Gandeng Mitra Baru, LPK Darma Kembali Berangkatkan Tenaga Kerja ke Ibaraki Jepang
(Baliekbis.com), Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Darma yang berdiri sejak tahun 2018, kembali akan memberangkatkan belasan tenaga kerja ke Jepang khusus Ibaraki.
“Para calon tenaga kerja yang datang dari sejumlah daerah tersebut saat ini sedang mengikuti proses seleksi yang dilakukan langsung pihak perusahaan Jepang,” ujar Direktur LPK Darma Mega Devia In Baliani di sela-sela kegiatan seleksi, Selasa (23/6) di Kantor LPK Darma Denpasar. Turut hadir Marketing LPK Darma, I.G.A. Fitriana,SE dan Darma Mahendra Sensei (Guru LPK Darma yang cukup lama bekerja di Jepang).
Mega menambahkan hingga saat ini LPK Darma telah memberangkatkan sekitar 454 tenaga kerja yang tersebar ke berbagai wilayah di Jepang, seperti Ibaraki, Osaka, Kyoto, Fukuoka, hingga Sapporo. “Bidang kerjanya beragam, mulai dari konstruksi, pertanian, pengolahan makanan, pabrik nasi, hingga industri restoran,” ujar Mega.
Dalam seleksi peluang kerja ke Jepang ini, LPK Darma mendatangkan perwakilan perusahaan dan Accepting Organization (lembaga penerima/Kumiiai) dari Jepang untuk melakukan proses wawancara langsung terhadap puluhan kandidat di Bali. Kerja sama dengan mitra baru dari Jepang ini merupakan angkatan perdana yang berfokus pada bidang pengolahan daging.
“Hari ini kami mengundang perwakilan perusahaan dan mitra baru kami dari Jepang yang bertindak sebagai Accepting Organization untuk mewawancarai langsung kandidat-kandidat yang akan lulus nanti. Total ada 42 kandidat yang mengikuti seleksi, dan nantinya akan disaring menjadi 12 orang untuk ditempatkan di daerah Ibaraki, Jepang,” tambah Mega.

Persyaratan Mudah dan Gaji Menjanjikan
Mega menjelaskan, LPK Darma membuka pintu bagi peserta umum, tidak terbatas hanya pada siswa internal LPK Darma saja, melainkan juga bekerja sama dengan beberapa LPK penyangga dari luar Bali, seperti Jawa dan Lombok.
Untuk program magang (Kenshuusei), kualifikasi yang dibutuhkan relatif ramah bagi lulusan baru (fresh graduate): Usia minimal 18 tahun dan maksimal 30 tahun (untuk visa kerja/SSW bisa mencapai 35 tahun).
Pendidikan minimal lulusan SMA/SMK sederajat dan menguasai bahasa Jepang tingkat dasar.
Kandidat yang lolos nantinya akan dikontrak selama 3 tahun dengan tawaran take-home pay (gaji bersih) yang cukup menjanjikan, yakni berkisar antara Rp18 juta hingga Rp20 juta per bulan.
Rincian Biaya Sistem All-In dan Fasilitas Dana Talangan
Mega menambahkan bagi kandidat yang dinyatakan lolos interview, LPK Darma menerapkan transparansi biaya keberangkatan sebesar Rp37.500.000. Biaya tersebut bersifat all-in, artinya seluruh komponen utama kebutuhan peserta sudah terpenuhi tanpa ada biaya tambahan tersembunyi.
Fasilitas yang didapatkan dari biaya tersebut meliputi:
Medical check-up (1 kali), Pengurusan visa dan paspor, Biaya asrama dan pendidikan/diklat selama di Indonesia dan Uang makan untuk peserta selama masa pelatihan.
Untuk meringankan beban finansial peserta, LPK Darma menyediakan sistem pembayaran yang fleksibel. Biaya keberangkatan tersebut dapat dicicil sebanyak dua kali. Selain itu, bagi peserta yang membutuhkan, LPK Darma juga menyediakan program dana talangan melalui kerja sama dengan pihak ketiga, yaitu lembaga koperasi mitra.
Poin Seleksi dan Jaminan Keamanan Peserta
Proses seleksi dilakukan secara ketat dan profesional. Pihak perusahaan Jepang menitikberatkan penilaian pada kemampuan percakapan dasar, cara memperkenalkan diri (jikoshoukai), sikap (attitude), artikulasi pelafalan bahasa Jepang, serta ketegasan kandidat. Selain itu, isi Curriculum Vitae (CV) dan angket kepribadian yang telah diisi siswa juga menjadi acuan penting.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai maraknya penipuan berkedok magang ke Jepang, Mega menegaskan LPK Darma adalah lembaga yang aman dan kredibel. LPK Dharma telah resmi mengantongi izin sebagai Sending Organization (SO) dari Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) yang dapat dicek langsung legalitasnya oleh masyarakat di internet.
Pihak LPK juga memberikan kepastian perlindungan penuh bagi para pekerja selama berada di luar negeri. Jika terjadi kondisi darurat, seperti kecelakaan kerja atau gangguan kesehatan yang memerlukan tindakan medis besar (misalnya operasi), seluruh proses penanganan akan diurus penuh oleh pihak Kumiiai dan biayanya ditanggung 100% oleh perusahaan Jepang.
Lebih lanjut, apabila pekerja mengalami kondisi kesehatan yang membuatnya sama sekali tidak bisa melanjutkan pekerjaan, pekerja tersebut akan dipulangkan ke Indonesia dengan seluruh biaya pemulangan ditanggung oleh pihak perusahaan.
Antisipasi Perubahan Regulasi Magang di Tahun 2027
Lebih lanjut, Mega menginformasikan terkait adanya rencana perubahan regulasi dari Pemerintah Jepang pada tahun 2027 mendatang. Sistem magang konvensional (Kenshuusei) rencananya akan dihapus dan digantikan dengan sistem baru bernama Ikusei Shouro.
Perbedaan mendasar dari sistem baru ini adalah fleksibilitas bagi para pekerja. Jika pada sistem magang lama peserta tidak boleh pindah perusahaan selama 3 tahun kontrak, pada sistem Ikusei Shouro nantinya pekerja yang sudah menyelesaikan 1 tahun masa kerja diizinkan untuk mengajukan pindah perusahaan atau bidang kerja.
“Untuk sistem magang yang sekarang, pengiriman terakhir kami akan dilakukan pada September 2026. Setelah itu, di tahun 2027 kita akan beralih menggunakan regulasi baru sesuai aturan Pemerintah Jepang. Bagi anak-anak yang sudah telanjur berangkat dengan visa magang, mereka akan menyelesaikan dulu kontrak 3 tahunnya, dan proses transisi visanya nanti akan dibantu oleh lembaga penerima di Jepang,” pungkas mega.
Berburu Pengalaman dan Kemandirian Ekonomi
Salah seorang kandidat yakni Ahmad I Aprilian (21), kandidat asal Banyuwangi mengaku sengaja datang ke Bali untuk mengikuti seleksi ini. Lulusan SMA ini mengaku telah membekali diri dengan pelatihan bahasa Jepang selama 7 bulan di LPK daerah asalnya sebelum mengikuti wawancara.
“Motivasi saya ke Jepang tentu untuk mencari pengalaman baru dan melatih kemandirian, sekaligus mencari pendapatan sendiri. Dari pihak keluarga, seperti Ibu dan kakak, semuanya sangat mendukung penuh langkah saya ini. Secara mental dan persiapan, saya sudah 100 persen siap,” ungkap Ahmad yang merupakan anak kedua dari tiga bersaudara tersebut.
Ahmad juga menambahkan dirinya sama sekali tidak gentar menghadapi tantangan kerja di bidang pengolahan daging di Jepang nanti. Ia berharap proses seleksi kali ini membuahkan hasil yang positif. (ist)

