, mulai dari fungsional dan dekoratif hingga outdoor dan smart lighting, di mana arsitek, interior designer, kontraktor, maupun konsumen dapat melihat dan merasakan langsung berbagai pilihan solusi pencahayaan sebelum menentukan yang paling sesuai dengan kebutuhan ruang mereka,” ujar Dedy.
Secara global, Signify melihat perubahan gaya hidup membuat konsumen semakin mempertimbangkan bagaimana rumah dapat mendukung berbagai aktivitas dan kebutuhan personal. Insight tersebut menjadi salah satu dasar Signify dalam menghadirkan pengalaman retail yang lebih relevan bagi konsumen di Indonesia.
Berbeda dari toko pencahayaan konvensional, Philips Lighting Store Denpasar menghadirkan pengalaman yang memungkinkan konsumen memahami penerapan pencahayaan secara langsung. Store ini dihadirkan sebagai referensi bagi arsitek, desainer interior, villa developer, kontraktor, dan property manager di Bali untuk mengeksplorasi berbagai solusi pencahayaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter ruang, termasuk area outdoor. Konsumen juga dapat melihat secara langsung perbedaan tingkat kecerahan dan temperatur warna sebelum menentukan pilihan yang paling tepat.
Dalam desain sebuah ruang, pencahayaan bukan hanya elemen pelengkap, tetapi bagian dari bagaimana sebuah ruang dirasakan. Pemilihan intensitas, temperatur warna, dan arah cahaya dapat memengaruhi ambience sekaligus menonjolkan material dan detail arsitektur. Di Bali, kebutuhan tersebut menjadi semakin menarik karena desain ruang sangat erat dengan karakter lingkungan dan gaya hidup setempat.
Terkait target pasar, Dedy mengatakan Philips Lighting Store Denpasar menyasar segmen menengah ke atas. Bali disebut sebagai salah satu dari lima top market Philips. Meski demikian, Philips juga menyediakan produk untuk segmen menengah ke bawah.
“Target kami memang pasar menengah ke atas. Bali merupakan salah satu dari lima top market. Namun, kami juga memiliki produk yang segmennya menengah ke bawah,” jelas Dedy.
Sementara itu, Burhan Noor Sahid menilai Bali merupakan area yang sangat menarik bagi perkembangan bisnis pencahayaan. Menurutnya, konsumen membutuhkan pengalaman langsung dengan produk, termasuk melihat dan memegang produk sebelum menentukan pilihan.
“Konsep toko ini adalah experience. Ada area tempat tidur, dapur, tempat makan, dan lainnya, sehingga konsumen dapat melihat langsung bagaimana pencahayaan diterapkan dalam berbagai ruang,” ujar Burhan.
Burhan menjelaskan, Philips menghadirkan produk dalam tiga kategori utama. Fungsional merupakan produk pencahayaan untuk kebutuhan penerangan. Dekoratif merupakan produk yang dirancang menyatu dengan desain rumah. Sementara Smart Lighting memungkinkan pencahayaan diatur melalui telepon seluler.
Burhan menambahkan, hunian di Bali memiliki keunikan karena memadukan budaya lokal dengan pengaruh desain dari berbagai negara. Karena itu, Philips Lighting Store Denpasar tidak hanya dirancang sebagai tempat penjualan, tetapi juga mengedepankan pengalaman. Konsumen dapat melihat langsung penerapan produk sekaligus berkonsultasi mengenai kebutuhan pencahayaan.
“Kehadiran Philips Lighting Store Denpasar membantu arsitek, kontraktor, maupun homeowners mengeksplorasi berbagai kemungkinan tersebut secara lebih nyata, sehingga pilihan pencahayaan dapat dipertimbangkan sejak awal sebagai bagian dari keseluruhan desain ruang,” ujar Andri Saputra, Arsitek & Founder Lumbung Architect. (ist)

